
Ara merebahkan badannya di sofa dan seenaknya menaruh kepalanya dipaha Arkan membuat Arkan terkejut tapi dibiarkan karena Arkan kasihan Ara terlihat sangat mengantuk.
.......
.......
.......
Kring... Kring... Kring...
Beli istirahat berbunyi namun Ara masih terlelap sedangkan Arkan memainkan gamenya.
"Cantik kalau lagi tidur gak kelihatan barbarnya malah kayak anak kecil imut," gumam Arkan.
"Ara bangun udah bel istirahat," Arkan membangunkan Ara sambil menepuk pipi Ara agar bangun.
"Hm Ara masih ngantuk," kata Ara masih memejamkan matanya.
"Ara udah istirahat Lo mau bangun gak?" tanya Arkan.
"Hah udah istirahat ya cepet banget," balas Ara sambil mengedip kan matanya yang terasa berat membuat Arkan terkekeh pelan.
"Lo lucu kalau bangun tidur," ujar Arkan sambil mengelus kepala Aram
"Lo ganteng kalau gak pakek kaca mata," puji Ara melihat Arkan yang tidak memakai kacamata palsunya.
"Hah masa?" tanya Arkan gelagapan langsung memakai kacamata non minusnya.
"Ih kok dipake lagi sih jadi cupu," gerutu Ara.
"Emang kalau pake kacamata jelek ya?" tanya Arkan.
"Jelek gak papa gue malah seneng jadiin Lo pacar gue," jawab Ara.
"Emang kenapa kalau jelek?" tanya Arkan heran.
"Kan gak ada cewek yang mau rebut pacar gue hahaha," Ara tertawa.
"Tapi Lo kalau gak pakek kaca mata mirip siapa ya kayak pernah lihat tapi gue lupa," kata Ara sambil mengingat ingat.
"Hah salah lihat mungkin," ucap Arkan gugup.
"Ya udah ayo kekelas gue mau lanjut tidur," kata Ara mengambil tasnya dan mereka kekelas.
Saat bel masuk semua siswa siswi masuk kekelas masing masing.
"Bebeb Ara bangun, Lo kapan datengnya gue kira Lo gak masuk," heboh Devan.
"Ck berisik lo!" decak Ara memukul kepala Devan membuat siswa yang melihat tertawa.
"Ara kenalin nih temen baru kita," kata Devan menunjuk Aldi.
Aldi teman Arkan yang baru pindah masuk ke kelas Ara.
"Bodo," ujar Ara acuh.
"Kenalin nama gue Aldi anak baru pindahan dari Belanda," Aldi memperkenalkan diri sambil menjabat tangan Ara.
"Ara," balas Ara.
"Bebeb Ara singkat banget sih jawab nya," protes Devan.
"Jangan panggil gue Bebeb ntar pacar gue cemburu, iya gak yang?" kata Ara menyenggol lengan Arkan.
"Hah iya," Arkan menjawab gelagapan karena Aldi pasti akan mengintrogasi nya.
"Oh iya Aldi kenalin pacar gue, sayang kenalin nama Lo," kata Ara pada Arkan.
"What Ara panggil gue sayang!! Momy jantung Arkan maraton" pekik Arkan dalam hati.
"Arkan," kata Arkan sambil menjabat tangan Aldi.
"Aldi," ucap Aldi sambil menahan tawanya.
"Lo tau gak kenapa anak pindahan kebanyakan ditaruh dikelas kita?" tanya Devan.
"Nggak," jawab Ara dkk dan Arkan dkk.
"Karena kelas kita itu tempat penampungan hahaha," kata Devan sambil tertawa.
Krik
Krik
"Nggak lucu hahaha," kata Ara sambil tertawa bohongan membuat banyak siswa yang tertawa.
"Pak botak datang!!" teriak salah satu siswa membuat heboh satu kelas lalu duduk ke bangku masing masing.
Pelajaran berlangsung sampai akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa siswi pulang kerumah masing masing, Ara dan Arkan mengambil mobilnya di warung dekat sekolahan lalu pulang kerumah masing masing.
"MAMI ARA YANG CANTIK JELITA PULANG!!" teriak Ara.
__ADS_1
"Kok sepi sih," gumam Ara heran karena rumahnya sepi seperti tak ada tanda tanda kehidupan.
"Bi Mama sama Papa mana?" tanya Ara tanya kesalah satu pembantunya.
"Nyonya sama tuan tadi katanya lagi main kerumah temannya," jawab Bibi.
"Oh,"
"Non Ara mau makan dulu?" tanya Bibi.
"Nggak Bi Ara mau mandi dulu nati aja makannya," jawab Ara naik ke kamar dan mandi.
