FAROS REVENGE

FAROS REVENGE
makam yang hancur


__ADS_3

Faros dan Dewa dan juga bi Inah sangat terkejut melihat makam Audrey, dan Bu Daisy dan juga pak Yusuf rusak seperti sengaja di hancurkan oleh seseorang. Orang itu begitu kejam sampai-sampai makam pun di rusaknya.


Faros pun bertanya kepada penjaga makam keluarganya.


''Pak, siapa yang telah menghancurkan! makam keluarga saya?'' tanya Faros begitu marah.


''Saya tidak tahu mas, saat saya datang makam ini sudah berantakan mas,'' ujar bapak penjaga makam tersebut.


''Apa selain bapak tidak ada yang melihat, siapa orang yang sudah menghancurkan makam keluarga saya?'' tanya Faros.


''Saya juga gak tahu mas, tapi coba mas tanya sama orang penjual bunga itu, mungkin saja dia tahu, karena dia lebih dahulu datang dari pada saya,'' ujar bapak itu.


Faros pun segera pergi menemui orang penjual bunga makam itu untuk bertanya siapa yang telah merusak makam keluarganya.


''Mau kemana kak Faros bi?'' tanya Dewa melihat Faros pergi.


''Bibi juga gak tahu den, kita tunggu saja disini,'' sahut bi Inah.


Faros pun datang menuju tempat penjual bunga tersebut, tanpa basa-basi dia langsung bertanya kepada orang itu.


''Pak saya mau tanya, apa? bapak melihat orang datang ke makam orang tua saya?'' tanya Faros.


''Iya mas tadi saya melihat mereka, mereka datang ada empat orang mas, terus mereka ke makam itu, mereka menghancurkan makam itu mas, tapi saya gak tahu siapa mereka, saya juga takut mas melarang mereka,'' ujar penjual bunga.


''Seperti apa ciri-ciri mereka pak?'' tanya Faros lagi.


''Mereka sepertinya penjahat mas,'' sahut Panjul itu.


''Apa? mereka anak buah Guntur,'' batin Faros.


''Mas ada apa?'' tanya penjual itu membuyarkan lamunanku.


''Gak apa-apa kok pak, terimakasih sudah memberitahu saya,'' sahut Faros dan pergi.


Faros kembali berjalan menuju makam orang tuanya dan Audrey. Dia berjalan dengan lesu tidak kuat, kenapa? semua ini bisa terjadi kepada keluarganya mungkin itulah yang sedang dipikirkan oleh Faros saat dia berjalan.


''Kak lo habis dari mana?'' tanya Dewa.


''Aku baru saja bertanya kepada bapak itu, siapa yang telah menghancurkan makam ini,'' sahut Faros sambil menatap makam tersebut.


''Terus apa katanya?'' tanya Dewa.

__ADS_1


''Dia bilang ada beberapa orang datang kesini Hanya untuk menghancurkan makam keluarga kita,'' sahut Faros.


''Ya sudah nanti kita cari tahu lagi siapa pelakunya, sekarang sebaiknya kita bersihkan makam ini,'' ujar bi Inah.


Faros dan Dewa menganggukkan kepalanya mereka pun segera memperbaiki makam itu seperti semula, setelah selesai mereka juga menaburkan bunga-bunga di atas makam tersebut. Dua jam berlalu mereka kembali pulang.


Di dalam mobil, Faros masih memikirkan tentang makam orang tuanya siapa yang sudah tega berbuat seperti itu kepada makam keluarganya.


''Awas! kak,'' teriak Dewa.


Faros segera memutar setir mobilnya ke kanan, hampir saja mereka mengalami kecelakaan untungnya Faros lebih cepat menghindari kecelakaan tersebut.


''Lo lagi mikirin apaan sih kak? untung saja kita gak kecelakaan,'' ujar Dewa yang berada di sampingnya.


''Maaf, bibi gak apa-apakan?'' tanya Faros melihat ke arah bi Inah yang berada di belakangnya.


''Iya den bibi gak apa-apa, aden harus hati-hati saat menyetir mobil jangan pikirkan yang aneh-aneh dulu,'' ujar bi Inah.


''Iya bi,'' sahut Faros dia pun kembali melanjukan mobilnya.


