FAROS REVENGE

FAROS REVENGE
Qiana


__ADS_3

''Faros, aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan, tapi tolong jangan masukkan akau ke dalam penjara,'' ucap Alex.


''Bos kami sudah datang,'' ucap anak buah Faros.


''Kalian bawah orang ini ke kantor polisi, biarkan dia merasakan seumur hidupnya di dalam penjara!'' ucap Faros.


''Baik bos.'' jawab anak buah.


''Aku harus bisa kabur dari sini, aku gak mau masuk penjara,'' batin Alex.


Anak buah Faros mendekati Alex untuk melepaskan ikatannya. Saat Faros lengah di situlah kesempatan Alex kabur, dia mendorong anak buah Faros. Dan langsung kabur dari mereka.


Namun, Faros tidak lengah sedikit pun dia mengarahkan pistolnya ke arah Alex Faros menembak belakang Alex. Membuat Alex tidak berdaya dan jatuh kelantai.


Anak buah Faros segera mendekati Alex yang sudah tergeletak di lantai. Mereka langsung memperiksa denyutan nadinya.


''Bos, dia tewas bos,'' ucap Erick.


Faros berjalan mendekati anak buahnya yang sedang memegang tangan Alex.


''Antar mayatnya ke rumahnya, tapi ingat jangan sampai ketahuan gunakan topeng kalian!'' ucap Faros.


Anak buah Faros menganggukkan kepala mereka serempak, mereka pun segera membawa Alex ke rumahnya.


''Inilah akibatnya jika tidak mendengarkan perkataan ku. Dalam diriku tidak ada lagi rasa kasihan jika menyangkut keluarga ku, kau pantas menerima semua ini Alex,'' ucap Faros sembari menarik napasnya.

__ADS_1


Tring. Tring.. sebuah panggilan telepon dari anak buah Faros yang lainnya yang bertugas untuk menjaga Qiana di tempat lain.


''Ada apa?'' tanya Faros setelah mengangkat ponselnya.


''Bos, wanita itu kabur bos, maafkan kami bos,'' ujar anak buah yang merasa takut kepada Faros.


''Kenapa kalian bisa ceroboh seperti itu, menjaga seorang wanita saja kalian tidak becus!'' ucap Faros sangat marah.


''Maafkan kami bos, waktu itu dia pura-pura sakit bos, dan kami memanggil seorang dokter untuk memeriksanya di saat itulah dia kabur bos,'' jawab anak buah.


Faros berdecak kesal, sambil mematikan ponselnya. Lalu dia pun segera pergi dari markas itu.


''Ke mana pun kau lari, aku pasti akan mendapatkan kamu. Aku tidak akan membiarkan kamu lolos dariku,'' ucap Faros sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


''Iya hallo bos,'' ucap seseorang di balik ponsel.


''Kamu harus menemukan wanita ini sampai ketemu, dan bawa kepada saya jika kamu sudah menemuinya, akan aku kirimkan fotonya,'' ucap Faros sambil mematikan ponselnya.


Faros mengirim foto Qiana kepada anak buahnya. Anak buah pun langsung bergerak cepat untuk mencari keberadaan Qiana.


Anak buah Faros melihat Qiana di sebuah warung tepi jalan raya.


''Itu dia,'' gumam anak buah Faros setelah melihat Qiana.


''Embak Qiana ya?'' tanya orang itu.

__ADS_1


''Iya mas, kok mas tahu sama aku?'' tanya Qiana menatap orang tersebut.


''Iya Mbak saya pernah bekerja di rumah Mbak tapi tidak lagi saya sudah kerja tempat lain,'' jawab orang itu.


Qiana hanya mendengarkan saja perkataan orang itu.


''Sekarang Mbak mau ke mana, biar saya antarkan,'' ucap orang itu menawarkan diri.


''Mas bisa antar saya pulang,'' jawab Qiana.


''Boleh Mbak ayo naik,'' ucapnya


Sebelum Qiana naik ke atas motor, orang tersebut mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Faros.


''Bos saya sudah menemukan wanita itu, ke mana saya akan membawanya?'' tanya orang itu melalui pesan.


Dengan cepat Faros membaca pesan tersebut Faros tersenyum miring, mendengar bahwa anak buahnya sudah menemukan wanita tersebut.


''Saya akan menunggu kamu di jalan, saya akan kirimkan tempatnya,'' jawab Faros.


.


.


. BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2