
"HONEY!! Jangan tinggalin aku, aku gak bisa hidup tanpa mu," kata Arkan pipinya terasa basah karena darah dan air matanya bercampur menjadi satu, Arkan memeluk erat tubuh Ara.
***
Namun tangis Arkan berhenti saat semua lampu menyala dan banyak keluarganya yang ada di sana lalu dia menatap Ara yang tersenyum manis kepadanya, Arkan memeriksa perut sang istri dan ternyata baik baik saja bahkan cairan yang ia kira darah sungguhan hanyalah darah bohongan.
"Happy birthday my lovely husband," kata Ara sambil mengecup singkat bibir Arkan, sebenarnya Arkan ingin marah dengan Ara namun dia tidak bisa marah karena dia sangat menyayangi Ara.
"Makasih hon tapi lain kali kamu jangan bikin aku khawatir, aku takut kamu ninggalin aku," kata Arkan sambil memeluk Ara.
"Aku nggak akan ninggalin kamu kecuali kamu yang minta," kata Ara membalas pelukan Arkan lalu terdengar suara tepuk tangan riuh dari orang yang ada di sana.
Ara dan Arkan berdiri dan berjalan menuju panggung yang sudah di sediakan bersama keluarga dan sahabat mereka. Acara pesta ulang tahun Arkan di mulai sangat meriah. Semua tamu memberikan ucapan selamat dan kado untuk Arkan, setelah acara selesai Arkan dan Ara kembali ke rumah mereka, Ara menyiapkan air hangat untuk Arkan mandi lalu menyiapkan baju tidur Arkan.
"Sayang mandi dulu airnya udah aku siapin," kata Ara menghampiri Arkan yang berbaring di ranjang.
"Makasih honey," kata Arkan sambil mengecup pipi Ara, lalu Arkan mandi setelah mandi gantian Ara yang mandi.
"Hon makasih ya udah kasih aku kejutan ulang tahun," kata Arkan ketika mereka berbaring di ranjang.
"Iya sama sama aku juga di bantuin sama temen temen Mommy, Daddy, Mama sama Papa," kata Ara.
"Makin sayang deh," kata Arkan sambil menciumi pipi chubby Ara.
"Oh iya aku ada kado buat kamu," kata Ara lalu mengambil bingkisan kado kotak kecil berwarna biru berpita kecil.
"Aku buka ya?" tanya Arkan.
"Iya sayang," kata Ara, lalu Arkan membuka kotak itu dan melihat dengan mata melotot dan binar bahagia dari wajahnya, Arkan memeluk Ara dan menciumi wajah Ara gemas.
"Makasih honey aku seneng banget," kata Arkan.
"Iya sayang sebentar lagi kita akan menjadi orang tua," kata Ara.
"Makasih kado istimewanya honey," kata Arkan lalu mengangkat baju Ara agar perut Ara terlihat, Arkan mengelusnya dan menciumi perut Ara yang masih datar.
"Baby baik baik ya disana jangan nakal Daddy sayang baby sama mommy," kata Arkan seakan akan dia bisa berbicara dengan anaknya yang ada di perut Ara, membuat Ara tertawa gemas.
"Iya Daddy baby gak akan nakal kok, baby juga sayang Daddy," kata Ara sambil menirukan suara anak kecil membuat Arkan terkekeh geli mendengarnya.
"Oh iya baby umurnya udah berapa?" tanya Arkan.
"3 Minggu," kata Ara.
"Kamu harus jaga kesehatan, jaga pola makan, gak boleh capek capek, istirahat yang cukup, aku gak mau kamu sama baby kenapa-napa," kata Arkan menasehati.
"Iya sayang," jawab Ara.
"Ya udah ayo tidur udah malem gak baik wanita hamil jam segini belum tidur," kata Arkan lalu memeluk Ara dan menuju ke alam mimpi.
***
Pagi hari. Ara bangun dalam dekapan sang suami, Ara menyingkirkan tangan Arkan dengan pelan agar tidak mengganggu tidurnya, setelah itu Ara mencuci muka dan gosok gigi lalu turun ke bawah untuk membuatkan sarapan untuk suami tercinta.
__ADS_1
Ara memasak sambil bersenandung ria. Sebenarnya di rumah mereka ada pembantu namun Ara lebih suka masak sendiri.
Arkan bangun tidur dan meraba ranjang disapingnya yang sudah kosong lalu Arkan bangun dan mandi setelah mandi Arkan turun dan mencari Ara.
Arkan terkekeh geli melihat Ara yang sedang memasak rambut dicepol asal, piyama doraemon, celemek biru yang melekat dan bernyanyi ria.
Arkan menghampiri Ara dan memeluk pinggang Ara membuat Ara terkejut.