Tidak lama mereka pun sampai di rumah, bi Inah segera keluar dari mobil begitu juga dengan Dewa. Ternyata mereka sudah di tunggu oleh asisten rumah mereka dan juga sapam dan yang lain-lainnya.


''Ada apa ini?'' tanya Dewa melihat para asisten sudah mengeluarkan Koper dan tas mereka masing-masing.


''Kenapa? apa kami berbuat salah sama kalian sampai kalian ingin mengudurkan diri?'' tanya Dewa.


''Gak kok mas, mas gak salah apa-apa keluarga mas juga sangat baik kepada kami,'' sahut Siska.


''Terus kenapa? kalian pergi,'' ujar Dewa.


''Maaf mas, bukannya saya lancang, selama ini. Ibu dan bapak yang memberikan kami gaji sekarang mereka sudah gak ada jadi siapa yang akan mengaji kami,'' ujar Siska.


''Saya, saya yang akan memberikan kalian gaji dan kalian tidak perlu pergi dari sini,'' Faros menyahut dari belakang.


''Benarkah mas seperti itu?'' tanya Siska.


''Iya, sekarang masuklah kembali ke kamar kalian,'' ujar Faros.


..................


Berapa bulan kemudian. Saat ini Faros sudah menjadi direktur utama di perusahaan Papanya semua karyawan menyukai pekerjaannya yang sebagai direktur itu.

__ADS_1


Saat di kantor Faros berpenampilan seperti CEO pada umumnya tapi jika dia diluar dia berpenampilan seperti anak muda biasa saja. Dia tidak ingin merubah karakternya dia adalah seorang Faros yang biasa, tapi penuh dengan dendam terhadap keluarga Guntur Adijaya.


Faros menatap foto keluarganya yang terletak di dinding kantor dia tersenyum. Namun ada sebuah luka besar di hatinya. Saat Faros masih menatap foto itu.


Seseorang datang sambil mengetuk pintu ruangannya.


''Iya silahkan masuk,'' ujar Faros.


Seorang sekretaris cantik masuk ke dalam ruangan kerja Faros.


''Ada apa?'' tanya Faros.


''Ini pak ada perusahaan lain yang ingin mengajak bapak untuk berkerja sama dengan perusahaan Anda,'' sahut sekretaris itu. sambil menaruhkan sebuah map di atas meja kerja Faros.


''Baik pak kalau seperti itu saya permisi dahulu,'' ujar sekretaris yang bernama Sintia.


''Tunggu, apa? kalian sudah menemui keberadaan Keluarga Guntur?'' tanya Faros menatap sekretarisnya.


''Maaf pak kalau saat ini, kami belum mengetahui keberadaan mereka,'' sahut Sintia sang sekretaris, ''baiklah pak saya permisi dahulu,'' ujar Sintia keluar dari ruangan itu.


Ternyata Faros memerintahkan Sekretaris dan anak buahnya untuk mencari keberadaan keluarga Guntur. Namun hasilnya belum juga di ketahui.


....KEDIAMAN KELUARGA YUSUF ADIJAYA....


Bi Inah Sendang membuat makan malam untuk anak majikannya bersama asisten lainnya.


Dewa yang berada di kamar Audrey sambil melihat foto adik kesayangannya itu. Dia tidak bisa melupakan penderitaan Audrey saat di perko**** di depan matanya dia tidak bisa berbuat apa-apa saat kejadian itu. Di situ Dewa sangat merasa bersalah.


Dewa memegang foto Audrey dengan mata berkaca-kaca meletakkan foto Audrey di dadanya.


''Maafkan kakak Audrey, kakak tidak bisa menyelamatkan kamu saat itu kakak benar-benar bersalah kepada kamu, apa yang harus kakak lakukan untuk menebus kesalahan kakak ini,'' ujar Dewa kepada foto Audrey, ''tapi kakak janji sama kamu kakak sama kak Faros akan membalas semuanya agar kamu bisa bahagia disana,'' ujar Dewa sambil menghapus air matanya yang sudah jatuh.


Dewa kembali meletakan foto Audrey di atas meja belajarnya setelah menaruhnya Dewa pun segera keluar dari kamar Audrey.


.


.


.


. Bersambung

__ADS_1


jangan lupa likenya dan komenta


__ADS_2