
Mereka sarapan,setelah sarapan Arkan berangkat ke kampus sebelum berangkat Arkan mencium Ara bibir Ara dan perutnya.
**
Tok tok tok..
Pintu kamar Ara diketuk.
"Masuk," kata Ara lalu Mama dan Mommy masuk.
"Mama Mommy!" pekik Ara lalu memeluk mereka bergantian.
"Sayang kata Arkan kamu sakit," tanya Mama
"Nggak kok ma cuma muntah-muntah sama pusing sedikit," kata Ara.
"Udah minum obat?" tanya Mommy.
"Udah, oh iya Ara mau kasih tahu," kata Ara.
"Apa?" tanya Mama dan Mommy.
"Sebentar lagi kalian punya cucu," kata Ara membuat Mama dan Mommy tersenyum lebar.
"Wahh benarkah mama senang sekali," kata mama.
"Mommy juga seneng gak sabar pengen gendong cucu," kata Mommy.
"Oh iya ma papa mana katanya mau ikut kesini?" tanya Ara.
"Oh Papa gak bisa kesini soalnya tadi ada rapat mendadak," kata mama Ara mengangguk paham.
Mereka bercerita dan memberi wejangan seputar kehamilan untuk Ara. Mama dan mommy berkutat di dapur membuat cake coklat kesukaan Ara sedangkan Ara dia tidak diperbolehkan membantu memasak dia menonton kartun yang ada di tv sambil cemberut.
"Kok aku jadi pengen makan bakso yang ada di kampusnya Arkan ya," gumam Ara sambil membayangkan betapa lezatnya bakso membuatnya air liurnya ingin menetes.
"Mending aku telpon Arkan," gumam Ara lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Arkan.
"Halo ada apa hon? Masih mual?pusing? Atau kenapa? Mama sama mommy udah ada disanakan? Kamu mau lahiran?" tanya Arkan beruntun.
"Baru juga 3 Minggu masa iya lairan sih!" gerutu Ara.
"Yakan siapa tau aja gitu udah gak sabar ketemu sama Daddynya yang super super ganteng," kata Arkan membuat Ara memutar bola matanya jengah.
"Bodo," decak Ara sebal.
"Hehehe kamu mau apa? Kangen ya sama aku? Mau dipeluk lagi kayak tadi pagi?" tanya Arkan dengan PD nya.
"Ihh dasar PDnya selangit," gerutu Ara.
"Terus ada apa?" tanya Arkan.
"Em enggak aku cuma mau makan bakso yang ada di kantin kampus kamu," kata Ara.
"Baksonya udah habis hon tadi aja aku mau beli udah kehabisan, aku beliin bakso yang di Deket komplek aja ya," kata Arkan.
__ADS_1
"Nggak mau, aku maunya yang ada di kampus kamu," rengek Ara.
"Kan udah habis hon," kata Arkan.
"Hiks hiks kamu jahat padahal kan yang pengen baby bukan aku emang kamu mau baby nya ileran," kata Ara sambil menangis membuat Arkan panik.
"Eh hon kok nangis sih jangan nangis dong," kata Arkan menenangkan Ara.
"Arkan kamu apain menantu kesayangan Mommy!! " pekik mommy membuat Arkan menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Aduh mom telinga Arkan jadi sakit," Arkan berdecak sebal.
"Menantu kesayangan Mommy kamu apain kok sampai dia nangis? Awas aja kalau kamu pulang mommy jewer kamu," kata Mommy.
"Sebenarnya anaknya siapa sih? Ara tuh nangis gara gara bakso yang ada di kantin kampus aku udah habis," kata Arkan.
"Mommy gak mau tahu yang terpenting kamu pulang harus bawa pesanan Ara kalau nggak kamu gak usah pulang," kata mommy lalu mematikan ponsel sepihak membuat Arkan bedecak sebal.
Mommy mengajak Ara memakan cakeĀ yang sudah jadi di meja makan membuat Ara berbinar, Ara memakan cake sambil menonton kartun kesukaannya. Mommy dan mama terkekeh geli melihat Ara lalu mereka duduk di dekat Ara.
