Fake Nerd Boy Is Mine

Fake Nerd Boy Is Mine
Bab 19


__ADS_3

"DOKTER SUSTER TOLONG ISTRI SAYA!" teriak Arkan lalu 3 orang Suster dan 1 orang dokter menghampiri Arkan dan membawa Ara ke IGD, Arkan menunggu Ara di depan ruang IGD dengan gelisah.


"Argh!!" teriak Arkan frustasi mengacak acak rambutnya.


***


Beberapa menit kemudian pintu UGD terbuka dan keluarlah dokter yang menangani Ara, Arkan berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter itu.


"Bagaimana Dok keadaan istri dan kandungannya?" tanya Arkan.


"Syukurlah Tuan cepat membawa Nyonya Aracelly ke Rumah Sakit sehingga nyawa janin dapat selamat namun keadaan janinnya sangat lemah, Nyonya Aracelly mengalami benturan yang mengakibatkan pendarahan ringan dan harus istirahat total selama seminggu dan dirawat di sisni selama kurang lebih 3 hari sesuai kondisi Nyonya Aracelly dan kandungannya," Dokter menjelaskan keadaan Ara dan kandungannya pada Arkan.


"Syukurlah," kata Arkan lega.


"Nyonya Aracelly akan dipindahkan diruang rawat inap dulu, tuan silahkan urus administrasinya," kata Dokter.


"Baik dok saya urus administrasinya dulu, beri perawatan terbaik untuk istri saya," kata Arkan.


"Baik tuan saya permisi," pamit Dokter.


"Iya," kata Arkan.


Arkan segera mengurus administrasinya lalu menuju ruang rawat inap VVIP yang ditempati Ara, Arkan melihat Ara yang sedang berbaring masih memejamkan matanya karena masih terpengaruh obat bius dan bibir yang pucat, Arkan mengecup kening Ara dan mengelus-elus perut Ara.


"Oh iya gue kan belum ngabarin orang rumah," gumam Arkan.


"Tapi ini kan masih pukul 03.00 pagi pasti mereka masih pada tidur mending gue kabarinnya nanti aja," gumam Arkan, Arkan memainkan ponselnya sambil memegang tangan Ara yang tidak di infus.


Arkan merasakan tangan Ara bergerak, Arkan mematikan ponselnya dan melihat Ara yang mulai membuka matanya perlahan.


"Honey kamu udah sadar? Masih ada yang sakit?" tanya Arkan.


"Mi...num...," lirih Ara karena merasakan tenggorokannya kering, lalu Arkan mengambilkan minum dan membantu Ara minum.


"Aku panggil dokter ya," kata Arkan lalu memencet tombol untuk memanggil dokter.


"Arkan baby gak papa kan?" tanya Ara sambil memegang perutnya.


"Baby baik baik aja," kata Arkan lalu Ara menangis dan Royan membawa Ara ke pelukannya.


"Hiks hiks aku bodoh," kata Ara sambil menangis.


"Kok nangis? Kan babynya baik baik aja, udah jangan nangis ya," kata Arkan menenangkan Ara.


"Hiks maafin Ara udah ceroboh hiks hiks," kata Ara sesenggukan.


"Nggak papa lain kali jangan diulangi lagi ya, udah jangan nangis nanti kalau babynya ikut nangis gimana?" kata Arkan lembut.

__ADS_1


Dokter datang dan memeriksa Ara dan memberitahu kondisi Ara masih lemah jadi harus dirawat disini dulu.


"Kamu istirahat lagi ya biar cepet sembuh," kata Arkan, Ara hanya menganggukkan kepalanya lemah karena tubuhnya masih terasa lemas.


"Oh iya udah pukul 07.00 aku kabarin dulu," gumam Arkan lalu menelepon Mama dan Bian.


Beberapa menit kemudian Mama dan Papa datang.


"Arkan gimana keadaan Ara?" tanya Mama.


"Ara baik baik aja ma tapi kandungannya lemah," jawab Arkan.


