
Aku sedang bersama Caris saat ini, kami membagi kelompok menjadi dua. Untuk mencari seorang petualang dengan ikat kepala berwarna merah.
"Luke, lihat itu." Caris menyuruhku untuk melihat seorang Elf yang memakai sebuah kalung budak yang sedang mengikuti pemiliknya dari belakang. Kalung budak adalah sebuah kalung yang membuat penggunanya memiliki kendali penuh atas siapapun yang memakainya. Caris tampak sangat marah sekaligus sedih melihat hal tersebut.
"Sekarang kau memahaminya, kan?" Caris bertanya.
"Ya..."
Aku sedikit mengerti alasan mengapa para Elf membenci ras manusia. Perbudakan adalah hal yang biasa di kalangan bangsawan. Mereka menggunakan para budak untuk menjadi seorang penjaga, pelayan, pemuas hawa nafsu, bahkan menjadi objek penyiksaan. Terkadang seorang manusia tidak mencerminkan kata "manusiawi".
Fokus pada tujuan misi ini, kami masih mencari petualang tersebut. Tapi ada beberapa hal yang mengganjal di pikiranku sejak tadi. Mengapa banyak sekali budak di kerajaan ini? Apakah ada seseorang yang menjual para budak ini kepada para bangsawan?
Ketertarikan untuk mengetahui tentang hal itu tumbuh dalam diriku. Aku ingin menyelidiki hal ini, Caris juga tertarik untuk melakukannya bersamaku.
Aku benar-benar penasaran tentang apa yang terjadi. Aku akan meminta maaf setelah ini kepada mereka, semoga saja mereka menemukan petualang itu lebih dulu daripada kami.
Aku mencoba mencari informasi tentang hal itu. Mereka mengatakan bahwa aku lebih baik bertanya kepada para bangsawan yang memiliki budak. Tidak terlalu sulit untuk mencari bangsawan di sekitar sini, mereka mengatakan bahwa pedagang budak tersebut berada di arah timur, daerah pinggir kerajaan.
Rumah dengan warna putih yang memiliki ukuran kecil. Sebelumnya, bangsawan itu bilang kami boleh langsung masuk, karena tempat tersebut sudah menjadi rahasia umum di kalangan orang-orang yang terbiasa membeli seorang budak.
Setelah membuka pintu rumah tersebut, aku menemukan ada pintu yang sepertinya mengarah ke ruang bawah tanah. Sebelum masuk ke dalam sana, aku bertanya kepada Caris, apakah dia mau ikut denganku atau menunggu saja. Aku takut Caris tidak bisa menahan amarahnya saat melihat keadaan di dalam sana.
"Aku akan ikut bersamamu!" Caris menjawab dengan sangat yakin.
Sebenarnya, itu terserah dia ingin ikut atau tidak. Tapi aku merasakan hawa yang tidak mengenakkan dari bawah sana, semoga saja hanya perasaanku saja.
Aku membuka pintu itu dan masuk ke ruang bawah tanah tersebut. Pandangan pertama yang kulihat adalah para budak yang sedang di kurung. Kebanyakan dari mereka adalah ras manusia setengah hewan. Wajah-wajah yang terlihat sangat depresi dan putus asa, tempat ini benar-benar mengerikan.
"Selamat datang di sini! Apakah anda ingin membeli sesuatu?" Tanya seorang pria dengan kumis tebal.
"Tidak-tidak, saya hanya ingin melihat-lihat saja" Ucapku.
__ADS_1
Dia sedikit terkejut mendengar hal tersebut. "Maafkan saya atas hal tersebut. Perkenalkan, nama saya adalah Bermund, saya adalah pemilik tempat ini. Ayo berkeliling dulu, mungkin anda akan sedikit tertarik dengan hal ini"
Aku mengikutinya dari belakang selagi dia menuntun jalan kami di tempat ini. Jenis setengah manusia sangat banyak sekali berada di tempat ini, termasuk anak-anak juga. Mereka berteriak meminta tolong dari dalam kurungan itu. Aku bisa menahan ini, tapi Caris?
Caris benar-benar marah besar kali ini, aura yang ia keluarkan sangat menyeramkan. Jika dia tidak mengendalikannya, situasi ini akan sangat buruk.
"Caris, tahanlah dirimu!" Bisik ku kepadanya.
Dia bisa sedikit lebih tenang setelah itu. Bermund menceritakan bahwa banyak sekali bangsawan yang datang ke tempat ini dan membeli seorang budak. Budak dengan kelamin wanita lebih laku daripada laki-laki.
"Kemari, aku ingin menunjukkan sesuatu"
Bermund mengarah ke seorang Elf cantik yang tidak memakai busana. Dia menyuruhku untuk memukul Elf tersebut dengan cambuk, tapi aku menolaknya. Jadi dia sendiri yang melakukan hal itu.
Oh tidak! Ini buruk, apakah dia melihatnya?!
Saat aku melihat Caris, tidak ada kata lain yang bisa aku ucapkan lagi. Kemarahannya sudah hampir memuncak dan seperti akan meledak sebentar lagi.
"Oh iya. kami ada urusan setelah ini, bolehkah kami pergi?" Ucapku.
Syukurlah tidak terjadi masalah apapun. Kami berhasil keluar tanpa membuat keributan, lain kali aku harus lebih berhati-hati jika ingin membawa Caris ke tempat seperti ini. Caris meminta maaf karena hampir saja dia terbawa emosi tadi. Aku memahami apa yang ia rasakan, aku juga merasa jengkel melihat hal tersebut.
