
"Ibu, apakah alam Elf itu benar-benar ada di dunia nyata?" Tanyaku.
"Ibu tidak mengetahui hal itu secara pasti. Tapi, dunia ini selalu penuh dengan kejutan loh. Tidak ada yang tidak mungkin, bahkan sebuah mitos pun bisa menjadi kenyataan." Jelas Ibuku.
Benar Bu, tidak ada yang mustahil untuk terjadi. Mitos itu nyata! Aku benar-benar melihatnya di depan mataku saat ini...
Kami berada di dekat sebuah pohon besar yang sebelumnya berada di dunia manusia. Bagaimana caranya kami bisa sampai di sini, itulah yang menjadi pertanyaan ku saat ini. Tiba-tiba ada sekelompok Elf yang mengelilingi kami dan menyambut kedatangan kami.
"Sudah lama tidak ada pengunjung, selamat datang di Vrederia!" Sambut para Elf itu.
Aku sangat tidak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini. Banyak sekali Elf di tempat ini, aku yakin ini adalah tempat yang diceritakan dongeng itu. Elf di tempat ini juga tidak terlalu mewaspadai keberadaan ku yang merupakan seorang manusia.
Mereka langsung membawaku dan Jorgun untuk diobati. Aku melihat-lihat keadaan sekitar tempat ini. Ini adalah keajaiban dunia, begitulah pikirku. Tempat yang tidak bisa dijangkau oleh seorang manusia. Bentuk tempat ini juga sesuai dengan penggambaran dari buku yang diciptakan oleh seseorang yang bernama "Fredo Hurricane" itu.
Rumah yang di bangun pada sebuah pohon dan saling terhubung dengan pohon lainnya melalui jembatan yang para Elf buat. Langit yang biru, pepohonan yang menjulang tinggi dan melimpahnya sumber daya berupa buah-buahan di mana-mana.
Indahnya...
Semua yang terjadi saat ini benar-benar terasa seperti sebuah mimpi. Alam ini terasa sangat damai dan menenangkan, tidak ada aura kejahatan sedikitpun di tempat ini.
Sekarang aku paham, kenapa manusia tidak pantas untuk melangkahkan kaki di tempat ini. Tapi mengapa aku bisa berada di tempat ini sekarang?
......................
Mereka mengatakan aku telah tertidur selama tiga hari. Tubuhku terasa lebih bugar, luka yang aku terima telah disembuhkan oleh para Elf tersebut. Jorgun sudah pulih sepenuhnya kemarin, dia benar-benar memiliki fisik yang hebat. Caris dan Jorgun yang mengetahui aku telah siuman, langsung datang untuk melihat. Mereka sangat lega setelah mengetahui tidak terjadi apa-apa kepadaku.
"Di mana Gorris?" Aku bertanya kepada semua orang di tempat itu.
Semuanya menundukkan kepala mereka saat aku mengatakan itu.
"Begitu ya... Aku paham."
Jawabannya sudah pasti, nyawa dari Gorris sudah tidak bisa di tolong lagi. Aku hanya berharap jika saja keajaiban itu bisa terjadi lagi.
__ADS_1
Aku pergi keluar untuk berjalan-jalan. Ditemani oleh salah satu pemandu di tempat ini. Dia adalah Elf wanita bernama Lthien. Aku juga menanyakan beberapa hal kepadanya seperti kenapa Elf di tempat ini tidak takut kepadaku. Dia menjawab, jika aku memiliki niat jahat maka dewa tidak akan mengizinkanku untuk masuk ke dalam tempat ini. Aku mulai memahami alasan mengapa aku bisa berada di alam Elf.
Banyak sekali hal yang ingin aku ketahui dari tempat ini. Aku tidak tahu kapan akan mendapatkan kesempatan seperti ini lagi. Jadi aku akan meminta izin untuk melakukan penelitian di tempat ini.
"Apakah ada manusia yang selain diriku yang pernah datang ke tempat ini?" Tanyaku.
"Um... Aku kurang tau tentang itu, tapi kau bisa bertanya kepada Kakek Eldryn. Beliau adalah Elf tertua di tempat ini, ia sudah hidup selama lebih dari seribu tahun. Aku bisa membawamu kepadanya jika kau mau." Jawab Lthien.
"Jika kau tidak keberatan." Ujar ku.
