
Ara pulang dengan sebal karena bajunya kotor, mana yang numpahin orang songong.
***
Sesampainya rumah Ara segera membersihkan badannya dan mengganti bajunya sebelum Arkan melihat bajunya yang kena tumpah kopi.
Ting
Ponsel Ara berdering menandakan ada pesan masuk.
"Arkan," gumam Ara setelah melihat nama pengirim pesan.
My lovely husband ๐ค
Honey....
Nanti aku pulang kuliah langsung ke kantor soalnya mettingnya diajukan...
Jangan lupa susu sama vitaminnya diminum...
Jangan telat makan...
Jangan makan sembarangan...
Kalu ada apa apa langsung telvon aku...
Love you honeyy๐๐
"Dasar posesifnya kumat," gumam Ara sambil terkekeh setelah melihat pesan dari Arkan lalu Ara membalas pesan Arkan.
^^^My lovely wife ๐ค^^^
^^^Iya^^^
"Apa aku bawain makan siang aja ke kantornya Arkan," gumam Ara.
Ara memutuskan untuk memasak untuk di bawa kekantor Arkan, setelah memasak Ara berganti pakaian setelah itu Ara menuju ke kantor Arkan dengan diantar supir.
Sesampainya Ara di kantor Arkan banyak karyawan yang menatapnya kebanyakan sinis karena penampilan Ara yang tidak ada anggunnya kaos oversize baby blue lengan panjang bahakan ada tulisannya '**** you *****' dan ada gambar kartun wanita yang sedang menjulurkan lidahnya dan mengacungkan jari tengahnya, celana navy diatas lutut, sepatu boat baby blue, slin bag navy, dan sebuah kotak makan pink.
Ara menuju meja resepsionis.
"Permisi mau tanya Arkan nya ada?" tanya Ara.
"Apakah anda keponakan atau adiknya Pak Arkana?" tanya resepsionis.
"Bukan eh iya maksud saya," kata Ara karena memang orang kantor tidak ada yang mengetahui hubungan mereka.
"Pak Arkana sedang meeting di luar, anda kalau berkenan silahkan tunggu di ruang Pak Arkana, mau saya antar?" tanya resepsionis.
"Oh tidak usah ruangan Arkan eh maksud saya Kak Arkan dilantai 30 kan?" tanya Ara.
"Pftt bwahahahaha Kak Arkan boleh juga tapi aku lebih suka dipanggil sayang," tawa Arkan meledak membuat para karyawan yang ada disana heran karena seorang Arkana bos dingin bahkan tersenyum saja jarang tapi ini bukan hanya tersenyum tapi tertawa.
Ara menolehkan kepalanya kebelakang dan melihat Arkan yang sedang menertawainya dengan sebal.
"Nyebelin," gerutu Ara.
"Sudah kamu ngapain keresepsionis langsung aja keruangan aku hon gak usah kesini, kesini juga gak bilang bilang," kata Arkan lalu merangkul pinggang Ara menuju lift khusus.
"Bodo," gerutu Ara.
"Wah kamu bawain aku makanan? Kebetulan tadi belum sempat makan di luar, tapi kamu gak masak sendiri kan?" tanya Arkan.
"Enggak dibantu bibi kok," kata Ara.
"Kamu kesini dianter supir kan?" tanya Arkan.
"Hem," gumam Ara.
"Kamu kenapa kok lesu banget? Kamu sakit? Apanya yang sakit? Kita ke rumah sakit aja ya? Atau kamu mau sesuatu?" tanya Arkan.
"Enggak cuma agak bad mood aja," kata Ara menyenderkan kepalanya di dada bidang Arkan, lalu Arkan mengelus kepala Ara dengan sayang.
Ting
__ADS_1
Lift sudah sampai di lantai 30 yang berisi ruangan Arkan dan sekertarisnya.
"Kita makan di mana? Kamar? Sofa? Kursi dekat jendela?" tanya Arkan.
"Dekat jendela aja sekalian lihat pemandangan," kata Ara lalu duduk di kursi dan menata makanan yang dibawa.
"Oh iya sayang aku lupa gak bawa minum," kata Ara sambil menepuk jidatnya pelan.
"Ya udah delivery aja kamu mau apa"? tanya Arkan.
"Aku milkshake strawberry aja," kata Ara.
"Okey hon," kata arkan lalu memesan minuman mereka setelah itu Arkan duduk di samping Ara.
"Nih kamu mau makan yang mana?" tanya Ara.
"Aku nasi, ayam, sama udang tepung aja hon," kata Arkan lalu Ara mengambilkan makanan untuk Arkan.
"Kamu juga makan yang banyak biar babynya sehat," kata Arkan sambil mengelus perut Ara yang tertutup kaos oversizenya.
"Baby gak nakal kan di perut?" Tanya Arkan.
"Enggak baby kan anak baik kayak mommynya," kata Ara membuat Arkan terkekeh.
"Mana ada anak baik sukanya bolos pelajaran, tawuran, jail," kata Arkan menyindir Ara.
"Ehh kita itu 11 : 12 ya bandelnya jadi sama aja," kata Ara sambil mengerucutkan bibirnya sebal.
"Iya iya honey semoga anak kita gak sebandel kita hehehe," kata Arkan terkekeh lalu menciumi perut Ara yang agak buncit.
"Geli Arkan," kata Ara karena Arkan tidak berhenti menciumi perut buncit Ara.
Tok tok tok
"Masuk," kata Arkan.
"Permisi ini pesanannya Pak," kata pengantar minuman yang di pesan Arkan.
"Hm," dehem Arkan.
