
Warning!!
Mengandung banyak ke uwuan dan virus bucin
Author tidak bertanggung jawab bagi kaum jomblo, soalnya author juga jombloðŸ˜ðŸ˜†
Jangan lupa Vote! Vote! Vote!
Karena Vote mu semangat ku eaaaa😆
Jangan lupa komen dan follow akun author juga yaaa
Selamat membaca...
Setelah honey moon di Prancis Ara dan Arkan muncak dan menginap di villa keluarga Bian, malam harinya sesuai rencana mereka membuat acara BBQ di depan villa, dan keesokan harinya mereka menuju air terjun yang ada di dekat villa, Ara memang sangat menyukai alam. Setelah 3 hari mereka muncak mereka pulang. Ara dan Arkan pulang ke rumah mereka.
"Hon aku bulan depan udah mulai kuliah," kata Arkan sambil mengelus kepala Ara yang berbaring dipahanya, dan Arkan memanggil Ara honey kata Arkan biar romantis.
"Oh," Ara.
"Oh doang? Gak ada kata semangatnya gitu," tanya Arkan cemberut lalu Ara terkekeh melihat Arkan.
"Lihat aku," pinta Ara lalu Arkan melihat Ara lalu,
Cup
Ara mencium bibir Arkan kilas.
"Semangat my lovely husband," kata Ara lalu Arkan mencium wajah Ara gemas.
"Makasih honey," kata Arkan.
"Iya sama sama," kata Ara tulus.
"Oh iya kamu yakin gak mau kuliah? Aku gak ngelarang kamu kuliah kok, kamu bebas mau apa aja asalkan jangan dekat dekat sama cowok lain," kata Arkan posesif.
"Nggak aku masih bingung mau kuliah atau nggak," kata Ara.
"Ya udah aku selalu mendukung keputusan kamu," kata Arkan.
***
2 bulan kemudian.
Ara dan Arkan menjalankan aktivitasnya masing masing, Akan berkuliah sambil bekerja di perusahaan Daddynya sedangkan Ara mengurus kafenya, sebenarnya Arkan sudah melarang Ara bekerja karena Arkan takut Ara kecapekan tetapi Ara keras kepala.
"Besok Arkan ulang tahun aku kasih kado apa ya?" gumam Ara sambil menatap layar laptopnya lalu makanan pesanan Ara diantar di ruangan pribadinya yang ada di kafenya.
__ADS_1
"Bodo amat yang penting gue makan dulu," kata Ara.
Ara memakan makanan khas Thailand sehingga Ara menyuruh anak buahnya untuk membelikan saat Ara membuka bungkus makanan Ara mencium bau yang sangat menyengat membuat perut Ara bergejolak.
Ara berlari ke kamar mandi dan memuntahkan cairan, sudah satu Minggu Ara mual mual setiap pagi dan apabila Ara mencium aroma makanan tertentu membuat tubuh Ara lemas.
Ara menyuruh anak buahnya untuk mengambil makanan itu agar dibawa keluar dari ruangannya.
"Kenapa sih gue kok kayak gini masa masuk angin satu Minggu gak sembuh sembuh," gumam Ara.
"Gue mending tanya Mbah Google aja," Ara mencari tahu di google lalu Ara menutup mulutnya.
"What?! Hamil??" pekik Ara untung kedap suara ruangannya.
"Masa gue hamil? Oh iya gue telat datang bulan mending gue periksa aja lah tapi gue gak boleh bilang ke Arkan," gumam Ara.
Ara mengambil kunci mobilnya menuju rumah sakit, setelah Ara memeriksa ternyata Ara sedang hamil dan usia kandungannya 3 minggu, Ara sungguh senang sekali.
Ara berencana membuat kejutan untuk Arkan. Ara pulang kerumah dengan bahagianya. Sesampainya rumah Ara menelepon anak buahnya dan menyuruhnya untuk mendekor gedung untuk pesta ulang tahun Daniel besok.
Ting tong Ting tong
Bel rumah berbunyi Ara segera membuka pintu dan ternyata Arkan sudah pulang dari kampus.