Seseorang yang hidup selama lebih dari seribu tahun. Aku mungkin akan merasa sangat bosan jika memiliki masa hidup sepanjang itu. Lthien mengatakan kalau dia akan mengantarkan ku kepada Eldryn setelah jalan-jalannya selesai. Tentu saja, aku menyetujui hal tersebut.
"Wah, Di sini benar-benar ada burung Phoenix!" Aku terpukau melihat burung itu.
Aku hanya pernah mendengar keberadaan Phoenix yang selalu menjaga alam Elf dari buku tersebut. Salah satu makhluk yang diberkati oleh para dewa. Mempunyai ukuran tubuh yang besar dan bulu berwarna merah.
Aku bertanya kepada Lthien di mana mereka mengubur Gorris. Lthien membawaku ke tempat pemakaman yang tidak jauh dari pohon besar yang membawa kami.
"Aku akan menunggu di sini." Ujar Lthien.
Gorris... Aku tahu kita belum mengenal untuk waktu yang lama. Hanya beberapa minggu saja, mungkin? Ya, aku tidak peduli juga tentang itu. Kau tahu? Aku sangat tidak menyukai sikapmu yang seperti itu. Tapi, aku tidak pernah menganggap bahwa kau adalah seseorang yang buruk...
Setelah itu, aku meminta Lthien untuk membawaku ke tempat Elf tertua itu berada. Saat sedang berjalan mengikuti Lhtien, aku merasa sebagian besar tempat ini sesuai dengan yang dijelaskan pada buku tersebut. Bagaimana cara penulis buku itu mengetahui tentang bentuk tempat ini.
Jorgun dan Caris saat ini sedang berbicara dengan para Elf setempat. Mereka sangat cepat sekali akrab, mungkin karena ini adalah habitat mereka yang sesungguhnya. Jika saja semua Elf yang berada yang di desa itu bisa tinggal di sini, mereka pasti akan sangat bahagia. Sebab, dunia Elf sangat berbeda dari dunia manusia.
Helen, bagaimana keadaanmu saat ini. Apakah kau hidup dengan nyaman di sana? Aku harap kau baik-baik saja saat ini.
......................
Kita beralih ke Helen.
"Kak Helen! Kita main lagi yuk" Ucap anak kecil Elf.
__ADS_1
"Ayo!"
Helen sering bermain dengan anak-anak di desa Elf akhir-akhir ini. Dia menghabiskan waktunya seperti itu, setiap hari selagi menungguku untuk pulang. Tapi ada bencana yang melanda desa Elf itu. Sekelompok bandit dengan kemampuan di atas rata-rata menyerang desa dan mencuri semua barang-barang milik Elf. Juga menewaskan banyak Elf dari desa tersebut.
"Kak, kami takut..."
"Tidak apa-apa, Kakak pasti akan melindungi kalian!" Ujar Helen.
Salah seorang bandit secara kebetulan melihat mereka yang sedang bersembunyi. Bandit itu langsung mencoba menyerang mereka.
"Hahaha, matilah kau!" Bandit itu mencoba membunuh Helen.
......................
Aku akhirnya bertemu dengan seorang Elf yang bernama "Eldryn" itu.
"Anu... Saya ingin bertanya suatu hal" Ucapku.
"Kau ingin bertanya apa, anak muda?" Tanya Elf tua itu.
Aku menanyakan tentang adakah manusia yang pernah datang ke tempat ini. Elf tua itu mengatakan dia sudah mulai lupa akan hal itu. Maklum saja, dia sudah hidup selama lebih dari seribu tahun.
"Tapi tempat ini benar-benar sangat mirip dengan buku yang ditulis oleh seseorang yang bernama Fredo Hurricane" Ujar ku.
Elf tua itu terdiam saat aku mengatakan nama itu, dan dia terkejut setelah itu. Dia bertanya bagaimana aku bisa mengetahui nama itu.
"Hampir semua orang tahu kalau dia adalah penulis buku yang berisi tentang Elf secara keseluruhan" Jelas ku.
"... Hahaha, aku jadi teringat masa itu. Sudah lama juga ya, Fredo." Ujar Eldryn.
Aku bertanya apakah dia mengenal seseorang yang bernama Fredo itu. Dia menjawab bahwa dia telah mengenalnya ratusan tahun yang lalu. Aku tidak terlalu terkejut tentang itu, ada manusia yang pernah datang ke tempat ini sebelum diriku. Elf tua itu akan menceritakan bagaimana dia bisa mengenal Fredo di masa lalu.
"Dengarkanlah cerita ini..."
__ADS_1
...----------------...