Ephemeral : A Journey To Find The Meaning Of Life

Ephemeral : A Journey To Find The Meaning Of Life
Chapter 15 : Persahabatan Seorang Manusia dan Elf


__ADS_3

Ini adalah ingatan dari Eldryn yang akan diceritakan kepada Luke.


"Bagaimana kau bisa berada di sini?" Ucap Eldryn.


"Aku juga ingin bertanya seperti itu, memangnya ini tempat apa?" Jawab Fredo.


"Ini adalah alam Elf."


"Oh" Singkat Fredo.


"... Hanya itu saja?!"


Setelah itu, dia hanya tertawa. Itu adalah pertemuan pertamaku dengan Fredo. Fredo mengatakan bahwa ia adalah seorang peneliti yang sedang meneliti sebuah pohon besar yang telah hidup selama ratusan tahun. Saat aku bertanya bagaimana cara dia memasuki tempat ini, dia tidak tahu apa-apa tentang itu. Dia hanya mengatakan kalau dia sedang tidur di bawah pohon besar dan tiba-tiba sampai di tempat ini. Karena aku tidak merasakan niat jahat darinya, aku mencoba untuk mempercayai dirinya.


"Mohon bantuannya, ya!" Ujar Fredo.


Saat aku membawa Fredo, banyak para Elf yang terkejut melihat kedatangan seorang manusia. Karena itu adalah kali pertama ada seorang manusia yang bisa memasuki tempat ini. Aku membawa Fredo untuk menemui para tetua. Kebanyakan dari mereka tidak terlalu menyukai keberadaan Fredo tapi juga tidak membencinya. Mereka memberikan beberapa pertanyaan seperti asal-usulnya, niatnya, dan bagaimana caranya sampai ke sini. Fredo menjelaskan semua itu kepada para tetua dengan rinci. Walaupun masih ada perasaan ragu terhadap Fredo, para tetua mengizinkannya untuk tinggal di sini. Mereka menyuruhku untuk bertanggung jawab atas hal ini, jadi aku akan membiarkannya tinggal di tempatku.


Aku memiliki seorang adik perempuan, namanya adalah Yavanna. Dia sangat imut, tapi memiliki sifat yang sangat pendiam. Saat aku pertama kali membawa Fredo ke rumah, dia selalu menghindari Fredo.


"Apakah dia tidak menyukaiku?" Ucap Fredo.


"Tidak kok. Dia hanya terkejut saja, mungkin" Balas Eldryn.

__ADS_1


Setelah hari itu, aku jadi lebih sering menghabiskan waktu bersama Fredo. Aku menemaninya yang sedang meneliti tentang tempat ini.


"Eldryn! Apakah itu benar-benar Phoenix?!" Tanya Fredo.


"Iya."


Fredo sangat tertarik dengan burung Phoenix itu. Dia mulai mencoba untuk berteman dengan burung itu. Tidak perlu waktu lama untuk mereka bisa mengakrabkan diri masing-masing. Fredo berbaur dengan baik di tempat ini, banyak para Elf yang mau berteman dengannya. Adikku yang biasanya pendiam itu, jadi lebih dekat dengannya. Tapi aku merasa kedekatan mereka itu berlebihan.


Sudah dua tahun semenjak kedatangan Fredo. Dia sudah diterima sebagai penduduk tempat ini. Kami jadi lebih banyak mengetahui tentang kehidupan di luar sana. Dia juga mengenalkan kami tentang budaya-budaya dari ras manusia. Dia juga menjadi guru bagi anak-anak di tempat ini. Jasa yang dia berikan kepada kami lumayan besar, pengetahuan itu sangat berguna bagi kami yang hidup seperti ini.


Tapi, semua kebahagiaan itu hancur hanya karena satu kesalahan. Ada beberapa peraturan tidak tertulis di tempat ini yang harus dipatuhi oleh penduduknya, salah satunya adalah seorang ras Elf tidak boleh bersetubuh sebelum melewati umur 50 tahun. Ya, Fredo dan Yavanna, melanggar peraturan itu.


