Fake Nerd Boy Is Mine

Fake Nerd Boy Is Mine
Bab 18


__ADS_3

Warning!!


Mengandung kebucinan dan keuwuan


Dan ada sport jantung, bagi yang punya penyakit jantung harap waspada xixixi😆


Jangan lupa Vote dan komen okeyyy


Selamat membaca....


***


Malam hari, Ara, Arkan, Bian, Devan, dan Aldi duduk di ruang santai mereka bermain PS sambil makan camilan.


"**** kalah lagi gue," umpat Devan membuat semua tertawa melihat muka Devan yang penuh dengan coretan bedak bayi milik Ara karena peraturan mainnya yang kalah di coret bedak bayi sedangkan Devan sudah kalah berkali kali.


"Terima nasib aja Dev hahaha," kata Aldi sambil memakan camilan.


"Eh ogeb Lo juga 11/12 sama gue kalah Mulu lihat tuh muka Lo bedak semua juga," kata Devan membuatereka terkikik geli karena Devan dan Aldi memang seperti Tom and Jerry.


"Bodo yang penting gue makan," kata Aldi.


"Udah kalian ini ayo main lagi sekarang giliran gue sama Ara yang tanding," kata Bian menengahi.


Bian mengambil stik PS yang dibawa Devan sedangkan Ara mengambil stik PS yang dibawa Arkan.


Sekarang giliran Bian dan Ara yang fokus bermain PS, Aldi dan Devan heboh sendiri, sedangkan Arkan jangan ditanya lagi pastinya dia memeluk Ara dari samping sambil memperhatikan Ara bermain.


"Ihh Bian ngalah dong jangan tembak gue gak kasihan Lo ihhh," cibik Ara sebal sambil memajukan bibirnya karena hampir kalah membuat Arkan gemas, lalu Arkan menarik Ara kedalam pangkuannya dan mengambil stik PS yang dibawa Ara dan mengambil alih permainan Ara.


"Hemm kondisikan bro disini ada yang jomblo," kata Devan.


"Hahaha salah sendiri jomblo," ejek Aldi.


"Ehh jingin mingidi ngidi ya, pacar gue tuh gak cuma satu," sombong Devan.


"Play boy cap kadal aja bangga," cibir Aldi.


"Kalian berdua nggak bisa diem gue jadiin perkedel," kata Ara sebal sedangkan Bian dan Arkan fokus dengan PS nya.


"Kan Aldi dulu yang mulai," kata Devan.


"Enak aja Lo dulu yang mulai," kata Aldi.


"Udah di- "kata Ara terpotong karena umpatan dari Bian.


"SIALAN!!" umpat Bian membuat semua menoleh kearahnya dan menertawakan Bian.


"Yeayyy menang sini gue coretin dulu," kata Ara heboh lalu mengambil bedak.

__ADS_1


"Lo mah curang masa iya digantiin Arkan," kata Bian.


"Bodo amat yang penting Lo kalah," kata Ara lalu mencoret wajah Bian dengan bedak lalu disusul yang lainnya.


"Hon udah jam 10.00 ayo tidur, bumil gak baik kalau begadang," kata Arkan membuat Devan, dan Aldi heboh sedangkan Bian hanya mengeluarkan ekspresi kagetnya lalu kembali datar.


"Apa!?" teriak Aldi dengan mulut terbuka dan jajanan yang di bawahnya jatuh.


"What!?" teriak Devan sambil membuka lebar mulutnya.


"Santai aja kali," kata Arkan santai.


"Lo serius!? Ara hamil?" tanya Aldi dan Devan kompak.


"Hahaha adik kakak kompak amat," kata Ara membuat Aldi dan Devan mencibikan bibirnya sebal.


"Udah udah iya bini gue lagi hamil dan usia kandungannya baru 3 mingguan, makannya Lo pada kalau mau tidur beresin dulu biar bini gue gak kecapean beresinnya," kata Arkan.


"Serius Lo, jahat bener sih Lo masa iya gak bilang bilang," cibik Aldi.


"Orang gue aja juga baru tahu abis ultah gue," kata Arkan santai lalu berjalan menuju kamarnya yang ada di atas bersama sedangkan Bian, Devan dan Aldi membereskan kekacauan yang ada di ruang santai lalu kekamar tamu yang ada dirumah Arkan dan Ara.


"Sayang besok ada jadwal ngampus gak?" tanya Ara sambil berbaring di samping Arkan.


"Ada jam 9 sampai jam 11 doang, emang kenapa?" tanya Arkan.


"Emm aku pengen makan nasi goreng yang ada di ujung jalan perumahan kita," kata Ara.


"Tapi aku pengennya ikut," kata Ara.


