
''Faros lepaskan! keluarga saya, ini bukan salah mereka. Ini semua salah Guntur,'' ujar Alex.
''Diam!'' bentak Faros sambil membanting sebuah kursi di depan Alex.
Faros sangat marah mendengar ucapan Alex padahal dia juga salah dalam semua itu.
Anak buah Faros segera melakukan aksi mereka akan melecehkan adik Alex di depan keluarganya, dan juga di depan Erik meskipun Erik hanya menyaksikan lewat laptop Faros yang diletakkan di depannya.
''Faros lepaskan! keluarga saya, saya mohon sama kamu, saya akan melakukannya apapun yang kamu mau tapi tolong lepaskan keluarga saya,'' ujar Alex memohon kepada Faros.
''Apa waktu itu kau melepaskan adik saya tidakkan, kau tidak melepaskanya kau malah memperkosanya di depan mataku. Dan lihatlah sekarang apa yang kau lakukan dahulu sekarang kau terima semuanya,'' ujar Faros tersenyum miring.
Meskipun sekarang Faros menjadi pendendam tapi dia tidak bisa menyaksikan apa yang sedang dilakukan oleh anak buahnya terhadap adik Alex, Faros memalingkan wajahnya dia juga merasa tersiksa. Tetapi apa boleh buat Faros ingin membalaskan semua itu.
''Faros kau benar-benar kejam,'' ujar Alex.
Faros melangkahkan kakinya mendekati Alex, dan meremas mulutnya.
''Apa kau tidak ingat siapa yang lebih kejam waktu itu, apa kau memberikan kesempatan kepada adik ku. Saat kau menghancurkannya didepan ku?'' tanya Faros.
__ADS_1
Alex hanya bisa diam, dia juga merasa bersalah karena sudah melakukan keji kepada adiknya Faros. Dan dia juga merasa samua itu pantas dia terima.
Tring... Panggilan telepon dari anak buah Faros.
''Ada apa?'' tanya Faros setelah mengangkat ponselnya.
''Kami sudah melakukan apa yang bos perintahkan, selanjutnya apa lagi yang harus kami lakukan bos?'' tanya anak buah.
''Bagus, kalian kembali saja ke markas,'' ucap Faros mematikan ponselnya.
''Ayo teman-teman kita kembali markas, bos Faros menyuruh kita kesana,'' ucap anak buah.
''Sekarang apa yang ingin kau lakukan lagi?'' tanya Alex kepada Faros.
''Jika aku ingin menghabisi kamu ditempat ini bagaimana apa kamu bersedia,'' ucap Faros mengarahkan pistolnya ke wajah Alex.
''Jika itu yang kamu inginkan, lakukanlah aku sudah tidak berdaya lagi, keluarga ku sudah hancur sekarang,'' ucap Alex.
''Kau berhak untuk mendapatkannya, karena kau sudah lebih dulu melakukannya terhadap keluargaku,'' Jawab Faros, ''tapi kau tenang saja senjata ku ini, tidak akan menembus kepala mu, sebab aku masih berbaik hati!'' ucap Faros.
__ADS_1
Alex mengangkat kelapanya dia menoleh ke arah Faros yang masih memegang senjatanya.
''Terus apa yang kau inginkan dariku?'' tanya Alex.
''Aku ingin kau masuk penjara dengan cara itu, kau bisa tersiksa sepanjang hidup mu!'' ucap Faros.
Alex melebarkan matanya, dia tidak ingin masuk penjara seumur hidupnya.
''Tidak, aku tidak mau masuk penjara, apapun yang ingin kamu lakukan, lakukan saja tapi jangan masukkan aku kedalam penjara,'' ucap Alex bermohon kepada Faros.
''Saya masih berbaik hati untuk memberi kamu kesempatan, jika kau mati maka kau tidak akan pernah bertemu keluarga mu lagi, tapi jika kau masuk penjara setidaknya kau masih bisa bertemu dengan keluarga mu. Pilihan ada ditangan mu sendiri!'' ucap Faros.
Tidak lama sebuah mobil memasuki markas, mereka langsung menghampiri bos mereka di dalam markas itu.
.
.
. BERSAMBUNG.
__ADS_1