
"Luke, di sini!" Caris memanggilku.
Setelah melewati para prajurit penjaga, aku berhasil sampai di tempat Caris berada.
Akhirnya...
Aku terjatuh karena kelelahan. Tubuhku terasa sakit di semua bagian. Aku mencoba untuk melawan rasa sakit itu, karena pertarungan masih belum berakhir sebelum Jorgun tiba di sini. Aku benar-benar berharap semoga dia baik-baik saja, kami pasti akan pulang dengan anggota yang lengkap.
Aku melupakan sesuatu tentang keadaan Gorris. Saat aku melihatnya, dia sangat pucat dan sudah hampir kehabisan darah. Aku bertanya apakah ada yang bisa memakai sihir penyembuh di antara mereka semua. Nasib sial menimpa kami, tidak ada yang bisa memakai sihir tersebut. Gorris sudah sekarat, tidak ada harapan lagi untuk menyelamatkannya.
"Hei..." Gorris memanggil.
"Sudah kubilang, jangan banyak bicara!" Ujar ku.
Gorris tidak mendengarkan itu dan terus berbicara kepada kami.
"Jika ini yang terakhir kalinya, biarkan aku mencurahkan isi seluruh hatiku..." Ujar Gorris.
Gorris adalah seseorang yang selalu menanggung segala hal sendirian, itulah yang aku dengar dari Jorgun. Dia tidak pernah menceritakan apapun yang terjadi kepadanya. Gorris yang selalu berjuang untuk membuktikan kalau dia akan menjadi seseorang yang berguna suatu hari nanti. Selalu hidup sendiriansejak kecil. Orang tua Gorris tewas saat sedang menjalankan sebuah misi, di mana pada saat itu Gorris masih berusia empat tahun. Di balik sikapnya yang keras kepala itu, dia adalah seseorang yang sangat peduli kepada orang-orang di sekitarnya.
"Caris, kau adalah seseorang yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Jadilah seorang pemimpin yang kuat, kau pasti bisa melakukannya, aku tahu itu... Dan Luke, maafkan aku atas sikapku kepadamu selama ini. Aku sejujurnya masih tidak menerima keberadaan ras yang menjadi pembunuh orang tuaku... Uhuk!"
Aku tidak pernah melihat sisi Gorris yang seperti ini.
Tiba-tiba aku melihat ada seseorang yang datang ke arah kami. Rupanya itu adalah Jorgun, sepertinya Jorgun berhasil mengalahkan pembunuh tersebut. Luka di tubuhnya cukup parah, tapi dia masih bisa bertahan.
"Sekarang, kau adalah satu-satunya manusia yang aku akui. Aku menghormatimu, kau adalah seseorang yang hebat, aku bukan apa-apa dibandingkan dirimu." Gorris memujiku.
Jorgun datang untuk memeriksa keadaan Gorris. Jorgun mengatakan bahwa tidak lama lagi Gorris akan menemui ajalnya. Tidak ada yang bisa kami perbuat saat ini, Caris menangis sejak tadi tanpa henti. Aku juga tidak mampu menahan tangisanku, kenapa semua ini bisa terjadi kepada Gorris yang tidak melakukan kejahatan apapun.
"Kau datang juga pak tua. Aku jadi teringat saat aku sedang sakit saat itu dan kau mengurusku sampai tengah malam. Aku selalu mengingat semua momen itu." Ujar Gorris.
......................
__ADS_1
Ini adalah cerita tentang masa lalu Gorris.
Aku kehilangan orang tuaku saat berumur empat tahun, mereka tewas saat menjalankan misi dari kepala desa. Ingatan yang aku punya tentang mereka hanyalah sedikit, mungkin hanya saat aku baru lahir? Karena setelah itu, mereka pergi untuk menjalankan misi dan berakhir tewas.
Semua orang di desa menjadi peduli kepadaku. Aku selalu menyalahkan orang lain saat itu, kenapa mereka tidak ikut membantu orang tuaku? Apakah hanya orang tuaku yang bisa bertarung dan mereka sama sekali tidak berguna? Begitulah pikirku saat itu. Opini yang sangat kekanak-kanakan itu aku ucapkan kepada orang-orang.
Jorgun adalah orang pertama yang peduli kepadaku. Dia selalu menyempatkan waktunya untuk memeriksa keadaanku, dia juga mengajariku cara untuk bertarung dan melindungi diri. Dia tidak pernah bersikap lembut kepadaku, selalu menjadi seseorang yang sangat keras dan tegas. Dia membentukku untuk menjadi seorang pria yang kuat.
Saat berumur lima belas tahun, aku melakukan misi pertamaku bersama Jorgun dan rekan lainnya. Misi itu berakhir dengan buruk, aku melihat semua rekanku terbunuh di depan mataku secara langsung. Teriakan kesakitan dan meminta tolong dengan putus asa, betapa mengerikan pemandangan itu. Aku selalu menjauhi orang lain karena aku tidak ingin melihat kejadian itu terjadi lagi. Selalu menyesali diriku yang sangat lemah dan tidak bisa berbuat apapun saat itu.
Jorgun tetap berada di sampingku setelah semua itu terjadi, dia adalah satu-satunya orang yang mengerti perasaanku. Saat aku membuat masalah, dia selalu menyelamatkanku dengan mengorbankan nyawanya. Aku benar-benar menyayanginya dan tidak ingin kehilangan dirinya suatu saat nanti.
