
"Kau telah salah memilih lawan." Ucap salah satu pembunuh.
Kami telah berhasil melumpuhkan beberapa pembunuh dan menjalankan rencana dengan sukses. Pertarungan terus berlanjut tanpa jeda, aku harus terus berjuang demi sebuah kemenangan.
Semua budak yang berada dalam kurungan melihat kami yang sedang bertarung. Mereka terlihat seperti memihak kepada kami. Tentu saja, hanya kami yang nekat melakukan hal ini. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh.
Aku tidak pernah merasakan aura keberadaan yang seperti ini sebelumnya. Tapi karena sedang sibuk bertarung, aku tidak bisa berpikir dengan jernih.
"Perhatikan bagian sampingmu!" Caris berteriak kepadaku.
Saat sedang lengah karena aura tersebut, aku menerima serangan di bagian pinggir perutku. Luka nya tidak terlalu parah, tapi jika keadaan terus seperti ini, aku tidak yakin akan memenangkan pertarungan ini. Harapan terbesar saat ini adalah Jorgun dan Gorris yang belum terluka sama sekali. Jorgun benar-benar hebat, dengan satu tangan dia bisa mengalahkan lebih dari sepuluh orang.
Aku tidak boleh menjadi beban, harus tetap bertarung sampai akhir!
Aku menyuruh Caris untuk membuka kurungan para budak lainnya. Aku bisa merasakan rasa ingin menolong dari mereka, kesempatan itu akan aku gunakan untuk meningkatkan persentase kemenangan kami. Caris mencuri kuncinya dari mayat Bermund dan membuka setiap kurungan di tempat ini.
Beberapa yang sudah bebas langsung mencoba untuk membantu kami. Manusia setengah hewan adalah makhluk yang bisa bertarung tanpa senjata. Jumlah kami sekarang sangat unggul, keadaan telah berbalik secara drastis.
"Cepat menyerah! Kekalahan kalian telah dipastikan sekarang." Ujar ku.
"Jangan sombong dulu sialan!... Arggggh, Kami terpaksa harus menggunakan ini karena kalian!"
Pembunuh itu mengungkapkan kekesalannya kepada kami. Mereka sepertinya mengeluarkan sebuah suntikan lalu menyuntikkannya ke diri mereka sendiri. Aku merasakan sesuatu yang berbeda, mereka menjadi lebih kuat tapi kehilangan akal sehat.
"Bawa mereka semua pergi dari sini, jangan sampai ada korban! Jika ada korban, maka kita bisa dipastikan gagal dalam misi ini." Titah Jorgun.
Caris mengatakan dia akan melakukannya sendiri, kami bisa fokus dengan tugas kami. Panah Gorris tidak mampu untuk melukai pembunuh tersebut secara langsung, reaksi mereka benar- benar cepat. Hanya pertarungan jarak dekat harapan kami saat ini. Hanya tersisa dua orang lagi, tapi kekuatan mereka benar-benar sangat besar.
Aku dan Gorris bekerja sama untuk mengalahkan salah satunya, Jorgun akan melawan yang satunya sendirian saja. Serangan mereka terasa menjadi sangat berat.
"Majulah, aku akan membantumu" Ucap Gorris.
Aku maju untuk menyerang dengan bantuan Gorris dari dekat. Kami melancarkan serangan dengan gerakan yang serasi, seakan-akan kami telah menjadi rekan selama bertahun-tahun. Aku tidak pernah menyadari bahwa aku memiliki kecocokan cara bertarung yang baik dengan Gorris.
__ADS_1
Jorgun telah berhasil mengalahkan yang satunya. Sesuai yang diharapkan, dia benar-benar sangat kuat dan berpengalaman. Kami berdua pun tetap kesulitan walau hanya melawan satu orang saja. Tapi ada yang aneh, aku merasakan sesuatu yang sebelumnya lagi.
Lagi-lagi, aku merasakan sesuatu yang menusuk hingga ke jantungku.
Karena pikiranku yang tidak fokus itu, aku hampir saja menerima serangan yang fatal dari pembunuh itu. Tapi betapa terkejutnya aku, melihat perut Gorris tertusuk oleh pedang yang digunakan pembunuh itu.
"Gorris!!!" Aku langsung menyerang pembunuh itu, tapi dia menghindarinya.
Sialan, apa yang kupikirkan sih?!
Pendarahan yang dialami Gorris sangat parah, jika seperti ini terus dia akan kehabisan darahnya. Jorgun membantu kami melawan pembunuh ini, jadi dia meminta kami berdua untuk mundur. Ada hal yang tidak aku sadari, Jorgun sudah sangat kelelahan sejak pertarungan terakhirnya tadi. Walaupun tidak ada luka sama sekali, dia sudah menggunakan kemampuan penuhnya sejak awal.
