
''Bos apa yang harus kita lakukan sekarang?'' tanya anak buah Faros.
''Kita tunggu saja sebentar lagi anak pembunuh itu keluar dari sana!'' sahut Faros.
''Baik bos,'' ujar anak buah sambil menganggukkan kepalanya.
Tidak lama kemudian Alvaro keluar klub malam itu bersama seorang gadis dia membantu Alvaro keluar dari tempat tersebut karena dia terlalu banyak minum sehingga dia tidak bisa berjalan sendiri.
''Ini dia yang saya tunggu tidak perlu capek-capek mencari mangsa dia sendiri yang mencari jebakan untuk dirinya!'' batin Faros.
''Sekarang kamu tangkap wanita itu buat dia tidak sadarkan diri dan bawa meraka ke mobil kita,'' perintah Faros.
''Baik bos.''
Mereka pun segera melakukan apa yang di perintahkan oleh Faros. Tidak butuh lama Alvaro dan wanita itu sudah berada di dalam mobil Faros. Mobil Faros berhenti di sebuah hotel mewah di kota itu.
''Sekarang kalian bawa dua orang ini ke dalam sana jebak meraka buat mereka tidur berdua!, ambillah beberapa foto langsung kirim kepada saya,'' ujar Faros.
''Baik kami akan segera melakukannya,'' sahut anak buah.
Tidak butuh lama bagi anak buah Faros untuk melakukan tugasnya Alvaro dan wanita itu sudah berada di dalam sebuah kamar hotel tersebut.
__ADS_1
''Bos kami sudah selesai mengerjakannya selanjutnya apa lagi bos?'' tanya anak buah.
Mereka sangat suka mengerjakan apapun yang di perintahkan oleh Faros karena bagi mereka pekerjaan itu sangat menyenangkan.
''Buat mereka melakukan sesuatu, dan kirim berapa foto kepadaku secepatnya mungkin,'' ujar Faros.
''Baik bos.''
Faros mematikan ponselnya. Dia masih di dalam mobil menunggu anak buahnya keluar dari hotel tersebut.
Tring..Tring..Tring.. Pesan dari anak buahnya foto yang di kirim oleh anak buahnya langsung di lihat oleh Faros dia tersenyum melihat foto-foto itu.
''Guntur-Guntur saya sudah melakukan apa yang sudah kamu lakukan kepada keluarga saya, tapi ini belum seberapa saya akan menghacurkan kalian sedikit demi sedikit!'' batin Faros.
''Bos kami sudah membereskannya,'' ujar anak buah yang masih berdiri diluar mobil.
''Apa kalian sudah mengurus penjaga hotelnya? jangan sampai kalian berdua meninggalkan jejak di sana,'' ujar Faros.
''Semuanya sudah beres bos tidak ada yang harus bos khawatirkan,'' sahut anak buah.
''Baik masuklah sekarang kita harus meninggalkan tempat ini,'' ujar Faros.
__ADS_1
Anak buah pun segera masuk kedalam mobil dan pergi dari hotel tersebut.
Pagi harinya, Alvaro terbangun dari tidurnya dia melihat di sebuah kamar yang mewah sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
''Dimana gue sekarang ahh, kepala gue pusing banget,'' batin Alvaro dia pun melihat ke arah samping dia begitu terkejut melihat seorang wanita berada di sampingnya.
''Apa-apaan ini bangun lo!'' teriak Alvaro kepada wanita yang berada di sampingnya.
Sang wanita pun terbangun sambil mengucek-ucek matanya karena kamar begitu terang hingga membuatnya silau. Wanita itupun sangat terkejut kenapa? dia berada di sebuah kamar bersama seorang laki-laki.
''Kamu siapa kenapa? aku berada disini?'' tanya wanita itu.
''Dasar wanita penggoda, kenapa? lo bawa gue kesini lo mau menjebak gue ha!'' ujar Alvaro begitu marah kepada wanita itu.
''Aku tidak tahu apa-apa dan aku bukan wanita seperti itu, jangan-jangan kamu yang sudah membawa ku tempat ini!'' sahut wanita itu dia juga merasa marah dan benci kepada Alvaro. Dia merasa Alvaro lah yang telah menjebaknya di kamar itu.
.
.
.
__ADS_1
.
. BERSAMBUNG