"Gimana ceritanya Ara bisa kaya gini?" tanya Papa.


"Arkan juga gak tahu Pa soalnya Arkan kebangun pukul 02.30 ngelihat Ara sudah ada di bawah lantai dekat kamar mandi," kata Arkan lalu Papa menganggukan kepalanya.


Tok tok tok..


"Eh ada Om sama Tante," kata Bian lalu menyalimi disusul Devan dan Aldi.


"Gimana keadaan Ara?" tanya Bian.


"Ara baik baik aja," kata Arkan.


"Nih kita bawain bubur ayam," kata Aldi menyerahkan plastik yang berisi bubur ayam.


"Iya kan kita juga sekalian sarapan disini hehehe terus tadi ada promo beli 5 geratis 2," kata Aldi cengengesan.


"Hemm," Ara membuka matanya karena mendengar keributan.


"Mama, Papa," lirih Ara.


"Gimana sayang keadaanya, masih ada yang sakit?" tanya Mama lembut.


"Enggak Ma cuma lemes doang," kata Ara, Mama menganggukan kepalanya.


"Papa nggak kerja?" tanya Ara.


"Nanti jam 10 baru berangkat," kata Papa.


"Oh, terus kalian gak kuliah apa?" tanya Ara.


"Enggak kita kan setia kawan," kata Aldi, Devan dan Bian menganggukan kepalanya.


"Ck alesan bilang aja males ngampus," decak Ara karena Ara tahu kalau mereka sering titip absen kalau nggak bolos kampus.


"Hehehe peace Ra kan Lo tahu kita gimana," kata Devan.

__ADS_1


"Makan dulu nih gue bawain bubur ayam spesial buat Lo, gue tahu kalau Lo pasti gak mau makan makanan rumah sakit rasanya hambar iya kan," kata Aldi.


"Aku suapin ya," kata Arkan lalu mengambil 1 bungkus bubur ayam dan menyuapi Ara.


"Gimana rasanya enakkan ini bubur ayam langganan gue," kata Aldi.


"Iya lah langganan soalnya sering promo," sindir Devan.


"Ihh Lo kok kalau ngomong suka bener sih," kata Aldi membuat mereka terkekeh, lalu mereka mengambil bubur ayam satu satu dan dimakan bersama.


"Eh Di Lo tadi gak beli minum sekalian?" tanya Bian.


"Nggak kan yang promo buburnya doang," kata Aldi polos membuat semua menepuk jidat.


"Terus kita Lo suruh minum apa ogeb," kata Bian.


"Kalau mau minum ya minum air lah masa iya minum minyak," kata Aldi.


"Emang kalau ngomong sama orang yang otaknya kurang 1 ons gini amat," gerutu Bian.


"Biar gue aja yang jelasin kan gue ahlinya ahli," kata Devan langsung mendapat sorakan dari Bian, Arkan dan juga Aldi.


"Maksud Bian itu Lo beliin kita minum di kantin Rumah Sakit, masa iya bawa makanan gak sekalian minumannya," kata Devan.


"Oh gitu ya udah ayo lo kan yang bayar," kata Aldi lalu menarik kerah baju Devan seperti menarik kambing membuat mereka tertawa sedangkan Devan berdecak sebal.


"Papa mau berangkat ke kantor dulu ya sayang," Papa pamit ke Ara.


"Iya Pa hati hati," kata Ara, lalu papa pamit kepada mama dan yang lainya.


"Hon makannya dihabisin ya," kata Arkan karena Ara hanya makan 3 sendok.


"Udah kenyang," kata Ara.


"Sesendok aja ya," bujuk Arkan sambil mengelus kepala Ara yang bersandar di dada bidangnya.


"Enggak udah enek," kata Ara.


"Ya udah ini minum obatnya," kata Arkan membantu Ara meminum obat yang diberikan dokter.


...Gimana Ceritanya??...


...Penasaran kelanjutan ceritanya??...


...Jangan lupa Vote...


...Maaf banyak typo...

__ADS_1


__ADS_2