Ephemeral : A Journey To Find The Meaning Of Life

Ephemeral : A Journey To Find The Meaning Of Life
Chapter 16 : Api Peperangan Yang Membakar Kebahagiaan


__ADS_3

"Kau sudah siap, Luke?" Ucap Jorgun.


"Ya, ayo pergi." Ucapku.


Aku telah menetap di sini selama satu bulan. Berlatih dan mempelajari tentang tempat ini, serta menguasai sihir-sihir yang belum pernah aku kembangkan. Kemampuan bertarung dan melatih konsentrasi dengan cara bermeditasi. Kali ini aku yakin, aku pasti bisa melindungi semua rekan-rekanku.


Jorgun mengatakan aku akan memperoleh potensi maksimal ku dengan cara meningkatkan pengalaman bertarung. Aku menyadari masih banyak orang-orang yang lebih kuat dari diriku di dunia ini, tapi aku tidak peduli akan hal itu. Sekuat apapun dirimu, jika kau tidak bisa melindungi seseorang yang kau sayangi, kau akan merasa frustasi. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi pada orang lain ataupun diriku.


Sebelum pergi aku pamit kepada mereka semua dan mengucapkan terima kasih telah mengizinkanku untuk tinggal di tempat ini. Aku juga akan mengucapkan selamat tinggal kepada Gorris di pemakamannya.


"Apakah kau sudah tenang di sana, Gorris? Yah... Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal kepadamu. Setelah ini, aku akan pergi kembali ke desa mu untuk menjemput Helen yang sedang menunggu kepulangan ku. Dia pasti sedang kesepian saat aku tidak ada, hahaha!... Hei, kau pernah bilang bahwa kau ingin ikut denganku, kan? Sayang sekali ya, kita tidak bisa melakukannya... Selamat tinggal, ya."


Jika kita dipertemukan lagi di kehidupan selanjutnya, maukah kau berteman denganku, Gorris?


Aku tahu sia-sia saja berbicara kepadamu saat ini. Aku sudah gila jika memaksamu untuk hidup kembali dan berbicara. Tapi, aku ingin mendengar jawabanmu, sekali saja.


"Aku bersedia, Luke." Suara yang entah dari mana muncul.


Aku mendengar suaranya, mungkin aku sudah gila, haha! Tapi, aku senang mendengarnya walaupun itu hanya sebuah ilusi. Selamat tinggal, rekanku.


Aku akan berusaha untuk membuat orang-orang tidak kecewa kepada diriku lagi. Ini adalah waktunya untuk pergi, ada hal yang harus kulakukan di sana.


Kepergian kami di sambut oleh semua penduduk. Mereka mendoakan perjalanan kami agar diberkati. Banyak juga yang memberi oleh-oleh untuk desa Jorgun dan Caris, juga aku. Sebelum pergi, Kakek Eldryn menitipkan ku sesuatu.

__ADS_1


"Jika kau bertemu dengannya, tolong berikan ini kepadanya." Memberiku sebuah kalung yang terlihat sudah tua dan kertas.


"Aku akan memberikannya." Ucapku.


Setelah pergi dari sini, aku akan pergi untuk menjemput Helen dan melanjutkan perjalanan kami. Begitulah ucapku sebelum melihat apa yang telah terjadi di desa Elf.


Desa ini hancur, tidak ada satu pun orang yang berada di sini. Kami menemukan mayat-mayat para Elf yang tergeletak di tanah. Apa yang sebenarnya terjadi, aku benar-benar tidak memahami keadaan ini. Pemandangan ini sangat mengerikan, hutan yang terbakar dan mayat ada di mana-mana.


Aku mencari Helen, tapi dia sama sekali tidak ada di sini. Hatiku sedikit lebih lega mengetahui bahwa Helen tidak ada di antara mayat-mayat ini. Tapi, bagaimana dengan Jorgun dan Caris?


Aku mencari tahu siapa pelaku yang menyebabkan semua ini. Dari jejak kaki yang ada dan bekas-bekas yang di tinggalkan, pelakunya adalah sekelompok bandit. Jorgun emosi dan bersumpah untuk membunuh orang-orang yang telah melakukan ini. Caris hanya bisa bersedih melihat kampung halamannya yang telah hancur.


Ini yang menjadi pertanyaan bagiku sekarang, apa yang sebenarnya terjadi selama kami berada di dalam alam Elf itu. Mengapa tiba-tiba para bandit menyerang dan merampas dari tempat ini.