"Ihh ngagetin untung gak aku pukul pakek panci," kata Ara.
"Morning honey," kata Arkan dan mengecup bibir Ara.
"Morning to," kata Ara.
"Morning baby," kata Arkan mengelus perut Ara dan menciuminya.
"Morning to Daddy," kata Ara menirukan suara anak kecil.
"Masak apa sih istri ku tercinta ini?" kata Arkan sambil mengendus endus leher Ara.
"Ihh geli arkannn sana duduk di meja makan aja, aku belum mandi bau jadi jangan di endus endus," kata Ara.
"Gak papa belum mandi tapi masih wangi kok," kata Arkan.
"Bodo sana duduk aja," kata Ara melepaskan tangan Arkan yang ada di pinggangnya.
"Gak mau aku bantuin masaknya? Aku gak mau kamu nanti kecapean dan baby nanti kenapa napa," kata Arkan perhatian.
"Kamu duduk aja, dan aku gak akan kecapekan kalau cuma masak segini," kata Ara melanjutkan masaknya.
"Iya kamu duduk sana," kata Ara.
"Kamu ngusir aku?" tanya Arkan memelas.
"Nggak sih tapi kalau kamu nganggepnya gitu juga gak papa," kata Ara cuek membuat Arkan mencibikkan bibirnya lalu berjalan ke meja makan dan duduk.
"Nasi bakar, sayur sop, nugget ayam, udah tinggal cumi yang belum aku masak, emm aku ambil cuminya dulu dikulkas," gumam Ara.
Ara mengambil cumi cumi yang ada di kulkas namun baru saja menyentuh cumi cumi itu Ara menjatuhkannya dan berlari ke wastafel membuat Arkan panik dan mengikuti Ara.
Huekk.. huek...
Ara muntah tapi hanya cairan saja yang keluar, Arkan membantu Ara memijat tenguk Ara pelan.
"Kamu ngapain kesini? Jangan kesini kamu gak jijik," tanya Ara.
"Aku mau bantuin kamu, buat apa aku jijik kan kamu istri aku," kata Arkan tulus.
Huek.. huek..
Ara merasakan perutnya seperti di aduk aduk membuat tubuhnya lemas, Ara bersandar di dada bidang Arkan.
"Kita ke dokter aja ya?" bujuk Arkan namun Ara hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Arkan membersihkan mulut Ara dan wastafel lalu menggendong Ara dan membaringkan di kamar merekam
"Masakannya biar aku aja ya yang nerusin?" tanya Arkan.
"Gak mau, aku mau peluk," kata Ara manja lalu Arkan dengan senang hati memeluk Ara dan menciumi puncak kepala Ara.
"Kamu gak kuliah?" tanya Ara.
"Nggak aku mau jagain kamu sama baby aja," kata Arkan.
"Kamu sana siap-siap kuliah aku gak mau kamu bolos," kata Ara melepas pelukannya.
"Terus kamu nanti sama siapa?" tanya Arkan.
"Aku sendiri aja kan ada bibi," kata Ara.
"Gak mau aku mau nemenin kamu," rengek Arkan.
"Ya udah kalau kamu gak mau kuliah aku gak mau makan," kata Ara.
"Kok gitu nanti baby nya gimana?" tanya Arkan.
"Pokoknya kamu harus kuliah titik gak pake koma," kata Ara.
"Iya ya udah tapi nanti Mama atau mommy biar ke sini nemenin kamu," kata Arkan.
"Oh iya kita belum kasih tau Mama, Papa, mommy,sama Daddy kalau kamu lagi hamil," kata Arkan.
"Iya nanti sekalian aja kasih tahu aja waktu udah nyampe sini," kata Ara.
"Iya aku telpon mama sama mommy dulu biar kesini," kata Arkan lalu menelepon Mama dan Mommy.
"Gimana? Mama sama mommy bisa kesini gak?" tanya Ara.
"Bisa tapi Daddy gak bisa soalnya lagi diluar kota," kata Arkan.
"Yahh, ya udah gak papa oh iya nanti sekalian ya ntar sore temen temen ajak ke sini," kata Ara.
"Iya hon ntar aku bilang kemereka," kata Arkan.
"Ya udah sana berangkat kuliah," kata Ara.
"Iya iya ni mau ambil buku dulu," kata Arkan.
"Tapi sarapan dulu ya," kata Ara.
"Iya tapi sarapannya sama kamu disini aja biar aku ambilin," kata Arkan.
Mereka sarapan,setelah sarapan Arkan berangkat ke kampus sebelum berangkat Arkan mencium Ara kening dan tak lupa perutnya.
...Gimana Ceritanya??...
...Penasaran kelanjutan ceritanya??...
__ADS_1
...Jangan lupa Vote...
...Maaf banyak typo...