Fake Nerd Boy Is Mine

Fake Nerd Boy Is Mine
Bab 8


__ADS_3

Haii....


Makasih sudah membaca cerita saya...


Jangan lupa Vote! Vote! Vote!


Karena Vote mu semangat kuu eaaa😆


Jangan lupa follow dan komen yaaa


Kasih sarannya dong cerita author kurang apa? Kurang garam atau kurang micin? hehehe😆


Selamat membaca...🤗


Seorang gadis tengah berdiri menantikan sang pangeran menjemputnya dengan menahan rasa gugupnya dengan balutan gaun pengantin yang berwarna biru laut dengan model yang simpel tapi elegan membuat gadis itu semakin terlihat cantik.


Gadis itu dihampiri Pria yang memakai Jas yang senada dengan gaun gadis itu, Semua orang menatap dengan takjub kearah pasangan itu terlihat sangat cocok sekali bahkan banyak orang yang terkagum-kagum melihat pasangan itu.


Mereka berdua mengucapkan janji suci pernikahan setelah itu mereka berciuman. Suara tepuk tangan meriah di gedung itu, ya itu adalah acara pernikahan Ara dan Arkan tak banyak tamu yang di undang hanya kerabat keluarga saja karena Ara menginginkan pesta pernikahan yang tertutup.


"Selamat ya semoga hubungannya langgeng sampe jadi kakek nenek Sampek gigi Lo ompong hahaha," kata Devan memberi selamat untuk Ara dan Arkan.


"Iya makasih doanya," ujar Ara dan Arkan.


"Jangan lupa gue pesen ponakan yang lucu lucu 10," kata Devan membuat Ara melotot.


"Gila Lo kira ternak ayam apa," Ara menjitak kepala Devan membuat banyak orang tertawa.


"Aw sakit Ara ," Devan meringis memegangi kepalanya yang habis dijitak Ara.


"Bodo," ujar Ara ketus.


"Selamat ya, dan buat Lo Arkan gue harap Lo bisa jaga Ara baik baik jangan buat dia sedih, gue habisin Lo," kata Bian memang Bian sudah menganggap Ara itu adiknya sendiri.


"Siap, gue gak akan nyakitin Ara," kata Arkan mantap.


"Oke gue pengang omongan Lo," ujar Bian.


"Uluh uluh Bibi ku emang Lo tuh sahabat gue," kata Ara mencubit pipi Bian, Bian mengelus kepala Ara.


"Selamat ya bro, gue yakin Ara tuh terbaik buat Lo," kata Aldi memegang pundak Arkan.


"Yoi thanks,"


"Kita foto dulu yuk ber 5 buat kenang kenangan," kata Devan.


Mereka berfoto ria mulai dari gaya formal sampai gaya absurd, membuat banyak orang yang tertawa karena tingkah absurd mereka.


"Udah foto foto terus ntar kasihan yang ngantri masih banyak," kata Bian karena melihat antrian orang orang yang mau memberikan selamat untuk pengantin baru.


"Ya udah kita turun dulu mau cari makanan laper," kata Aldi.


"Lo mah makan Mulu yang dipikirin," kata Devan.

__ADS_1


"Kayak Lo nggak aja," balas Aldi.


"Udah udah sory ya kita turun dulu," kata Bian lalu menyeret Aldi Dan Devan membuat banyak orang tertawa melihatnya.


"Huft masih banyak ya?" tanya Ara menghembuskan nafas berat karena lelah.


"Lo capek ya?" tanya Arkan balik.


"Iya lah mana kaki gue sakit lagi," jawab Ara cemberut.


"Ya udah Lo duduk aja dulu ini udah mau selesai kok," kata Arkan khawatir melihat wajah Ara yang terlihat kelelahan.


Para tamu sudah pulang dan sepi sekarang Mama, Papa, Momy dan Dady menghampiri Ara dan Arkan yang duduk kelelahan.


"Kalian mau langsung pulang?" tanya Papa.


"Iya Pa Ara juga kelihatanya capek banget," jawab Arkan.


"Ya sudah hati hati dijalan," ujar Papa.


"Iya Pa,"


"Arkan Dady titip Ara ya," kata Daddy.


"Ih Daddy Ara kan udah besar," kata Ara memeluk Daddynya.


