
Author pov
Saat ini Dea dan para murid lain nya sedang mendengarkan penjelasan dari guru soal pelajaran matematika,tadi saat pelajaran sang guru menyuruh untuk membuat kelompok guna memudahkan mengerjakan tugas,dan kebetulan Dea di suruh sekelompok dengan seorang laki-laki bernama Evan laki-laki yang cukup tampan tapi masih kalah dengan ketampanan Xander
Dea yang memang menyukai pelajaran itu pun sangat fokus memperhatikan sang guru yang menjelaskan, tanpa tau Evan yang sedang memandang nya intens dengan pandangan memuja
BRAAKKKK
Guru yang mengajar dan para murid yang sedang fokus itu pun tiba-tiba di kejutkan dengan suara yang cukup keras dari arah pintu
dan ketika mereka menoleh terlihat lah seorang Alaxander Britz datang dengan menendang pintu kelas dengan cukup keras,jangan di tanya bagaimana keadaan pintu itu sekarang,hanya satu kata yang bisa menggambarkan pintu itu yaitu "mengenaskan"
Flashback on
Saat ini Xander masih tetap mengamati Dea melalui cctv,selain malas untuk belajar Xander memang masih betah memandangi muka imut Dea yang sedang serius,dan menurut Xander itu sangat menggemaskan
Axel dan Marvel pun masih setia menemani Xander,untuk mengurangi rasa bosan karna melihat Xander terus saja memandangi Dea dari layar monitor,
Marvel hanya membaca buku nya sedang kan Axel memainkan game di ponsel nya
Tapi kesenangan Xander memandangi Dea tak bertahan lama,karna dia melihat Dea duduk dengan seorang lelaki,dan lelaki itu memandangi Dea dengan pandangan memuja
Xander yang melihat pemandangan itu pun langsung keluar dari ruang cctv dengan emosi yang mencapai ubun-ubun
Axel dan Marvel yang bingung melihat Xander keluar dalam keadaan marah pun berlari menyusul Xander
__ADS_1
Dan ketika Axel dan Marvel berhasil menyusul Xander, mereka di kejutkan dengan Xander yang berdiri di sebelah pintu yang sudah terlepas dari engsel nya dengan muka memerah menahan amarah,rahang yang yang mengeras,mata yang menajam,tangan tangan yang terkepal,dan seringai an yang mampu membuat Axel dan Marvel bergidik
Karana mereka tau arti seringai itu,sejenis seringai yang akan muncul jika Xander sudah dalam kemarahan yang tak terkendali,bahkan mereka tak yakin akan mampu menghentikan Xander sekarang
Mereka tidak pernah melihat Xander semarah ini,Xander yang mereka lihat sekarang seperti seorang iblis yang baru keluar dari neraka,mereka yang notaben nya sahabat Xander pun akan merasa gemetar jika sudah begini apa lagi para murid yang tidak tau apa-apa soal Xander
Suasana kelas dalam keadaan hening,guru yang mengajar pun tak berani bersuara hanya untuk sekedar menegur Xander,jangan kan menegur,manatap mata Xander saja tak ada yang berani,kecuali Dea yang menatap Xander dengan dingin,tatapan yang belum pernah Yuri lihat,dan tatapan yang berhasil membuat Yuri membeku
Xander berjalan perlahan ke arah meja Dea dan Evan,masih dengan tatapan tajam nya dia meraih kerah Evan lalu
Bugh
Xander memukul Evan dengan keras hingga terlihat hidung nya mengeluarkan darah
Evan yang tak terima pun lalu membalas,tapi pukulan Evan dengan mudah di hindari oleh Xander,lalu Xander kembali memukul Evan dengan keras
Saat di rasa Evan sudah sekarat,Dea berdiri masih dengan tatapan dingin nya,Xander masih terus memukuli Evan walau Evan sudah sekarat,tak ada yang berani menghentikan karna takut dengan kekejaman Xander,bahkan guru yang mengajar pun masih belum tersadar dari keterkejutan nya
Saat Xander akan melayangkan satu pukulan lagi,Xander dikejutkan dengan tangan yang menahan nya,tangan yang terlihat lemah namun kuat untuk menghentikan pukulan nya yang terbilang cukup kuat,yang bahkan Axel dan marvel pun mungkin tidak cukup kuat untuk menghentikan nya
belum sempat hilang keterkejutan Xander,dia kembali di kejutkan dengan pukulan yang lumayan keras di pipi nya,hingga membuat sedikit bibir nya robek,Xander yang saat ini dalam keadaan emosi pun berniat untuk membalas seseorang yang memukul nya,tapi belum sempat membalas,dia lagi-lagi terkejut oleh seorang yang memukul nya
"Dea"panggil Xander
Yaa Dea yang menahan dan memukul Xander tadi,itu lah cara Dea untuk menyadarkan dan menenangkan Xander dari emosi nya
__ADS_1
"Ikut gue"kata Dea dingin
Xander yang seakan terhipnotis pun mengikuti Dea tanpa di minta 2 kali
Kelas masih dalam keadaan hening sampai suara guru yang berteriak menyadarkan mereka
"CEPAT BAWA EVAN KE RUMAH SAKIT."teriak guru itu panik
Marvel dan Axel yang masih cengo itu pun tersadar karna teriakan tersebut
"Astagaaaaaaaa,itu tadi Dea gak nyangka gue,ko bisa yah dia nahan pukulan Xander,gue aja gak yakin bisa nahan pukulan Xander walau gue udah sabuk merah tekwondo"pekik Axel heboh
"Ya iya lah lo gak bisa nahan pukulan Xander,dia kan udah sabuk hitam oneng,"jawab Marvel nyolot
"Tapi gue rada curiga sama Dea,kita aja masih gak bisa nahan pukulan Xander tapi dia dengan mudah nya nahan,dan masih bisa nonjok pipi Xander padahal kita tau walau dalam keadaan terdesak sekalipun,reflek Xander adalah yang paling cepat,lo gak mikir kenapa bisa gitu." tanya Marvel
"Kaya nya si Dea ini emang misterius deh,dia gak sesederhana yang kita kira."analisa Axel
Hilang sudah wajah konyol Axel,digantikan dengan wajah serius,itulah Axel terlihat bodoh tapi memiliki IQ di atas rata-rata
Begitu pula Marvel di balik ketenangan nya,sudah banyak pikiran yang di tebak di otak nya tentang Dea
"Ya kita harus secepat nya selidiki tentang Dea,karna gue lihat Xander beneran cinta sama dia,gue harap Dea bukan orang yang berbahaya" kata Marvel
"Ya udah ayo ngapain kita berdua di sini terus kaya kambing conge,mending kita ngantin,laper perut gue"jawab Axel kembali dengan muka songong nya hilang sudah raut serius tadi,seolah-olah itu memang tidak ada
__ADS_1
"Lo yang kambing"sahut Marvel sambil memutar bola mata nya malas,lalu meninggalkan Axel sendirian
"Kenapa sih gue hobi banget di tinggalin,salah apa dedek bang."teriak Axel dengan lebay nya,Lalu berlari menyusul Marvel yang sudah jalan duluan ke kantin.