Hari di mana aku bertemu dengan dia tiba. Luke, seorang petualang manusia yang tiba-tiba muncul di desa. Manusia adalah makhluk yang paling aku benci, aku sudah berkali-kali melihat perlakuan mereka terhadap ras Elf dan juga ras lainnya.
Awalnya, aku menganggap Luke itu sama saja seperti manusia lainnya. Tapi ada beberapa yang berbeda darinya, peri bunga tidak menjauhinya, tapi selalu mengikutinya. Aku jadi ingin membuktikan, apakah dia orang yang pantas?
Hari itu, aku bertarung dengan Luke untuk melihat kemampuannya. Dia luar biasa, bahkan untuk seseorang yang hampir tidak memiliki pengalaman bertarung, dia sangat berbakat. Aku tidak akan menyangkal talentanya itu. Tapi aku tetap meragukan kebaikan dari lubuk hatinya.
Hari itu, kami diberi misi oleh kepala desa. Sesungguhnya hanya aku, Caris dan Jorgun saja yang seharusnya menerima misi tersebut. Tapi aku menyarankan untuk mengajak Luke bersama kami. Awalnya keinginanku itu dibantah, tapi setelah aku menjelaskan alasanku, kepala desa bisa memahami niatku untuk menguji Luke. Lagipula Luke itu memiliki kecerdasan bertarung yang lumayan tinggi.
......................
Kembali ke masa saat ini.
"Dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku menghormatimu Luke Freud! Jika saja aku diberi kesempatan untuk bertahan hidup, aku ingin melihat perjalananmu lebih jauh. Tapi aku rasa, sudah terlambat untuk memenuhi keinginan tersebut." Ujar Gorris.
Aku tidak menyangka kata-kata itu akan keluar dari seseorang sepertinya. Jorgun tidak mampu menahan tangisannya lagi, seorang pria kuat sepertinya pun bisa menangis.
Lagipula, Jorgun juga memiliki perasaan. Sekuat apapun orang itu, dia akan bersedih jika kehilangan orang yang ia sayangi.
"Oh ayolah jangan menangis seperti itu Jorgun, sangat tidak mencerminkan dirimu..." Gorris telah menyadari waktunya tidak lama lagi.
"Sepertinya sebentar lagi kita akan berpisah. Jorgun, aku sangat berterima kasih kepadamu. Aku malu untuk mengucapkan hal ini kepadamu sebenarnya... Tapi inilah saatnya aku mengatakan itu, kan?" Ujar Gorris.
__ADS_1
Jorgun menatap Gorris yang mulai menangis.
"Terima kasih telah menjadi sosok seorang ayah untukku selama ini. Aku menyayangimu, sungguh... Aku ingin menyebutmu ayah untuk terakhir kalinya, boleh?"
"Tentu saja boleh bodoh!" Ucap Jorgun.
"Hahaha.... Terima kasih, A-yah..."
Gorris kehilangan nyawa tepat setelah mengucapkan itu. Caris menyuruhku untuk meninggalkan Jorgun sendirian, Jorgun menangis dengan sangat keras. Rasanya sangat sakit mendengar itu. Tapi aku mencoba untuk mengatakan sesuatu kepada Jorgun sebelum pergi.
"Lihatlah wajahnya, dia tidak memiliki penyesalan di akhir hayatnya." Ujar ku.
Jorgun menyadari hal itu, dan dia menjadi sedikit lebih tenang setelah itu. Gorris benar-benar tersenyum, dia seperti tidak memiliki satu pun penyesalan di dunia ini.
Seharusnya kau tersenyum sejak dulu. Haha, dasar!
Aku sangat berharap dia dapat beristirahat dengan tenang. Tetapi, ada hal aneh yang terjadi.
Ini aura yang saat itu! Rasanya sangat sesak.
Salah satu makhluk ras iblis tiba-tiba muncul entah dari mana. Tubuh besar, mata merah, perawakan yang menyeramkan dan membuat semua orang ketakutan saat melihat mereka.
Kenapa bisa ada iblis di tempat seperti ini?! Jangan-jangan dia dari tempat perdagangan budak itu? Sial, peduli setan tentang itu!. Bagaimana cara kami untuk menghadapinya dalam keadaan seperti ini?!! Dia jauh lebih kuat dari semua pembunuh tadi. SIALAN!!!!!!
Semua yang berada di tempat ini sudah pasrah terhadap takdir mereka. Kami tidak memiliki kekuatan untuk bertarung lagi, harapan sudah hancur sepenuhnya.
Saat semua orang sedang berputus asa. Tiba-tiba pohon besar itu mengeluarkan sebuah cahaya dan mengatakan sesuatu.
"Berani sekali kau iblis jahanam, mendekati tempat ini." Pohon itu mengeluarkan cahaya dan menerangi seluruh tempat ini.
Iblis itu hilang dan kami tiba-tiba berada di suatu tempat yang tidak pernah kami temui sebelumnya. Tempat yang sangat indah dan damai, lebih dari semua tempat yang pernah aku jumpai. Aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri.
Di mana ini?! Kenapa kami semua tina-tiba berada di tempat ini?...
__ADS_1
...----------------...