Saat itu, Fredo telah berusia 28 tahun dan adikku berusia 19 tahun. Aku sudah tahu bahwa adikku memiliki ketertarikan terhadap Fredo, sebagai kakaknya aku tidak mungkin tidak menyadari hal sepele seperti itu. Tapi, aku tidak pernah mengetahui tentang hubungan mereka yang sedalam itu. Aku terkejut mendengar kabar bahwa Yavanna telah hamil dengan kandungan yang telah berumur lebih dari tiga minggu.


Waktu telah berlalu, anak dari Fredo dan Yavanna telah lahir. Mereka menamainya Nienna, Dia tidak memiliki kuping seperti Elf, tapi memiliki rambut berwarna putih khas ras Elf. Awalnya, semua berjalan dengan baik. Tapi yang namanya berbohong pasti akan terbongkar suatu hari nanti, kan?


Salah satu Elf yang sedang berkunjung ke rumah kami untuk memberikan kabar tentang ritual untuk memuja dewa. Kegiatan ini dilakukan setiap lima tahun sekali. Secara tidak sengaja, Elf itu melihat kebohongan yang selama ini kami simpan dan melaporkannya kepada para tetua.


Benar, sebuah hukuman akan diberikan kepada mereka. Mereka diharuskan pergi meninggalkan tempat ini. Para tetua menegaskan bahwa mereka harus pergi sesegara mungkin, jika tidak tempat ini akan semakin ternodai kesuciannya. Aku ingin membantu mereka, tapi aku tidak memiliki keberanian saat itu.


Kepergian mereka diketahui oleh semua Elf yang ada. Sejujurnya, tidak ada satu pun Elf yang ingin mereka pergi dari tempat itu, terutama kepergian seorang Fredo. Banyak yang menyayangkan kejadian itu. Walaupun melanggar peraturan, Fredo tetaplah sosok yang sangat berjasa. Aku bangga bisa mengenal seorang Fredo. Ada yang sangat ingin aku lakukan, tapi aku bingung saat itu.


Ritual dilakukan pada malam itu. Itu adalah pemujaan untuk dewa yang telah melindungi tempat kami selama ini, ritual dilakukan di dekat pohon besar itu. Setelah ritual selesai, kami merayakan malam itu dengan berpesta dan menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


Aku tidak menikmati pesta itu, aku merasakan ada yang kurang dari tempat ini. Mereka semua juga merasakan hal yang sama. Kami semua berharap Fredo ada di sini, bersenang-senang bersama kami semua.


......................


Kembali ke masa ini, Luke dan Eldryn yang sedang berbicara satu sama lain.


"Hanya ada satu penyesalan yang terus menghantuiku... Aku menyesal karena tidak ikut bersama mereka saat itu. Sesuatu yang aku anggap sebagai keluarga, telah hilang." Ujar Eldryn.


Aku sangat mengerti apa yang dirasakan olehnya. Kehilangan seseorang yang memiliki tempat khusus di hati kita adalah hal yang menyakitkan.


"Aku selalu khawatir kepada Yavanna yang pastinya akan hidup lebih lama daripada Fredo. Apakah dia bisa melakukan semuanya dengan baik? Aku hanya bisa berharap yang terbaik untuknya. " Ujar Eldryn.


Aku berterima kasih kepada Eldryn karena dia telah bersedia untuk menceritakan hal itu kepadaku. Dia tidak masalah dengan hal itu, tapi aku hanya merasa tidak enak saja kepadanya.


Saat akan pergi dari tempat itu, aku mengatakan sesuatu kepada Eldryn.


"Dia pasti baik-baik saja." Ucapku.


Eldryn tersenyum mendengarnya dan mengucapkan terima kasih kepadaku.


Setelah pergi dari sana, aku menyadari suatu hal penting. Dunia ini masih memiliki banyak misteri yang tersembunyi.


Aku telah menentukannya! Aku akan menetap di tempat ini untuk satu bulan. Untuk mencari tahu hal-hal penting yang mungkin akan menuntun perjalananku. Sekaligus untuk melatih kemampuan bertarung ku. Kejadian hari itu, membuatku sadar akan suatu hal. Bahwa aku masih terlalu lemah. Aku akan menjadi lebih kuat, demi rekan-rekanku, diriku sendiri... Dan dia (Helen).

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2