Ara merebahkan badannya ke kasur sambil memainkan ponselnya melihat aplikasi chatnya banyak nomor yang tak dikenal mengirimi pesan tidak penting seperti menyapa, mengajak kenalan dll tapi di abaikan Ara, Ara membuka grup chatnya dengan sahabatnya.
...The Gesrek Squad...
DevanDev
P
Masih pada idup kagak nih?
Sepi bener.
FebianBian
Berisik.
DevanDev
Bebeb Ara mana nih?
FebianBian
Gak tai.
DevanDev
Tau bego bukan tai.
FebianBian
Oh.
^^^AraCell^^^
^^^Apaan?^^^
^^^Brisik amat, gak ada yang chat Lo?^^^
DevanDev
^^^AraCell^^^
^^^Jijik gue pengen muntah pelangi🤮^^^
FebianBian
Gilanya kumat!
DevanDev
Dedek ternistakan😭
^^^AraCell^^^
^^^Lebay!^^^
FebianBian
*2
DevanDev
Untung temen!
^^^AraCell^^^
^^^Maaf anda siapa? Saya tidak kenal anda, iya kan Bibi kita gak punya temen seperti anda.^^^
FebianBian
Iya Ra, orang gila nyasar kali hahaha
^^^AraCell^^^
^^^Hahaha bener tuh. ^^^
DevanDev
Bodo😑
__ADS_1
FebianBian
Ntar malem ada tanding balap Lo mau ikut gak?
^^^AraCell^^^
^^^Pasti ikut lah!^^^
DevanDev
Gue juga ikut!
FebianBian
Mau gue daftarin sekalian gak?
^^^AraCell^^^
^^^Iya, gue daftarin sekalian. ^^^
DevanDev
Gue jadi penonton tetap aja.
FebianBian
Oke ntar jam 10 mulai tandingnya
Jam 9 kita kumpul dikafenya Ara yang dekat arena.
^^^AraCell^^^
^^^Bian jam set 9 jemput gue di dekat rumah gue.^^^
^^^Sama anter gue ambil motor di apart gue.^^^
FebianBian
Oke ntar kalau gue samapai deket rumah Lo gue telvon.
DevanDev
Siap.
Read.
Ara mematikan ponselnya lalu turun kemeja makan karena sudah waktunya makan malam.
"Udah pulang ma, pa?" tanya Ara.
"Udah lah," jawab Mama.
"Emang abis main kerumah siapa sih sampai Ara gak dikasih tahu," tanya Ara cemberut.
"Ke rumah Geraldy," jawab Mama.
"Ke rumah om Geraldy? Ngapain kan Ara gak buat masalah disekolahin paling cuma bolos," Ara heboh.
"Main lah, kamu masih ingat sama anaknya Om Geraldy?" tanya Mama.
"Inget Ray kan?" tanya Ara antusias.
"Iya dia kan dari kecil mainnya sama kamu terus, kalian dulu masih kecil udah main panjat pohon segala sampai Ray jatuh masih inget?" tanya Mama lagi.
"Masih lah ma Ray jatuh gara gara lihat ulat kan hahaha," Ara tertawa mengingat masa kecil bersama Ray sahabat kecil Ara.
"Ray udah pulang Lo keindonesia dia sekolah satu sekolahan sama kamu, masa kamu gak lihat Ray kalau disekolah?"
"Kan Ara lupa mukanya Ray kayak apa, terakhir ketemu juga pas SD kelas 1" ucap Ara.
"Minggu depan Ray sama Mama Papa nya mau main kesini," Papa memberitahu Ara.
"Wahh yang bener mah?? Ara bisa main dong sama Ray!?" tanya Ara antusias.
"Ya udah sekarang makan dulu, ceritanya nanti lagi," ucap Papa.
"Siap Papa!" kata Ara sambil hormat membuat Mama dan Papa tertawa.
Mereka makan dengan tenang setelah makan Ara pamit untuk ke kamarnya.
"Ma, Pa Ara ngantuk mau tidur dulu," Ara pamit.
"Tumben jam segini udah ngantuk biasanya juga tengah malem baru tidur?" tanya Papa heran.
"Nggak tau Ara ngantuk banget, good night ma, Pa," kata Ara mencium pipi Mama,dan Papa lalu Ara menuju kamarnya.
Ara mengunci kamarnya kalau menaruh guling diselimuti biar dikira Ara sedang tidur, sedangkan Ara dia siap siap mau ke area balap, Ara memakai baju pendek putih, jaket hitam, celana hitam panjang, dan sepatu hitam dan rambut di cepol asal.
...Gimana Ceritanya??...
...Penasaran kelanjutan ceritanya??...
__ADS_1
...Jangan lupa Vote...
...Maaf banyak typo...