Fake Nerd Boy Is Mine

Fake Nerd Boy Is Mine
Bab 1


__ADS_3

Kring...Kring... Kering.


Alaram berbunyi sejak tadi namun seorang gadis masih enggan membuka matanya dan masih berkelana di mimpinya, membiarkan alaram itu sampai tidak berbunyi sendiri.


Tok... Tok... Tok...


Seorang wanita paruh baya mengetuk pintu kamar anaknya.


"Ara bangun mama masuk ya," kata mama lalu masuk kekamar Ara.


"ASTAGA ARA!! BANGUN INI UDAH SIANG KAMU GAK SEKOLAH!?" teriak Mama.


"Ish mama ini tuh masih pagi kenapa teriak teriak sih kayak dihutan aja," ujar Ara masih memejamkan matanya.


"KALAU KAMU GAK BANGUN MAMA JUAL SEMUA KOLEKSI RC DRIFT KAMU!!" ancam Mama membuat Ara loncat dari tempat tidurnya.


(RC Drift adalah koleksi mobil mainan Ara yang harganya paling murah 2 juta.)


"MAMA JANGANNNN!! ARA UDAH BANGUN, ARA MAU MANDI!!" teriak Ara sambil lari ke kamar mandi.


Mama hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.


Ara menyelesaikan ritual mandinya dan memakai seragam sekolahnya lalu turun untuk sarapan.


"Morning Mama, Papa," sapa Ara sambil mencium pipi Mama dan Papa bergantian.


"Morning princess," balas Mama dan Papa.


"Ara kenapa kamu gak berubah penampilannya?" tanya Mama melihat penampilan Ara dari atas sampai bawah.


Rambut diwarna pirang di kuncir kuda asal, kalung hitam dengan liontin tengkorak, baju lengan dilipat, gelang dan jam, rok diatas lutut, kaos kaki pendek, sepatu merah sungguh jiwa jiwa Bad Girlnya terlihat.


"Mami sayang kan Ara emang gini dari dulu," jawab Ara sambil memakan rotinya.


"Terserah mama pusing tiap hari kamu buat ulah sampai mama bosen datang kesekolah kamu terus," ujar Mama.


"Kan Ara gak akan buat masalah kalau gak ada yang gangguin Ara," balas Ara.


"Sudah sudah, Ara kamu kenapa santai banget? Emangnya kamu gak lihat ini jam berapa?" Papa heran.


"ASTAGA!! Kok Papa baru bilang sih?? Pokoknya kalau Ara terlambat itu salah Papa," kata Ara sambil meminum susu putih satu gelas.


"Kok jadi Papa sih," gerutu Papa.


"Ya udah Ara mau berangkat dulu," Ara berpamitan dan berlari menuju mobilnya.


Ara mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata rata karena bel sekolah akan berbunyi 10 menit lagi, Ara sampai di sekolah 5 menit setelah bel masuk.


"Pak bukain gerbangnya," pinta Ara.


"Maaf tapi kan Non Ara telat," jawab Pak Satpam.


"Ya udah pilih Ara robohin gerbangnya atau bukain?" tanya Ara.


"Eh jangan Non nanti saya dimarahin, ya udah saya buka dulu," balas Pak Satpam sambil membuka gerbang sekolahan dengan was was karena Ara sudah 3 kali merobohkan gerbang sekolahan.


"Makasih pak."


Ara memarkirkan mobilnya lalu Ara berjalan mengendap endap seperti maling yang takut ketahuan, saat Ara berlari Ara menabrak seorang laki laki yang baru dilihatnya.


"Aduh pantat gue," Ara meringis karena pantatnya mendarat dilantai lalu melihat kearah laki laki yang ditabraknya.


"Lo anak baru?" tanya Ara ketika melihat cowok Nerd asing yang baru dilihatnya.


"Iya," jawab Cowok tersebut.

__ADS_1


"Lo mau ke kantorkan?" tanya Ara lagi.


"Iya," jawab cowok tersebut membuat Ara tersenyum misterius memikirkan rencananya.


"Ayo gue anter," kata Ara sambil menarik tangan cowok tersebut sedangkan cowok itu hanya menatapnya bingung.


Tok... Tok... Tok...


"Permisi," Ara.


"Masuk," ujar Pak kepala sekolah.


Ara dan Cowok itu masuk ke ruang Kepsek.


"Ara kamu ngapain? Jam segini kok gak masuk kelas? Kamu telat?" tanya Pak Andi (Kepsek).


"Aduh pak kalau tanya satu satu dong kan Ara jadi bingung mau jawab yang mana," jawab Ara.


"Ya udah saya ulangin Kamu ngapain kesini, mau nyerahin diri udah buat ulah lagi?" Pak Andi mengulangi pertanyaannya.


"Pak Didi yang terhormat Ara tuh anak baik baik ya gak mungkin lah buat ulah, Ara tuh nganterin nih murid baru yang kesasar nyari ruang kepsek, karena Ara orang yang baik Ara bantuin dia makannya Ara belum masuk kelas," jelas Ara panjang x lebar membuat Pak Andi memincingkan matanya.


"Apa benar itu?" tanya Pak Andi kepada murid baru itu.


"Tid- awh..-" katanya terpotong karena Ara menginjak kakinya.