Ting tong Ting tong
Bel rumah berbunyi, Arkan masuk kedalam rumah sambil membawa plastik berisi pesanan Ara, Arkan melihat Ara yang sedang memakan cake coklat sambil melihat kartun kesukaannya bahkan dia tidak menyadari kalau Arkan duduk di dekatnya.
Arkan mencium bibir Ara yang penuh dengan cake coklat bahkan belepotan sampai ke pipi Arkan membersihkannya tapi menggunakan bibirnya membuat Mama dan Mommy berdehem.
"Ehem serasa dunia milik berdua yang lain ngontrak," kata mama dan di angguki oleh mommy membuat pipi Ara memerah karena malu Ara menenggelamkan wajahnya di dada bidang Arkan membuat semua yang ada di sana terkekeh.
"Arkan bakso pesanan aku mana?" tanya Ara.
"Aku ambil mangkok dulu," kata Ara namun dicegah Arkan.
"Biar aku aja yang ambilin," kata Arkan.
"Enggak kan kamu baru pulang dari kampus biar aku aja ya," kata Ara.
"Bibi tolong ambilin mangkok sama sendok ya bi," teriak Mommy.
"Iya nyonya," kata Bibi.
"Nah udah kan kalian ini ribet," kata Mommy dan di angguki Mama.
Bibi membawa mangkok dan sendok lalu menuangkan bakso pesanan Ara.
"Arkan kok gak ada sambelnya?" tanya Ara.
"Gak usah pake sambal aku gak mau kamu sakit perut," kata Arkan.
"Tapi aku maunya pake sambal," rengek Ara.
"Gak boleh nanti sakit perut," kata Arkan.
"Enggak akan sakit perut," kata Ara.
"Ya udah tapi sedikit aja ya," kata Arkan lalu menuangkan sedikit sambal ke mangkok Ara.
__ADS_1
"Kurang," rengek Ara.
"Hon," kata Arkan agak tegas membuat Ara bungkam lalu memakan baksonya, Arkan membeli 2 bungkus bakso dan semua tandas dimakan Ara tak bersisa.
"Kenyangnya," gumam Ara sambil mengusap perutnya membuat Arkan terkekeh, Arkan mencium pipi Ara dan berbaring di paha Ara kepalanya menghadap ke perut Ara dan menciuminya membuat Ara kegelian.
"Arkan geli nanti kalau aku muntah gimana?" Ara sebal lalu Arkan menghentikan aksinya lalu mengelus perut Ara lalu memeluk perut Ara.
"Maaf," kata Arkan menenggelamkan kepalanya di perut Ara, Ara memainkan rambut Arkan sambil melanjutkan menonton kartun kesukaannya.
"Mama sama Mommy mau pulang dulu ya udah sore," Mama pamit.
"Yahh gak nginep aja," kata Ara lesu.
"Enggak kapan kapan nginep disini," kata Mommy.
"Mau Arkan anterin aja," tawar Arkan.
"Enggak usah nanti istri kamu dirumah sendirian," kata Mama.
"Ya udah hati hati ya Ma, Mom," kata Ara dan Arkan.
"Iya," kata mama dan mommy lalu pulang.
"Sayang mau makan apa biar aku yang masakin?" tanya Ara.
"No honey kamu gak boleh masak biar bibi aja aku gak mau kamu nanti muntah lagi," kata Arkan.
"Terus aku ngapain kan aku jadi gak ada kerjaan," kata Ara.
"Istirahat yang cukup," kata Arkan.
"Masa iya suruh tidur terus," kata Ara cemberut.
"Ya udah weekend ke pantai mau?" tawar Arkan membuat Ara berbinar.
"Mau," kata Ara semangat membuat Arkan tersenyum senang.
"Aku mandi dulu ya gerah," kata Arkan.
"Iya sana bau," kata Ara.
"Ih mana ada bau orang masih wangi juga " kata Arkan sambil mencium badanya sendiri.
"Bodo sana mandi," kata Ara.
"Iya iya," Arkan mengalah lalu keatas untuk mandi sedangkan Ara masih setia dengan kartunnya.
...Gimana Ceritanya??...
...Penasaran kelanjutan ceritanya??...
...Jangan lupa Vote...
...Maaf banyak typo...
__ADS_1