FAROS REVENGE

FAROS REVENGE
Mencari tau


__ADS_3

Qiana menjadi sangat takut setelah mendengar perkataan Dewa kakinya langsung lemas dia langsung duduk di tepi ranjangnya.


''Diam disini jangan keluar dari kamar ini!'' ujar Dewa.


Dewa benar-benar sangat membenci Qiana dan menyiksanya, seperti mana orang tuanya yang sudah menyiksa Audrey di depan matanya.


''Den apa aden tidak terlalu kasar kepada gadis itu dia akan semakin ketakutan, sebaiknya kita pulangkan dia ke Keluarganya,'' ujar bi Inah.


''bi saya tidak pernah marah selama ini sama bibi, tapi kali ini saya benar-benar marah sama bibi. Bibi dengarkan saya baik-baik saya tidak akan melepaskan dia sampai dia benar-benar tersiksa! sebagaimana Guntur sudah menyiksa Audrey dan keluarga saya saya akan membalas semua itu, kalau bibi tidak suka melihat saya disini lagi saya akan pergi!'' ujar Dewa dia sangat marah kepada bi Inah.


''Maafkan bibi den, bukan maksud bibi seperti itu, dia itu seorang gadis dia juga sudah sangat trauma soal kejadian itu,'' sahut bi Inah.


''Terus bagaimana dengan Audrey bi, dia juga seorang gadis dan Mama juga seorang wanita bagaimana bi, bagaimana!'' ujar Dewa dia semakin marah kepada bi Inah yang selalu membela Qiana dari pada dirinya.


Dewa pun pergi ke dalam kamarnya dia menghempas pintu begitu kuat.


..DI LUAR RUMAH BI INAH..


Masih berada anak buah Faros mereka terus memantau kondisi rumah itu dari luar sana.


''Bang sepertinya lagi ada masalah di dalam rumah itu,'' ujar anak buah Erik.

__ADS_1


''Kamu benar, tapi ini adalah kesempatan kita untuk pergi ke sana dan melihat siapa wanita yang berada di rumah itu,'' sahut Erik.


Mereka mulai mendekati rumah bi Inah, mereka mencongkel jendela kamar Qiana mereka benar-benar ingin tahu siapa perempuan itu. Mereka semua menggunakan topeng hitam agar Qiana tidak mengenali mereka.


Mereka menutup mulut Qiana agar dia tidak bisa berteriak mereka pun mengambil foto Qiana. Saat mereka sudah berhasil mengambil foto tersebut mereka pun segera pergi dari rumah itu.


''Tolong-Tolong!'' teriak Qiana.


Dewa dan bi Inah segera datang ke kamar Qiana Dewa dan bi Inah melihat Qiana duduk di pojok kamar dia sangat ketakutan.


''Gue sudah bilang sama lo jangan berteriak di sini!'' geram Dewa.


Dewa segera berlari ke arah jendela kamar Dewa pun melihat ada sebuah mobil keluar dari pekarangan rumah bi Inah.


''Siapa mereka? kenapa mereka ingin menyakiti Qiana,'' batin Dewa dia pun kembali mendekati Qiana.


Dewa langsung berjongkok di depan Qiana, ''Siapa orang itu? apa kamu mengenalinya?'' tanya Dewa menatap mata Qiana.


Qiana tidak menjawab perkataan Dewa dia sangat ketakutan dengan kejadian barusan.


''Jawab! siapa orang itu?'' tanya Dewa dengan marah.

__ADS_1


''Aku tidak tahu siapa mereka, mereka menggunakan topeng,'' sahutnya.


''Den jangan terlalu kasar,'' ujar bi Inah.


''Kalau tidak seperti itu, wanita ini tidak akan menjawab bi!'' sahut Dewa.


Dewa pun bangkit dari duduknya dia keluar dari kamar Qiana.


Bi Inah pun segera membantu Qiana duduk di atas tempat tidurnya.


''Sudah sekarang mbak tidur ya, jangan pikirkan perkataan anak saya Dewa, dia memang seperti itu tapi aslinya dia sangat baik,'' ujar bi Inah tersenyum.


''Siapa orang itu yang sudah berani masuk ke dalam rumah ini,'' batin Dewa sambil berjalan mondar-mandir.


.


.


.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2