
Sudah satu minggu berlalu sejak hari itu. Luka yang kami terima telah pulih sepenuhnya setelah beristirahat. Kami menetap di kerajaan ini untuk mencari informasi penting tentang para pembunuh bayaran tersebut. Setelah bertanya kepada banyak orang, hanya ada satu orang yang benar-benar mengetahui hal tersebut. Seorang pemilik kedai tua yang tidak memiliki seorang pelanggan.
"Wah wah, tumben sekali ada yang berkunjung. Ada yang bisa aku bantu?" Ucap seorang pria tua.
Aku menjelaskan maksud dan tujuanku datang ke kedainya, dia sangat terkejut saat aku menjelaskan apa yang sedang terjadi.
"Apakah kau mengetahui tujuan mereka?" Tanyaku.
"Aku tidak tahu tentang itu. Tapi biasanya, seorang pembunuh bayaran lebih banyak berhubungan dengan orang-orang dari organisasi pasar gelap." Jawabnya.
Aku bertanya kepadanya mengapa dia bisa mengetahui hal tersebut.
"Dulu, aku adalah salah satu dari orang-orang tersebut. Semua orang yang keluar atau mengkhianati organisasi tersebut harus dibunuh untuk menjaga kerahasiaan organisasi. Seharusnya aku sudah kehilangan nyawaku pada saat itu, tapi sepertinya aku sangatlah beruntung bisa selamat."
Aku menyadari satu hal, ada satu orang yang berhubungan dengan pasar gelap pernah aku temui di kerajaan ini. Dia adalah Bermund, seorang pedagang budak. Aku bertanya kepada pria tua itu secara lebih spesifik tentang bagaimana organisasi tersebut berjalan.
"Aku akan sedikit menjelaskannya kepadamu. Satu, seorang pembunuh yang melakukan tugasnya atas perintah orang lain. Mereka menjalankan tugas secara diam-diam, bahkan mereka harus membuang semua identitas lama mereka dan menjadi orang lain saat menjalankan tugas. Dalam organisasi tersebut, ini adalah pangkat paling rendah. Ini juga penting, seorang pedagang yang berdagang di kerajaan-kerajaan besar. Kebanyakan dari mereka melakukan perdagangan budak dan organ tubuh. Usahakan jangan terlibat terlalu dalam dengan orang-orang seperti itu. Dan, jangan pernah menyentuhnya! Jika tidak, kau akan berurusan langsung dengan mereka."
Pria tua itu mengatakan dia ada urusan setelah ini, jadi dia akan pergi.
"Tunggu, mereka itu siapa?" Tanyaku.
"Kau akan menemukannya nanti." Dia pergi setelah mengatakan hal tersebut.
Aku tidak begitu mengetahui apa maksudnya. Tapi aku yakin, mereka yang ia maksud adalah orang-orang yang sangat berbahaya.
......................
Seminggu yang lalu.
"Selamat datang kembali!... Nona Elf yang cantik." Ucap Bermund.
"Apa mau mu?" Tanya Caris.
__ADS_1
"Tenang saja, ini hanya sebuah bisnis. Dengan kemampuan bertarung dan wajah yang cantik, kau pasti akan terjual dengan harga yang sangat mahal."
Caris dimasukkan ke dalam kurungan dan dipakaikan kalung budak. Caris mencoba untuk melawan tapi semua itu sia-sia saja.
"Tidak ada yang akan menyakitimu. Jika kulit cantikmu itu lecet, aku akan mengalami kerugian besar." Ucap Bermund kepada Caris yang sudah putus asa.
Tidak ada yang bisa Caris lakukan saat ini. Terkurung dan memakai kalung budak, kejadian yang sangat mengenaskan. Caris tidak pernah menyangka akan berada dalam kondisi seperti itu. Caris hanya bisa berharap kepada kami untuk segera menolongnya.
"Tolong selamatkan aku, teman-teman." Gumam Caris.
......................
Aku melaporkan hasil hari ini kepada Jorgun. Jorgun menyarankan untuk melancarkan serangan langsung ke markas, lalu membungkam semua saksi dengan cara membunuhnya. Aku tidak berpikir itu adalah ide yang buruk. Tapi aku berpikir, mungkin ada cara lain yang lebih baik daripada itu.
"Kau tidak ingin memberikan satu ide pun?" Tanyaku kepada Gorris.
"Aku hanya akan membuat semuanya menjadi masalah, seharusnya kau mengerti kan?"
"Memangnya kau yakin bisa menyelamatkannya?" Gorris meragukan niatku.
"Maksudmu apa?" Tanyaku.
"Kau tidak lihat apa yang kita alami saat melawan orang-orang itu sebelumnya? Kau ini tidak pernah belajar ya. Memang manusia itu hanya mengikuti keegoisannya saja!"