Ini buruk! Ini keadaan yang paling buruk! Aku harus memikirkan rencana yang bagus. Ayo berpikir, Luke!
"Kita mundur, bawa Gorris selagi aku menahannya!" Titah Jorgun.
Aku membawa Gorris pergi dari tempat itu selagi Jorgun mencoba untuk menghambat pembunuh tersebut. Membawanya keluar dari ruangan itu dan pergi menuju tempat Caris berada, di luar kerajaan.
"Jangan berbicara dulu, kau itu sedang terluka bodoh!" Ucapku yang sedang membawa Gorris sambil berlari.
Gorris tidak mengucapkan apapun dan hanya tersenyum kepadaku. Dia seperti pasrah terhadap nasib yang ia alami. Aku mengatakan kepadanya untuk terus bertahan sampai tiba di tempat Caris.
Sebelumnya, aku telah mencoba untuk memberinya semua ramuan penyembuh yang kumiliki saat ini. Tapi itu tidak benar-benar menyembuhkan luka yang terjadi padanya, karena ramuan penyembuh yang kumiliki bukanlah ramuan penyembuh tingkat tinggi. Luka yang dialaminya bukan luka biasa, itu bisa merusak organ dalamnya juga.
Kenapa malah jadi seperti ini?! Mengapa aku merasa putus asa?
Aku mengingat keadaan Jorgun yang sudah sangat kelelahan. Aku ragu dia bisa mengalahkan pembunuh itu dan pulang dengan selamat.
......................
"Apakah mereka baik-baik saja ya?" Gumam Caris.
Caris berpikir dia tidak bisa terus mengkhawatirkan kami, dia juga memiliki tugas yang sangat penting untuk membawa para budak itu ke tempat yang aman. Salah satu budak menunjukkan jalan pintas untuk keluar dari kerajaan Amfordia, yaitu lewat lorong bawah tanah milih kerajaan tersebut yang sudah lama tidak digunakan.
__ADS_1
Mereka berhasil keluar dari kerajaan dengan aman. Caris membawa mereka ke hutan di arah Barat, tempat kami diserang kemarin. Dia berpikir kalau itu adalah tempat terbaik untuk bersembunyi dari kerajaan saat ini, karena tidak ada yang akan mendatangi tempat itu. Serta banyak pepohonan besar untuk tempat mereka bersembunyi.
Kembali ke Luke.
Aku berhasil membawa Gorris keluar dari kerajaan, tapi aku tidak tahu ke mana arah Caris pergi. Aku hanya terpikirkan tempat yang menjadi tujuan kami saat itu. Aku menentukan tempat itu sebagai tempat pertama mencarinya. Tapi aku baru mengingat sesuatu, saat sudah malam banyak prajurit kerajaan yang menjaga di bagian luar. Ini benar-benar akan membuatnya menjadi lebih sulit.
Karena tidak mengetahui jalan pintas, aku terpaksa membawa Gorris sambil pelan-pelan. Semakin buruk, pendarahan Gorris tetap parah walaupun aku telah menekannya.
Jika terus seperti ini, aku tidak akan sempat membawanya ke tempat Caris! Tapi, jika kerajaan mengetahui hal ini, kami bisa dalam masalah yang lebih besar lagi.
Aku terpaksa harus melakukannya seperti ini. Bermusuhan dengan sebuah kerajaan besar adalah hal yang sangat berbeda. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.
"Maaf Gorris, tahanlah sedikit lebih lama lagi..."
......................
Kembali ke pertarungan Jorgun dan pembunuh tersebut.
Jorgun terus bertarung dengan tubuhnya yang telah mengalami luka yang banyak. Tidak ada yang bisa menghentikan semangat bertarungnya.
"Untuk seseorang yang hanya memiliki satu tangan, kau sangat hebat. Tapi berapa lama kau akan bertahan dengan keadaan seperti itu?" Ucap si pembunuh.
"Aku tidak akan membiarkanmu melukai anak-anak itu, tidak akan!"
"Percuma saja, kalian tidak tahu apa yang sebenarnya sedang kalian hadapi. Organisasi kami adalah salah satu yang terbesar di dunia ini! jika aku memberi tahu kepada beliau tentang ini, tamatlah riwayat kalian!" Pembunuh itu mengancam Jorgun dengan kata-katanya.
"Beliau yang kau sebut itu, siapa?" Tanya Jorgun.
Pembunuh itu tidak memberi tahu Jorgun tentang identitas asli seseorang yang disebutkannya itu. Dia hanya mengatakan "Kau akan mengetahuinya suatu hari nanti".
Pertarungan ini sudah memasuki babak terakhirnya. Aku dan Gorris sudah hampir sampai di tempat Caris, sedangkan Jorgun sebentar lagi akan mencapai batasnya. Apa akhir yang sudah menunggu kami di depan sana? Sebuah senyuman atau sebuah tangisan?
...----------------...
__ADS_1