"Kamu kenapa?" tanya Pak Andi bingung.


"Eh gak papa pak, yang dia bilang benar pak," jawab cowok tersebut dengan menahan sakit kakinya.


"Apa Ara bilang, Ara tuh anak baik dan rajin," ujar Ara sombong membuat Pak Andi mendengus sebal.


"Anak baik yang selalu rajin mengisi buku catatan kesiswaan," cibir Pak Andi hanya di jawab kekehan oleh Ara.


"Kan Ara udah selesai nganter dia jadi Ara mau ke kelas dulu ya Pak Andi yang terhormat Ara mau belajar," Ara Pamit.


"Ada apa pak? Pak Didi masih kangen saya?" Ara menaik turunkan alisnya.


"PD kamu," kata Pak Andi membuat Ara mengerucutkan bibirnya.


"Nama kamu Arkana Rayder G.?" tanya Pak Andi.


"Iya Om eh Pak," jawab Arkan, karena Pak Andi adalah Om Arkan dan dia sudah tau tentang penyamaran Arkan.


"Kamu satu kelas sama Ara, dan saya harap kamu tidak banyak berulah seperti Ara," ucap Pak Andi.


"Kok jadi saya," kata Ara tidak terima sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kalau bukan kamu siapa lagi? Kan yang suka buat ulah kamu," ujar Pak Andi.


"Kan Ara udah berubah baik," bela Ara.


"Ehem," Arkan berdehem karena jengah melihat om dan cewek yang bernama Ara ini berdebat.


"Kalian debat terus jodoh baru tahu," kata Arkan asal.


"Enak aja Lo ngomong sembarangan nggak mau masak gue nikah sama om om apa kata fans gue," kata Ara PD.


"Jangan sampai saya jodoh sama dia, bisa bisa pusing saya tiap hari," ujar Pak Andi bergidik ngeri.


"Jadi kelas saya dimana?" tanya Arkan.


"Kamu kelas XII IPS 5, satu kelas sama Ara, dan kamu Ara cepat kembali kekelas sama Arkan bosen saya lihat kamu," jawab Pak Andi.


"Tadi siapa sih yang nyuruh saya gak boleh ke kelas tadi sekarang malah ngusir, Cantik cantik gini dikatain ngebosenin lagi," gerutu Ara.

__ADS_1


"Ara saya dengar," ujar Pak Andi.


"Saya juga gak bilang kalau bapak tuli," cibir Ara membuat Pak Andi ingin emosi lalu Arkan menarik tangan Ara.


"Kami permisi," Arkan keluar ruang kepsek menggandeng Ara keluar.


"Lepasin main gandeng segala Lo kira mau nyebrang jalan," Ara menepis tangan Arkan.


Sesampainya didepan kelas Ara mengetuk pintu kelasnya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," kata guru yang sedang mengajar lalu Ara dan Arkan masuk.


"Kenapa kamu baru masuk?" tanya Bu Indah (guru yang mengajar).


"Nganterin anak baru," kata Ara sambil menunjuk Arkan yang di sampingnya.


"Ya sudah kamu duduk dan kamu perkenalkan nama kamu," kata Bu Indah mempersilahkan Arkan.


Ara duduk di bangku paling belakang pojok dekat jendela karena tempat favoritnya dan tidak ada yang berani menempatinya karena semua masih sayang nyawa.


Semua siswa takut pada Ara karena dia sering membuat onar dan tidak peduli itu cowok atau cewek, bahkan dia sudah membuat 2 siswa  koma karena membuat masalah dengannya.


"Arkana Rayder G," Arkan memperkenalkan namanya dengan datar sedatar triplek.


"Baik anak anak ada yang di tanyakan?" tanya Bu indah.


Kok marganya disingkat?


Kok Nerd?


Murid beasiswa?


Kacamatanya kurang tebel sekalian aja pake kacamata kuda,


Begitulah kata murid murid dan yang terakhir membuat semua murid tertawa kecuali Ara karena dia sedang memainkan gamenya.


"Sudah semuanya diam, saya rasa pertanyaan kalian tidak berfaedah, dan kamu Arkan perkenalkan nama saya Bu Indah saya mengajar Bahasa Indonesia apakah ada yang ditanyakan?" tanya Bu indah kepada Arkan.


"Tidak," jawab Arkan datar.


"Ya sudah kamu duduk di sebelah Ara, karena hanya kursi itu yang tidak dipakai, dan semoga kamu betah ya sekolah disini," kata Bu indah.


"Iya," balas Arkan lalu bejalan menuju tempat duduk nya.


Bu indah melanjutkan materinya sedangkan Ara melanjutkan main gamenya, pelajaran terus berlanjut sampai bel istirahat berbunyi.


"Bebeb Ara kantin yuk!" ajak Devan.


"Hm," Ara berdiri lalu diikuti Devan dan Bian.


Mereka bejalan kekantin sesampainya kantin banyak siswa yang memuji mereka,


Gila bidadari turun dari langit,


Ara tambah Cantik aja,


Bian ganteng banget sih,


Devan juga ganteng kok,


Kumpulan Most Wanted nih,


Ara jangan galak galak dong

__ADS_1


Bebeb gue,


Ara dkk mengabaikan perkataan mereka dan duduk di kursi pojok favorit merek


__ADS_2