Fake Nerd Boy Is Mine

Fake Nerd Boy Is Mine
Bab 6


__ADS_3

Satu Minggu kemudian keluarga Geraldy akan makan malam di rumah Ara. Ara dipaksa Momynya menggunakan drees biru laut tanpa lengan yang panjangnya sampai lutut yang membuat Ara tambah cantik.


"Anak Dady cantik banget sih," kata Dady ketika Ara menuruni tangga.


"Siapa dulu yang dandanin, Momy lah," Momy menyombongkan diri sedangkan Ara hanya mendengus.


"Ngapain sih pake dress kan cuma makan malam Mom pake didandani segala?" tanya Ara cemberut lalu mendirikan diri di samping Dadynya.


Ting tong.. Ting tong..


"Tuh kayaknya keluarganya Om Geraldy Dateng Ara bukain pintu ya, udah gak sabar pengen ketemu Ray," ujar Ara antusias.


"Iya," kata Momy dan Dady terkekeh melihat tingkah putri semata wayangnya.


Ara membuka pintu dengan antusias karena tidak sabar ingin ketemu Ray sahabat kecilnya. Saat membuka pintu Ara terkejut karena melihat Om Geraldy, Tante Lani bersama dengan Cowok yang pernah dia tabrak.


"Lo!! Ngapain disini?" tanya Ara menunjuk Arkan sedangkan Arkan sama terkejutnya dengan Ara.


"Ara ini anak Om masa kamu lupa dia Ray temen kamu waktu kecil," jelas Om Geraldy.


"What!? Kok Ray berubah jadi nyebelin sih Om!?" pekik Ara membuat Om Geraldy dan Tante Lani terkekeh sedangkan Ray hanya mendengus sebal.


"Ara kok lama banget, kenapa gak disuruh masuk?" tanya Momy melihat Ara masih didepan pintu.


"Oh iya lupa hehehe ayo om Tante masuk," ujar Ara.


Mereka masuk dan duduk di Ruang makan.


"Gimana Ara udah dipeluk Ray nya katanya tadi kalau ketemu Ray Ara pengen langsung peluk biar gak kangen sama Ray lagi," kata Momy karena Ara tadi bilang ke Momy dan Dadynya kalau dia kangen banget sama Ray pengen langsung peluk


"Gak jadi Mom, sekarang Ara malah pengen masukin karung aja hanyutin kesungai," kata Ara membuat Arkan melihatnya sinis sedangkan yang lain terkekeh mendengarnya.


"Ayo kita makan dulu," kata Momy lalu mereka makan bersama setelah makan mereka berbincang bincang.


"Em Ara Dady mau bicara sama kamu," kata Dady menatap Ara serius.


"Iya Dad ada apa?" tanya Ara.


"Tujuan kita kumpul disini sebenarnya mau menjodohkan kalian," jelas Dady membuat Ara dan Arkan terkejut.

__ADS_1


"WHAT!! yang bener Dad Ara tuh masih sekolah masa dijodohin kaya gak laku aja," ujar Ara sebal.


"Ara Dady gak menerima penolakan," kata Dady tidak ingin dibantah.


"Tapi Om kan kita masih sekolah, nanti kalau kita nikah gimana sekolahnya?" tanya Arkan.


"Nah bener tuh kata Ray," timpal Ara.


"Ara, Ray Kita gak menerima penolakan lagian kan kalian sekolah di sekolahan Papanya Ray," ujar Dady.


"Ray emang di kelas apa sih? Kok Ara gak pernah lihat?" tanya Ara membuat Arkan gelagapan.


"Kamu gak tahu Ray kan satu kelas sama kamu?" tanya Om Geraldy.


"Satu kelas tapi kelas Ara gak ada yang namanya Ray," ujar Ara bingung.


"Emang kamu gak tahu? Ray kan jadi Nerd disekolahan," ujar Tante Lani.


"WHAT !! Jadi Ray itu Arkan?" tanya Ara terkejut.


"Iya dia dihukum sama papanya gara gara buat ulah di Belanda," jelas Tante Lani.


"Jadi selama ini gue jadiin Ray pacar gue?" Batin Ara


"Yang minta dulu kan Ray bukan Ara," kata Ara.


"Tapi kan Lo juga mau," balas Arkan tak mau kalah.


"Tapikan dulu sekarang gak jadi," ujar Ara ketus.


"Udah terlanjur bulan depan acara pernikahannya kita udah urus semuanya kalian tinggal milih gaun sama cincin," ujar Dady.


"Terserah," Ara.


"Ray juga setuju kan?" tanya Om Geraldy.


"Iya,"


"Ya sudah malam ini kalian bertunangan jadi ini Ray kamu pasang cincinnya," Om Geraldy memberikan kotak cincin, lalu Arkan memasangkan cincin dijari manis Ara begitupun dengan Ara memasangkan cincin dijari Arkan.

__ADS_1


"Sekarang Arkan cium kening Ara dan Ara cium tangan Ray," kata Om Geraldy membuat Ara dan Arkan terkejut.


"Tapi Om inikan masih tunangan belum nikah jadi gak usah-" Ara protes namun ucapannya terpotong.


"Jangan panggil om mulai sekarang panggil Papa sama Mama biar kayak Arkan, sekarang cium," Om Geraldy


Arkan mencium kening Ara sekilas lalu Ara mencium tangan Arkan sekilas, walaupun sekilas membuat jantung mereka maraton, Semua bertepuk tangan.


"Cie sekarang yang udah tunangan," goda Momy membuat Ara semakin cemberut


"Ish Momy jailnya kumat kasihan tuh Ara tambah cemberut," kata Dady


"Udah malam kita pamit pulang dulu ya," pamit Papa


"Iya hati hati dijalan," Momy, Dady dan Ara.


Arkan dan orang tuanya pulang, Ara ke kamarnya dengan menghentak kan kakinya sebal lalu mengganti pakakiannya dan memainkan ponselnya, tiba tiba Momynya menghampiri Ara dan duduk di samping Ara.


"Ara kamu marah ya sama Momy?" tanya Momy.


"Gak," jawab Ara datar.


"Maafin Momy sama Dady ya ini semua demi kebaikan kamu," kata Mommy.


"Iya Ara tahu," jawab Ara sambil memeluk Momynya.


"Tapi Ara takut Ara belum bisa jadi istri yang baik," Ara.


"Kamu pasti bisa Momy yakin itu," Kata Momy mengusap puncak kepala Ara.


"Ya sudah sekarang Ara tidur ya udah malam gak baik begadang," Momy.


"Iya mom good night," kata Ara mengecup pipi Momy.


Momy menuju kamarnya sedangkan Ara berbaring sambil menatap langit langit kamarnya merenungkan nasibnya. Lalu Ara tidur dengan nyenyaknya.


...Gimana Ceritanya??...


...Penasaran kelanjutan ceritanya??...

__ADS_1


...Jangan lupa Vote...


...Maaf banyak typo...


__ADS_2