
Ara mengunci kamarnya kalau menaruh guling diselimuti biar dikira Ara sedang tidur, sedangkan Ara dia siap siap mau ke area balap, Ara memakai baju pendek putih, jaket hitam, celana hitam panjang, dan sepatu hitam dan rambut di cepol asal.
.......
.......
.......
Pukul set 9 Bian menjemput Ara lalu mengantar Ara mengambil motornya yang ada di apartemen Ara, Ara punya apartemen walaupun tidak besar tapi dia beli pakai uangnya sendiri. Ara,Bian dan Devan berkumpul di Kafenya Ara yang di dekat arena balap karena kafe Ara memiliki 5 cabang. Mereka duduk sambil meminum kopi.
"Eh 15 menit lagi tandingnya mau dimulai ayo kita berangkat kesana!" ajak Bian.
"Ayo!" Ara dan Devan.
Mereka berangkat menuju arena balap, setelah sampai mereka berkumpul bersama teman temannya.
"Ara Lo ikut balapan, gue yakin Lo pasti menang lagi," kata Deno teman balapan Ara.
"Pasti dong!" jawab Ara.
"Iya nih kalau menang jangan lupa traktiran nya," kata Bayu.
"Itu mah gampang," balas Ara santai.
"Tuh yang mau ikut tanding suruh kumpul di start," ujar Ken memberitahu Ara.
Ara menuju garis start lalu pertandingan dimulai. Ara dan 2 cowok berlomba lomba untuk mencapai garis finish, Ara berada diposisi ke 2 ketika garis finish sudah terlihat Ara menyelip mendahului cowok yang ada diposisi 1 sehingga Ara yang sampai duluan Samapi ke garis finish dan Ara lah pemenangnya.
"Wih selamat Ra, udah gak diraguin lagi kemampuan Lo!" Devan menghampiri Ara dengan heboh.
"Selamat Ra!" Bian memberi Ara selamat.
"Ara lo emang the best deh!" kata Ken.
"Lho Lo kok sama Aldi?" tanya Ara melihat didekat Devan ada Aldi.
"Oh temen gue tuh yang jadi lawan Lo," jawab Aldi menunjuk Arkan.
"Oh," Ara
"Kan sini!" Aldi menyuruh Arkan mendekat.
"Apa?" tanya Arkan.
"Lo!! Kan yang kemarin ketumpahan kopi, lo udah gak ngotot lagi minta gue tanggung jawab kayak gue buntingin Lo aja!" gerutu Ara.
"Kalian udah kenal?" tanya Aldi.
"Udah," Arkan.
"Belum," Ara.
"Yang bener yang mana?" tanya Aldi bingung karena jawaban mereka berbeda.
"Gak usah sok kenal," kata Ara sambil memandang Arkan sinis.
__ADS_1
"Bodo," Arkan.
"Bibi ayo anterin Ara pulang, Ara udah ngantuk!" ajak Ara.
"Ayo!" kata Bian sambil mengusap kepala Ara.
"Kita cabut dulu, Dev hadiahnya Lo bawa aja dulu besok kasih ke Ara," sambung Bian.
"Siap apa sih yang enggak buat Bebeb Ara," kata Devan.
"Jangan panggil gue Bebeb gue udah punya pacar!" ujar Ara.
"Serius Lo udah punya pacar?" tanya Ken
"Yah patah hati Abang" ujar Farel.
"Makannya jangan ada yang ngarepin gue lagi, Ayo bibi pulang," kata Ara.
Bian mengantarkan Ara menaruh motornya di apartemen lalu mengantar Ara pulang.
"Makasih bibi Ara mau tidur dulu," kata Ara melambaikan tangan ke Bian
"Iya sama sama," balas Bian.
Ara masuk kamarnya melalui tangga yang tersambung dengan balkon di kamarnya dengan pelan pelan karena takut ketahuan, Ara sampai ke kamarnya lalu mengganti baju dan tidur.
Pagi hari Ara masih dalam mimpinya, mungkin karena semalam dia begadang balapan sampai sampai alaram yang berbunyi dia abaikan.
Tok.. tok.. tok..
"Ara bangun kamu sekolah nggak ini udah jam 7 lho," ujar mama sambil menepuk pelan pipi Ara.
"Hm 5 menit ma kan baru jam 7 WHAT JAM 7!!" pekik Ara langsung bangun dan mandi bersiap ke sekolah.
Sesampainya di sekolahan Ara seperti biasa memanjat dinding belakang seolah karena gerbang sudah ditutup sejak tadi.
"Mending gue kekantin aja daripada dikelas gue dihukum lagi, sekalian gue kan belum sarapan," gumam Ara lalu berjalan mengendap endap ke kantin.