Aku menunggu mereka yang sedang berduka atas kejadian itu. Mereka terlihat sangat kacau dan putus asa. Aku mencoba untuk meyakinkan mereka, pasti masih ada yang berhasil lolos dari kejadian ini.


"Maka dari itu, kita harus mencari mereka saat ini." Ucapku.


Mereka sedikit lega mendengar perkataan ku. Aku mencoba untuk meyakinkan mereka dengan rencana yang akan aku lakukan. Lalu, Jorgun dan Caris setuju denganku, kami akan mencari tahu tentang apa yang terjadi saat ini.


......................


Kami terpaksa kembali ke Kerajaan Amfordia untuk mendapatkan informasi tersebut. Saat ini, tempat itulah yang bisa memberikan banyak informasi tentang ini.

__ADS_1


Saat masuk ke dalam kerajaan, aku melihat banyak sekali orang-orang yang datang ke tempat ini. Tidak terkecuali, ras manusia setengah hewan. Aku pergi ke tempat guild petualang dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Salah satu petualang bersedia untuk bercerita kepadaku.


Kejadian ini terjadi mungkin sekitar dua minggu yang lalu. Saat itu, terjadi keributan di antara tiga kerajaan besar yang disebabkan oleh seorang raja baru dari Kerajaan Maligneit. Seorang pangeran yang baru diangkat sebagai seorang raja karena prestasinya dalam mengurus bidang kemiliteran. Nama dari raja itu adalah Verdal De Vraies.


Dia memberikan usul untuk membuat semua kerajaan menjadi kesatuan dan dia akan menjadi pemimpin dari persatuan itu. Tetapi, raja dari Kerajaan Amfordia dan Kerajaan Rastaig menolak usulannya tersebut. Awalnya baik-baik saja, tapi beberapa hari kemudian ada kabar bahwa raja dari Kerajaan Rastaig terbunuh oleh bawahan dari Raja Verdal. Benar, itu adalah awal dari keributan besar yang terjadi saat ini.


Pangeran dari Kerajaan Rastaig saat ini mengambil alih kekuasaan. Mengetahui ada mata-mata yang dikirimkan oleh Raja Verdal, Raja dari Amfordia pun menjadi waspada dan memperketat keamanan. Verdal yang melihat adanya kekacauan yang terjadi di Kerajaan Rastaig, langsung mengirimkan pasukan untuk menyerang mereka. Saat ini, terjadi perang besar antara dua negara tersebut. Kerajaan Amfordia juga memiliki kemungkinan untuk terlibat dalam peperangan itu, karena melihat Raja Verdal yang memiliki ambisi yang sangat besar tersebut.


Dampak yang disebabkan oleh peperangan itu membuat para penduduk di luar kerajaan mengalami kerugian. Sudah banyak desa kecil yang menjadi korban dari ganasnya peperangan ini. Jalur perdagangan menjadi sulit dan kebanyakan sumber daya diberikan untuk pasukan militer saat ini. Perang ini akan terus berlangsung hingga ada salah satu yang kalah atau mengalah.


Aku terkejut mendengar hal itu, terutama banyaknya desa kecil yang hancur. Jika memang begitu, berarti desa tempatku tinggal juga terkena dampaknya. Aku berpikir, bagaimana dengan keadaan orang tuaku saat ini.


"Tempat ini sudah mulai penuh, banyak yang pergi ke pelabuhan untuk berlayar ke benua Eshean." Ucap salah satu petualang.


Aku telah menentukan tujuanku, kami akan pergi ke Eshean setelah melakukan beberapa hal. Aku mengajak kepada Jorgun dan Caris untuk pergi ke kampung halamanku dan memeriksa apa yang terjadi di sana.


......................


Perjalanan kami memakan waktu hingga beberapa bulan untuk sampai di desa ku. Semua tempat yang pernah aku kunjungi sudah hancur, termasuk desa Helen yang tidak tersisa apapun lagi. Yang paling membuatku sedih saat itu adalah melihat Bu Maria yang tidak bernyawa lagi. Keributan antara tiga kerajaan besar sama dengan kehancuran bagi benua ini sendiri.


Aku sampai di kampung halamanku. Ya, kau benar, ini hancur tanpa sisa. Tetapi, tidak ada satu pun mayat di desa ini. Aku harap mereka semua berada di tempat yang aman saat ini.


Setelah melihat semua yang terjadi saat ini, aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Terlalu banyak korban yang disebabkan oleh peperangan ini. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan saat ini, tapi aku pasti akan berusaha melakukan sesuatu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2