"Hei, kau menyadarinya kan?" Tanya Bermund kepada salah satu bawahannya. "Kalau iya, lakukanlah seperti biasanya." Bermund menyuruh bawahannya untuk melakukan sesuatu.
Sementara itu Jorgun dan Gorris yang sedang menjalankan misinya...
"Inilah tempat yang paling bagus untuk mencarinya, guild petualang!" Ucap Jorgun.
Mereka berdua masuk ke dalam guild tersebut untuk mencari petualang itu. Jorgun yang sudah pernah bertemu sekali dengan petualang itu dapat dengan mudah menemukannya. Petunjuk untuk pohon tersebut diberikan oleh petualang itu, petualang tersebut mengatakan kami harus lebih waspada terhadap orang-orang di sekitar kerajaan ini, terutama anggota organisasi pasar gelap. Jika mereka mengetahui bahwa Jorgun, Gorris dan Caris adalah seorang Elf, kami akan berada dalam masalah yang sangat besar.
Petualang itu juga mengingatkan tentang satu hal penting di Kerajaan Amfordia ini. "Jangan pernah lengah sedikit pun. Sekali kau tertangkap, tidak ada yang akan menolongmu. Itulah Amfordia.
__ADS_1
Jorgun dan Gorris pulang setelah mendapatkan petunjuk tersebut. Saat aku melihatnya, petunjuk itu berisi jalan ke arah pohon tersebut. Aku merasakan ada hal yang janggal dari misi ini, tapi aku tidak terlalu menghiraukan hal tersebut. Rencana akan dijalankan besok hari, kami harus beristirahat lebih cepat daripada biasanya malam ini. Karena sebelum banyak orang bangun, kami akan langsung pergi untuk mencari petunjuk tersebut.
......................
Matahari belum terbit, tapi kami sudah bersiap-siap untuk melanjutkan misi ini. Semakin cepat semakin baik, itulah yang Jorgun katakan padaku. Petunjuk ini mengatakan bahwa posisi pohon tersebut berada di sebelah barat kerajaan ini. Kami langsung bergegas ke tempat tujuan, tidak ada satu orang pun saat kami berjalan keluar dari kerajaan ini.
Misi menuju tempat tersebut berjalan dengan sangat lancar, tidak ada hambatan sama sekali. Tapi yang kami temukan hanyalah sebuah pohon besar. Tiba-tiba muncul banyak sekali orang-orang yang memakai topeng dengan membawa senjata berupa pisau. Sepertinya, mereka adalah para pembunuh bayaran.
Sesuai dugaan ku sejak awal, ada yang tidak benar dengan misi ini. Untuk apa seorang manusia memberikan informasi tentang pohon Elf?
Mereka menyerang kami tanpa mengatakan apapun. Karena serangan mendadak ini, kami jadi terpecah belah. Walaupun jumlah mereka hanya enam, mereka memiliki pengalaman bertarung yang cukup baik untuk seorang pembunuh. Caris diserang oleh tiga orang sekaligus, dia tidak bisa melawan mereka. Caris kalah dan akhirnya dibawa pergi oleh para pembunuh tersebut.
Para pembunuh itu pergi setelah mendapatkan Caris. Kami tidak bisa mengejar karena luka yang kami alami. Keadaan ini membuatku sangat putus asa, aku berpikir apa yang bisa kami lakukan setelah ini. Gorris pingsan karena pendarahannya yang lumayan parah di bagian punggung. Jorgun kehilangan salah satu tangannya. Keadaan ini sangat buruk, otakku benar-benar tidak bisa berpikir.
Aku menggunakan ramuan penyembuh untuk menghentikan pendarahan Gorris dan Jorgun, untungnya aku masih sempat untuk memberikannya. Tapi tetap saja, ramuan itu tidak bisa menyembuhkan mereka sepenuhnya. Aku dan Jorgun yang masih dalam keadaan sadar membawa Gorris ke tempat yang sedikit jauh dari kerajaan. Kami berdua beristirahat selagi menunggu Gorris untuk sadar.
"Sialan! Harusnya aku tidak boleh lengah, ini adalah kesalahanku." Jorgun terus menyalahkan dirinya sejak tadi. Kondisi mentalnya saat ini benar-benar kacau.
"Itu tidak sepenuhnya salahmu, Jorgun." Jorgun terdiam lalu menatap ke arahku.
"Aku sudah menyadari ada hal yang janggal dari misi ini sejak awal. Tapi aku malah tidak mengatakan itu kepada kalian dan membuat keadaan menjadi buruk. Yang seharusnya disalahkan atas hal ini adalah diriku."
Jorgun menjawab bahwa aku tidak melakukan kesalahan apapun. Dia menjelaskan memang ada hal-hal yang sangat aneh dalam misi ini, pencegahan sudah benar-benar dia usahakan selama ini. Tapi dia tidak menyangka kalau akan menjadi seperti ini. Saat Gorris terbangun, Jorgun berencana untuk pulang ke desa dan melaporkan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.
"Apakah kita akan meninggalkan Caris?" Aku bertanya kepada mereka.
"Ini adalah sebuah misi. Pengorbanan sudah biasa terjadi saat kau melakukan ini." Ucap Jorgun.
"Kau benar-benar yakin tidak ingin menyelamatkannya?" Aku bertanya sekali lagi.
Dia terdiam untuk beberapa saat. Saat dia menatap mataku dengan sebuah keyakinan, aku dapat memastikan jawabannya. Kami akan melakukan serangan balik kepada mereka.
__ADS_1
Aku tidak peduli apapun itu. Aku akan membongkar semua ini. Walaupun kemungkinan berhasil sangatlah kecil, aku tetap akan mencobanya. Tunggu aku, Caris! Aku akan menjemputmu.
...----------------...