FAROS REVENGE

FAROS REVENGE
rumah baru untuk Dewa


__ADS_3

''Ada apa ini?'' tanya Faros yang baru saja datang ke markas anak buahnya.


''Ini bos perempuan ini tidak mau makan,'' sahut Erik.


''Kamu boleh pergi, biarkan saya yang memberinya makan,'' ucap Faros.


Erik menganggukkan kepalanya lalu pergi keluar markas.


''Ayo makan,'' ucap Faros.


''Gak saya gak mau makan,'' sahut Qiana membuang wajahnya.


''Kalau kamu tidak mau makan, maka kamu akan cepat mati! dan saya tidak mau itu saya hanya mau tersiksa bukan cepat-cepat mati!'' ucap Faros tersenyum miring.


Qiana melihat ke arah Faros dan menatapnya, dia sangat penasaran ingin melihat wajah Faros karena dia ingin melaporkan Faros kepada polisi.


''Siapa kamu sebenarnya kenapa? kamu begitu membenci saya sedalam ini?'' tanya Qiana mata yang mulai berkaca-kaca.


''Tidak saya tidak membenci mu, kalau saya benci tidak mungkin saya akan memberikan kamu makan,'' sahut Faros tersenyum.


Faros mencoba menyuapkan makanan kepada Qiana, tapi Qiana malah membuang wajahnya ke samping Faros mencobanya lagi. Tapi lagi-lagi Qiana mendorong makanan itu hingga makanan itu tumpah dan mengotori pakaian Faros.


Faros begitu marah! dia melempar tempat makanan itu dan membantingnya, Qiana pun menjadi takut melihat sikap Faros.

__ADS_1


''Kalian ikat wanita ini kembali!'' ujar Faros kepada anak buahnya.


''Lepaskan! saya lelaki jahat, kamu hanya berani dengan perempuan lemah seperti ku, lihat saja nanti kalian semua akan menyesal,'' ucap Qiana. Dia meronta-ronta agar tidak di ikat.


Tiring... Tiring sebuah panggilan telepon dari Dewa.


''Tutup mulut perempuan itu, saya mau bicara,'' ujar Faros.


Anak buahnya pun Menganggukkan kepala.


''Halo ada apa?'' tanya Faros setelah mengangkat ponselnya.


''Kak, aku sama bi Inah sudah berada di kota, kakak ada di mana?'' tanya Dewa.


Faros membalikkan badannya, ''Kalian jaga wanita itu jangan sampai dia kabur dari tempat ini.''


''Baik bos,'' sahut anak buahnya.


Faros berjalan keluar dari markas masuk ke dalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya pergi menemui Dewa dan bi Inah.


''Bi, itu kak Faros,'' ujar Dewa sambil berdiri dari duduknya.


''Ayo naik kakak akan antar kalian ke rumah baru itu,'' ucap Faros.

__ADS_1


Dewa dan bi Inah menganggukkan kepala mereka, mereka pun segera masuk ke dalam mobil Faros. Mobil kembali di jalankan dengan kecepatan sedang menuju rumah baru.


Tiba-tiba saja Faros melihat seorang wanita berjalan dengan seorang laki-laki paruh baya, Faros mengenali wanita itu. Dia adalah wanita yang di jebak bersama Alvaro waktu itu, Faros melambatkan jalan mobilnya untuk memastikan apakah itu wanita yang sama atau bukan.


Tidak lama mereka sampai di rumah baru tersebut rumah itu cukup besar dan mewah. Dewa tidak menyangka kakaknya membelikan rumah semewah itu untuknya dan bi Inah.


''Ini rumah baru kita, sesekali aku akan datang ke rumah ini, ayo masuk kita lihat dalamnya seperti apa,'' ucap Faros.


Setelah mereka masuk kedalam rumah tersebut rumah itu sangat luas dan juga memiliki sebuah taman bunga.


''Kak lo beli rumah sebesar ini, untuk apa?'' tanya Dewa melihat semua sudut ruangan.


''Sengaja aja biar lebih nyaman,'' sahut Faros tersenyum.


Dewa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya kakaknya begitu sangat boros apalagi semua perusahaan milik Papanya dia yang mengurus.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2