"Bu nasi goreng 1 sama milkshake strawberry 1," pesan Ara.
"Iya Non Ara," ujar penjual kantin karena sudah kenal dengan Ara, bahkan bukan cuma penjual kantin saja yang kenal dengan Ara satu sekolahan juga tahu Ara.
"Ini pesenannya," kata penjual kantin menaruh pesanan Ara di meja.
"Iya Bu ini kembaliannya diambil aja," ujar Ara memberikan uang untuk membayar.
"Makasih non Ara," ujar Penjual kantin.
"Iya Bu," kata Ara lalu memakan makanannya namun ketika Ara baru makan setengah piring tiba tiba ada yang menjewer telinganya.
"Awas swakiwt," Ara meringis sambil mengunyah makanan yang penuh dimulutnya.
"Ara ini tuh bukan jam istirahat ini tuh jam pelajaran malah enak enakan makan kamu lari keliling lapangan 5x sampai jam istirahat!" kata Pak Boni (guru kesiswaan).
"Astaga Pak Bonbon tega amat sama Ara masak 5x nanti Ara laper lagi 1x aja ya pak," Tawar Ara.
__ADS_1
"Kamu pilih 5x atau 10x?" Tanya Pak Boni.
"WHAT 10x bisa keriting kaki Ara!!" Pekik Ara.
"Sekarang Ara larinya!" kata Pak Boni.
"Iya," Ucap Ara lalu mengambil milkshake strawberry nya dan meminumnya.
"Saya nyuruh kamu lari bukan minum Ara!" Pak Boni berdecak pinggang.
"Isi energi dulu sebelum lari hehehe" kata Ara lalu berlari meninggalkan Pak Boni yang menggelengkan kepalanya.
"Untung cuma ada 1 murid yang kayak gitu kalau 10 ambruk nih sekolahan," gumam Pak Boni.
Ara berlari 5x mengelilingi lapangan, setelah lari Ara duduk di pinggir lapangan.
"Ngapain duduk disini masuk kekelas?" tanya Pak Boni.
"Ya amsyong deh Pak Bonbon gak kasihan apa biar Ara napas dulu capek tau," keluh Ara.
"Bukannya dari tadi udah napas?" tanya Pak Boni.
"Au ah gelap Pak Bonbon lemot mending Ara ke kelas bosen lihat Pak Bonbon Mulu," kata Ara lalu lari menuju kelasnya menghindari amukan pak Boni.
"ARA AWAS KAMU SAYA HUKUM LAGI NANTI!!" teriak Pak Boni.
Bruak.
Ara membuka pintu kelasnya menggunakan kaki dengan keras membuat semua yang ada didalam kelas kaget.
"Astaga Ara kamu jam segini baru datang darimana saja kamu!?" tanya Bu Mila.
"Astaga Bu Milo saya tadi abis disuruh lari sama Pak Bonbon makannya baru masuk kelas," jawab Ara menirukan nada bicara Bu Mila membuat seisi kelas menahan tawanya.
"Sudah berapa kali saya bilang Ara nama saya itu Bu Mila bukan Bu Milo," Bu Mila geram karena Ara selalu memanggilnya Bu Milo dikira merek susu kali.
"Iya Bu Milo eh maksud Ara Bu Mila Ara suka lupa," kata Ara.
"Ya sudah kamu duduk perhatikan saya menjelaskan materi," ujar Bu Mila.
"Ciee Bu Milo mau saya perhatiin ya tapi saya mau nya merhatiin pacar saya aja Bu," kata Ara membuat seisi kelas tertawa.
"Semuanya diam dan kamu Ara kerjain 5 soal yang ada dipapan tulis sekarang kalau salah kamu harus berdiri didepan sampai pelajaran selesai," Bu Mila.
"Siap Bu tapi Ara taruh tas Ara dulu ya di meja Ara soalnya berat tapi lebih berat rindu hahaha" kata Ara sambil tertawa membuat seisi kelas tertawa melihat tingkah absurd Ara.
"Diam!! Ara cepat taruh tasnya lalu kerjakan soal yang dipapan tulis sekarang," Bu Mila.
Ara menaruh tasnya di meja lalu menjawab soal yang ada di papan tulis dengan mudah karena Ara memiliki IQ yang tinggi jadi mudah saja, sebenarnya Ara disuruh ikut kelas akselarasi saja tapi dia menolak karena kalau kelas loncat loncat gak seru gak bisa main sama temen temen.
...Gimana Ceritanya??...
...Penasaran kelanjutan ceritanya??...
...Jangan lupa Vote...
__ADS_1
...Maaf banyak typo...