"Hon kok tumben udah pulang dari kafe? Kamu sakit ya kok muka kamu pucet? Kita ke dokter aja ya?" tanya Arkan bertubi2 karena Ara biasanya kalau pulang dari kafe pukul 4 ini tumben pukul 1 sudah ada di rumah dengan keadaan wajah yang pucat.
"Ya udah kita periksa ke dokter aja ya," bujuk Arkan
"Nggak tadi aku udah beli obat di apotek," kata Ara lalu mereka ke kamar.
"Ya udah kamu istirahat aja mau aku buatin bubur?" tanya Arkan.
"Enggak usah kan kamu baru pulang jadi kamu mandi dulu abis itu istirahat, mau aku siapin air nya?" tanya Ara.
"Nggak hon kamu istirahat aja biar cepet sembuh aku mandi dulu ya," kata Arkan.
Arkan mandi dan Ara berbaring sambil memainkan ponselnya, Ara melihat makanan di tampilkan di ponselnya dengan seksama sampai dia tidak menyadari Arkan keluar dari kamar mandi, Ara masih asik dengan ponselnya.
"Hon.." panggil Arkan setelah mandi dan sudah menggunakan jas bersiap ke kantor, namun Ara tidak menyahut dan masih melihat vidio makanan yang ada di ponselnya.
"Hon," panggil Arkan lagi namun nihil Ara tidak menggubris membuat Arkan sebal lalu mengambil ponsel Ara.
"Ih apaan sih kok di ambil," kata Ara sebal dengan mata berkaca-kaca.
"Habisnya kamu aku panggil gak nyahut nyahut," kata Arkan dengan bibir yang mengerucut.
"Balikin hiks hiks," kata Ara sesenggukan membuat Arkan kelabakan.
__ADS_1
"Hon kok nangis," kata Arkan bingung lalu menghampiri Ara dan membawa Ara ke dalam pelukannya namun Ara tidak mau di peluk Arkan dan langsung berlari ke wastafel.
Huek... huek.. huek..
Ara muntah namun hanya cairan yang keluar dari mulutnya, Arkan datang dan mendekati Ara namun di tahan Ara.
"Jangan mendekat," kata Ara namun Arkan tetap mendekat ke Ara membuat Ara tambah mual.
Huek.. huek.. huek..
"Aku bilang jangan mendekat aku gak suka bau parfum kamu buat aku mual," kata Ara mendorong Arkan, sedangkan Arkan bingung dengan tingkah Ara.
"Aku pake parfum aku biasanya kok hon. Kan kamu juga yang milihin ini," kata Arkan bingung.
"Pokoknya kamu mandi lagi ganti pake parfum aku," kata Ara sambil memegangi perutnya.
"Iya," Arkan pasrah lebih baik dia mandi lagi dari pada membuat Ara mual mual.
Arkan mandi dan berganti pakaian tidak lupa menggunakan parfum Ara dan menghampiri Ara yang bersandar di kepala bad.
"Ayo kita periksa aja ya hon aku gak tega lihat kamu lemes kayak gini," kata Arkan sambil memeluk Ara.
"Kan aku udah bilang kalau aku itu udah minum obat tadi jadi gak usah ke dokter," kata Ara sambil menenggelamkan kepalanya di dada Arkan.
"Ya udah tapi kalau besok belum sembuh mau ya ke dokter," bujuk Arkan.
"Iya sayang," kata Ara membuat Arkan tersenyum mendengarnya.
"Kamu gak ke kantor?" tanya Ara.
"Enggak aku mau jagain kamu aja," kata Arkan.
"Ih kan aku udah besar lagian juga ada Bibi kamu ke kantor sana," usir Ara.
"Nggak mau," kata Arkan.
"Ya udah terserah," Ara mengalah karena dia sedang malas berdebat.
"Mendingan kita tidur aja yuk biar kamu cepet sembuh," kata Arkan lalu membaringkan Ara dan membawa ke pelukannya.
...Gimana Ceritanya??...
...Penasaran kelanjutan ceritanya??...
...Jangan lupa Vote...
...Maaf banyak typo...
__ADS_1