"Sesuai pesanan dan bayarnya sudah di aplikasi, saya permisi dulu," pengantar itu pamit hanya dibalas anggukan oleh Arkan.
"Tau gitu aku pesen 2 sayang besok pesenin lagi ya," pinta Ara.
"Kenapa harus besok? Gak sekarang aja?" tanya Arkan.
"Enggak maunya besok," kata Ara sambil melanjutkan makannya.
"Oh iya hon nanti kamu pulangnya aku antar aja ya," kata Arkan sambil memakan makanannya.
"No, kamu kan masih sibuk sama urusan kantor aku naik taksi atau suruh jemput supir kan bisa," kata Ara.
"Gak boleh naik taksi kamu di jemput atau aku aja yang nganterin," kata Arkan.
"Aku dijemput aja," kata Ara pasrah.
"Ya udah, kamu udah minum susu sama vitaminnya?" tnya Arkan.
"Kalau susunya udah tadi sebelum berangkat tapi kalau vitaminnya belum hehehe," kata Ara sambil nyengir.
"Ya udah kamu minum dulu vitaminnya aku ambilin air putih," kata Arkan lalu mengambil air putih untuk Ara.
"Sayang aku mau pulang," kata Ara setelah meminum vitaminnya.
"Ya udah aku telvon supir dulu ya," kata Arkan lalu menelevon supir pribadi rumah mereka.
"Sayang nanti aku mau ke taman dulu ya," izin Ara.
"Mau ngapain hon?" tanya Ara.
"Gak tahu pengen aja kesana," kata Ara.
"Ya udah nanti suruh nemenin supir ya, sebelum aku sampai rumah kamu harus sampai rumah duluan okey," kata Arkan.
"Iya," kata Ara.
__ADS_1
"Jangan capek capek, jangan jajan sembarangan, jangan lirik cowok lain," kata Arkan posesif membuat Ara memutar bola matanya jengah.
"Mana mungkin aku deketin cowok lain orang aku lagi bunting gini," kata Ara.
"Hehehe iya juga ya, ayo aku antar kebawah supirnya udah sampai," kata Arkan lalu Ara mengambil tas dan kotak makan yang di bawanya, Arkan merangkul pinggang Ara menuju lobi, sesampainya di lobi Arkan mencium kening Ara dan perut Ara setelah itu Ara ke taman.
"Huftt sejuk disini," kata Ara setelah duduk di kursi taman bawah pohon.
"Hiks hiks hiks," ada seorang anak kecil sendirian menangis memegangi bola kecilnya, Ara menghampiri anak kecil itu.
"Hai kenapa nangis? Kalau nangis nanti gantengnya ilang lho," tanya Ara sambil berjongkok mensejajarkan tinggi badannya dengan anak kecil itu.
"Hiks atak antik, Jeno udah nda angis agi anti Jeno nda anteng agi," kata anak kecil itu sambil sesenggukan.
"Jeno mau es krim?" tanya Ara.
"Mauu, tapi Jeno nda awa uang buat bayal es klimnya," kata Jeno.
"Kakak yang bayarin ayo kakak juga mau beli es krim," ajak Ara lalu mereka menuju penjual es krim yang ada di dekat taman.
"Jeno mau rasa apa?" tanya Ara.
"Jeno mau lasa cokat," kata Jeno antusias.
"Oke, pak es krim coklat 1 sama vanila 1 ya," pesan Ara.
"Iya neng," kata penjual itu.
"Jeno ayo duduk di kursi itu dulu," ajak Ara.
"Jeno kenapa tadi nangis," tanya Ara.
"Jeno Atut dimalahin," kata Jeno.
"Ini neng es krimnya," kata penjual itu lalu Ara membayarnya.
"Jeno takut di marahin siapa?" tanya Ara sambil memakan es krimnya.
"Jeno atut dimalahin ama o-," kata Jeno terpotong karena seorang laki laki menghampirinya.
"Jeno kamu disini ternyata, bikin panik aja," kata laki laki itu.
"Lo!" tunjuk laki laki itu pada Ara.
Bukannya dia cewek yang udah gue tabrak waktu dikafe, batin laki laki itu.
"Makannya om kalau punya anak tuh di jaga biar gak ilang, dasar cowok giliran buatnya aja semangat disuruh jagain aja teledor," gerutu Ara.
"Emang muka gue kelihatan tua ya," tanya laki laki itu.
"Emang," kata Ara sambil memakan es krim nya.
"Eh cewek aneh, gue itu gak tua ya gue masih 20 tahun dan asal Lo tahu dia bukan anak gue dia itu ponakan gue," kata laki laki itu.
"Bodo amat," kata Ara.
"Jeno kakak mau pulang dulu ya," pamit Ara.
"Iya makacih atak antik es klimnya enak," kata jeno.
"Iya sama sama," kata Ara sambil mengelus kepala Jeno, lalu Ara melangkahkan kakinya namun di tahan laki laki itu.
"Thanks udah jagain ponakan gue," kata laki laki itu.
"Hem," gumam Ara.
"Oh iya nama gue Lando," kata laki laki itu, Ara menaikkan sebelah alisnya.
"Nama Lo siapa?" tanya Lando.
"Lo gak perlu tahu," jawab Ara ketus karena Ara ingat kalau laki laki yang dihadapannya ini adalah cowok nyebelin yang di kafe, lalu Ara meninggalkan taman dan menuju supirnya Untuk mengantarnya pulang.
...Gimana Ceritanya??...
...Penasaran kelanjutan ceritanya??...
__ADS_1
...Jangan lupa Vote...
...Maaf banyak typo...