"Iya jangan lupa ya kan Ara udah besar kasih Mommy cucu yang lucu lucu ya," Mommy.


"Ish Momy Ara gak jadi besar Ara masih kecil," kata Ara membuat semua terkekeh.


Arkan mengendarai mobilnya menuju rumah baru mereka, rumah itu dibeli Arkan menggunakan uang tabungannya dari SMP karena Arkan dari SMP sudah bekerja di perusahaan Papa nya dan tentunya kekurangannya dibayar oleh Papanya.


Setelah sampai mereka turun dan masuk ke rumah itu, Rumah dengan disain yang sangat elegan dan simpel dengan warna biru kesukaan Arkan didepan rumah mereka ada taman dan air pancur dengan kolam ikan dibawahnya membuat kesan sejuk alami.


"Ini rumah Lo?" tanya Ara.


"Bukan," jawab Arkan.


"Terus kalau bukan ngapain kita kesini, mau maling ya Lo? Kalau maling jangan ngajak-ngajak gue. Kalau bagi hasil baru deh ngajak gue," tanya Ara polos.


"Ini bukan rumah gue tapi ini rumah kita," kata Arkan membuat Ara memutar mata jengah.


Meleleh hati author:v


"Gak kegedean kan cuma ber-2 doang," tanya Ara.


"Kan nanti sama anak anak kita," kata Arkan membuat Ara memukul pelan lengan Arkan.


"Anak Mulu sekolah yang bener," ujar Ara ketus.


"Ya kan sebentar lagi lulus," kata Arkan.


"Lulus SMA, gue kan masih mau kuliah sampai S3," kata Ara membuat Arkan melongo.

__ADS_1


"What?? S3 lama dong,"


"Iya."


"Masa harus nunggu sampai lulus S3 sih," ujar Arkan memelas.


"Bodo," Ara meninggalkan Arkan.


"Arkan kamar gue yang mana?" tanya Ara melihat isi rumah Arkan.


"Ayo," Arkan menggandeng tangan Ara menuju lantai 2.


Arkan membuka pintu kamar mereka, ranjang king size dengan sofa, tv, PS, meja rias, meja belajar, bahkan koleksi RC drift Ara sebagian ada disana sudah tertata rapi.


"Kok barang barang gue udah ada disini? Udah rapi lagi," Ara heran karena seingatnya dia belum mengemas barang barangnya.


"Orang suruhan Daddy," jawab Arkan.


Arkan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya, sedangkan Ara membersihkan make up yang menempel diwajahnya dan mencopot hiasan yang ada di kepalanya.


Ceklek.


Arkan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan sehelai handuk yang menutupi pinggang sampai dengkulnya dengan rambut yang masih basah sehabis keramas memperlihatkan ABS nya.


"ARKAN LO UDAH BUAT MATA GUE GAK SUCI LAGI!!" teriak Ara sambil menutupi matanya membuat Arkan menyeringai.


Gue kerjain aja, batin Arkan


Arkan mendekat ke arah Ara yang masih duduk di meja rias, Arkan memeluk Ara dari belakang membuat Ara terkejut.


"Arkan gue bunuh lo, ngapain peluk peluk gue mana rambut Lo basah kena gue ihhh lepasin," Ara meronta ronta sambil memejamkan matanya.


"Kenapa? Kan kita udah sah," goda Arkan.


"Bodo," kata Ara lalu menyikut perut Arkan keras dan berlari ke kamar mandi.


"Aws Istri durhaka," Arkan meringis menahan sakit di perutnya.


"Bodo salah sendiri," kata Ara yang ada di kamar mandi.


Arkan menggunakan kaos putih polos dan celana boksernya sedangkan Ara menggunakan piyama Doraemon.


"Lo gak boleh melewati batas," kata Ara menaruh guling di tengah tengah Ara dan Arkan.


"Ih kan sempit," Arkan protes namun di abaikan Ara.


Ara tidur memunggungi Arkan, sedangkan Arkan memeluk pinggang Ara posesif.


...Gimana Ceritanya??...


...Penasaran kelanjutan ceritanya??...


...Jangan lupa Vote...

__ADS_1


...Maaf banyak typo...


__ADS_2