"Ini udah malem sayang kamu disini aja ya angin malam gak baik buat orang hamil," kata Arkan membuat Ara berkaca kaca menahan tangisnya.


"Ya udah gak jadi," kata Ara lalu memunggungi Arkan.


"Hon," panggil Arkan namun tak di gubris Ara.


"Dasar suami nyebelin," gumam Ara sambil sesenggukan namun masih didengar Arkan.


"Hon jangan nangis ya udah kamu boleh ikut beli ayo," kata Arkan mengalah membuat Ara membalikkan badannya.


"Ayo!!" Kata Ara semangat.


"Kamu pake jaket sama celana panjang dulu," kata Arkan.


"Iya," kata Ara lalu memakai jaket dan celana panjang.


"Hon udah belum kita naik mobil aja ya," kata Arkan.


"Enggak aku maunya jalan kaki," cicit Ara pelan sambil menunduk karena takut Arkan marah.

__ADS_1


"Hon naik mobil aja ya," kata Arkan namun mata ara kembali berkaca kaca.


"Oke fiks kita jalan tapi kalau kamu kecapean bilang ya," kata Arkan mengalah.


"Horeyyy makasihhh sayangg," kata Ara sambil berlari kepeluka Arkan.


"Astaga honeyy, jangan pecicilan, disini ada anak kita," kata Arkan sambil mengelus perut Rara, sedangkan Rara menunduk merasa bersalah dengan mata berkaca kaca entah kenapa dia akhir akhir ini menjadi agak cengeng.


"Hai, jangan nangis dong," kata Arkan memeluk Ara lagi.


"Maafin Ara," kata Rara lirih sambil memilih ujung bajunya.


"Iya nggak papa, tapi jangan di ulang lagi ya," kata Arkan lembut Ara hanya mengangguk lalu mereka memebeli nasi goreng.


Ara dan Arkan berjalan menuju warung nasi goreng yang ada diujung perumahan mereka, sesampainya disana mereka memesan nasi goreng 6 bungkus dan dibawa pulang.


Sesampainya rumah nasi goreng di bagikan Aldi, Devan, Bian, Arkan dan untuk Ara, mereka makan sambil sesekali tertawa karena celotehan dari Devan dan Aldi, nasi goreng masih sisa 1 bungkus dan di makan Ara katanya Ara masih kurang hahaha emang dasar bumil, setelah makan mereka tidur.


"Good Night Honey and Baby," kata Arkan mencium bibir Ara lalu perut Ara.


"Good night sayang," kata Ara lalu Ara tidur dengan mendusel duselkan kepalanya di dada bidang Arkan.


Arkan terbangun karena mendengar suara rintihan seseorang, Arkan langsung membuka matanya lebar lebar saat menyadari ternyata itu adalah suara................. suara Ara yang tengah kesakitan, Ara meringkuk dibawah lantai dekat kamar mandi memegangi perutnya yang sakit, keringat dingin membasahi badannya membuat Arkan panik.


"ASTAGA HONEY!" pekik Arkan berlari menghampiri Ara.


"Kamu kenapa hon? Mana yang sakit?" Arkan mendudukkan tubuh Ara.


"Pe..rut.. awshhh.. sakit..," rintih Ara.


"Darah," gumam Arkan saat melihat di celana Ara terdapat bercak darah.


"Kita ke Rumah Sakit sekarang," kata Arkan lalu menggendong Ara dan mengambil dompet serta ponselnya lalu mereka menuju Rumah Sakit.


"Hon kamu harus kuat ya demi baby," kata Arkan memegang tangan Ara sambil menyetir mobilnya.


"Sa... Kitt... Hiks... Hiks...," ringis Ara menggenggam erat tangan Arkan.


"Tahan hon sebentar lagi sampai, jangan tutup mata kamu," kata Arkan menenangkan Ara.


Ketika hampir sampai Arkan merasakan genggaman Ara melemas dan tangan Ara terkulai lemas, Arkan melihat kearah Ara namun Ara sudah tidak sadarkan diri membuat Arkan panik, Arkan segera memarkirkan mobilnya lalu masuk dengan menggendong Ara.


"DOKTER SUSTER TOLONG ISTRI SAYA!" teriak Arkan lalu 3 orang Suster dan 1 orang dokter menghampiri Arkan dan membawa Ara ke IGD, Arkan menunggu Ara di depan ruang IGD dengan gelisah.


"Argh!!" teriak Arkan frustasi mengacak acak rambutnya.


...Gimana Ceritanya??...


...Penasaran kelanjutan ceritanya??...

__ADS_1


...Jangan lupa Vote...


...Maaf banyak typo...


__ADS_2