FAROS REVENGE

FAROS REVENGE
menculik


__ADS_3

Anak buah Faros pergi meninggalkan rumah bi Inah, Dewa yang masih memikirkan tentang orang yang masuk ke dalam rumah bi Inah secara diam-diam itu.


''Siapa mereka, apa mereka suruhan kak Faros, kalau itu benar bisa mati gue!'' ujar Dewa.


KEDIAMAN KELUARGA YUSUF ADIJAYA


''Halo bos kami sudah melihat gadis yang di sembunyikan oleh Dewa bos,'' ujar Erik melalui panggilan telepon.


''Seorang gadis? siapa dia,'' tanya Faros.


''Dia gadis yang kita buang waktu itu bos, ternyata mas Dewa yang sudah menyelamatkannya,'' ujar Erik.


Faros terlihat sangat marah mendengar perkataan dari anak buahnya kalau Dewa sudah menyelamatkan Qiana.


''Baiklah kalian boleh pergi dari sana, biarkan ini menjadi urusan saya,'' ujar Faros.


Faros membuka pesan dari anak buahnya mereka mengirimkan foto-foto Qiana saat berada di rumah bi Inah.


''Perempuan ini ternyata kamu masih hidup dan sekarang kamu mendekati adik saya,'' ujar Faros menatap foto Qiana yang berada di dalam ponselnya.


Malam itu Faros menghubungi Dewa.


Dewa pun segera mengangkat panggilan telepon dari kakaknya itu.


''Halo kak ada apa?'' tanya Dewa.

__ADS_1


''Kakak mau ngomong sama,'' ujar Faros tanpa melanjutkan perkataannya.


''Kak Faros mau ngomong apa, apa dia sudah mengetahui bahwa Qiana berada di sini,'' batin Dewa.


''Dewa kenapa? kamu diam?'' tanya Faros.


''Gak kak, emang kakak mau ngomong apa serius sekali?'' tanya Dewa.


''Kakak ingin kamu kembali ke rumah kita bawa juga bi Inah kakak sangat merasa ke sepian kalau tidak ada kalian berdua, kalau kamu gak mau tinggal di rumah ini kakak akan belikan kamu rumah setidaknya kita bisa berdekatan,'' ujar Faros.


''Untuk saat ini gue masih ingin tinggal disini kak,'' sahut Dewa.


''Baiklah kakak tidak akan memaksa kamu untuk tinggal bersama kakak, nanti kalau kamu ingin kembali kasih tahu kakak,'' ujar Faros sambil mematikan ponselnya.


''Saya akan terus berusaha untuk memujuk Dewa pulang kembali ke rumah ini biar saya bisa menemui wanita itu dan menghabisinya!'' ujar Faros.


Pagi harinya Faros berangkat kerja, begitu juga dengan Dewa mereka pergi bekerja dengan tempat yang berbeda.


Pagi itu Dewa begitu bersemangat untuk mengantar bunga-bunga pesanan orang-orang.


Di tempat lain Faros menyuruh anak buahnya untuk menculik Qiana dari rumah bi Inah.


''Kalian harus menculik wanita itu dari rumah bibi saya, apapun yang terjadi wanita itu harus ada di depen saya!'' ujar Faros.


Beberapa orang anak buahnya segera melaksanakan perintah Faros.

__ADS_1


.DI TEMPAT LAIN.


''Lo kemana saja berapa hari ini?'' tanya Kevin.


''Berapa hari ini gue cuti maka dari itu gue gak pernah datang,'' sahut Dewa.


Dewa menceritakan kepada Kevin kalau Faros menyuruhnya pulang ke kota.


''Bagaimana menurut lo apa yang harus gue lakuin apa gue harus pulang atau gue tetap disini?'' tanya Dewa dia ingin sahabatnya itu memberi dia solusi untuk semua itu.


''Menurut gue sih, sebaiknya lo pulang mungkin kakak lo butuh teman, lagian lo juga udah lama ninggalin dia,'' sahut Kevin.


''Terus bagaimana dengan bibi gak mungkin gue tinggalin dia sendirian di sini,'' ujar Dewa.


''Lo bisa bawa kembali bibi ke sana,'' sahut Kevin.


.


.


.


.


. BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2