"Kau tidak berhak berkata seperti itu? Tidakkah kau memikirkan nasib temanmu saat ini, hah?!" Aku mendorongnya dan marah kepadanya.
"Kau tidak pernah paham. Manusia sepertimu, tidak akan pernah memahami apa yang kami rasakan selama ini! Aku membenci orang-orang sepertimu, selalu bersikap naif dan berharap semua selalu berjalan dengan lancar. Kau bilang ingin menyelamatkannya? Jangan sok menjadi pahlawan, keparat!" Gorris mengeluarkan apa yang menjadi isi hatinya selama ini.
Aku tidak bisa melawan perkataannya, semua yang dia katakan itu tidak salah. Persentase kemungkinan keberhasilan misi ini benar-benar sangat rendah. Mungkin, aku adalah seseorang yang benar-benar egois. Tapi, aku tetap ingin menyelamatkan seseorang yang menghargai keberadaan ku.
Rencana yang telah dibuat akan dilaksanakan besok, saat semua orang sudah tertidur. Saat itulah kami akan beraksi untuk menyelamatkan Caris dari pedagang tersebut.
......................
__ADS_1
Akhirnya hari ini tiba juga. Rencana akan dijalankan malam ini. Semuanya telah bersiap-siap untuk melakukannya, dengan alat-alat perlengkapan yang kami bawa, kami akan menerobos ke dalam.
Pertama, aku akan masuk ke dalam sebagai seorang pembeli untuk mengelabuhi pedagang tersebut. Dengan memakai topeng dan jubah, dia tidak akan menyadari kalau yang sedang berada di dekatnya adalah aku.
"Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Bermund menyambut.
Langkah pertama sukses. Lanjut yang kedua, aku mengajaknya untuk mengobrol dan berkeliling. Saat sedang berkeliling, aku melihat Caris yang sedang terkurung. Aku lekas mengatakan kepada Bermund bahwa aku tertarik pada salah satu budak yang dijualnya. Dia berkata bahwa ia juga berniat untuk merekomendasikan Caris kepadaku, karena Caris adalah seorang Elf cantik yang memiliki kemampuan bertarung. Langkah kedua berjalan dengan mulus.
"Tuan tertarik dengan yang ini? Mata anda sangat jeli sekali ya, hahaha!"
Aku memberikan kode kepada Caris, dan dia menyadari bahwa itu adalah aku. Bermund membuka kurungan itu dan membiarkan Caris keluar dari sana. Ini adalah momen yang sangat tepat, aku memberikan kode kepada mereka semua yang telah bersiap di posisi mereka masing-masing.
Jorgun sudah bersiap dari luar tempat ini. Jika aku menghentak kakiku dua kali, dia akan langsung masuk dan melemparkan bom asap ke ruangan besar ini.
Gorris menyelinap dengan hati-hati sejak awal. Dia menggunakan jubah yang kuberikan sihir penghilang agar tubuhnya tidak terlihat. Dia hanya perlu menunggu momen yang tepat saat ini.
Aku memberikan kode yang biasa digunakan oleh para Elf kepada Caris yang berarti "bersiap-siaplah, sebentar lagi ini akan di mulai."
Aku mencoba untuk berbincang-bincang dengan Bermund sambil mencari momen yang bagus untuk melakukannya. Sekaligus memeriksa ada berapa orang yang kemungkinan menjadi saksi di tempat ini. Menggunakan skill sihir pendeteksi untuk menghitungnya, kira-kira ada 20 orang termasuk Bermund. Jumlah yang sangat besar, tapi kami sudah mengantisipasi kemungkinan itu.
Aku memberi kode kepada Caris "Inilah waktunya."
"Hei, apakah malam ini indah?" Tanyaku.
"Maaf? Maksud Tuan apa ya?" Bermund bertanya sambil tersenyum.
Aku menarik pedang dan menusuk jantungnya, lalu menghentakkan kakiku sebagai kode untuk Jorgun. Semua bawahannya langsung bergerak dan mengepung kami. Tapi Jorgun langsung melemparkan bom asap yang membuat mereka jadi sulit untuk menemukan kami. Aku mencoba untuk membawa Caris keluar dari kepungan.
Gorris menggunakan panahnya dan menyerang mereka semua dari jarak yang sedikit jauh. Jorgun ikut membantu dan setelah aku menaruh Caris di tempat yang aman, inilah waktu yang tepat untuk beraksi dan memulainya. Semuanya dalam keadaan siap dan akan bertarung semaksimal mungkin.
"Inilah yang aku tunggu-tunggu, taktik serangan balik!" Semangat aku.
...----------------...
__ADS_1