fat and possesive bad boy

fat and possesive bad boy
chapter 25


__ADS_3

Author pov


"Jadi bisa lu ceritain kemana aja lu selama ini" tanya Axel dengan mata memicing melihat Dea


Saat ini mereka berada di ruang tamu,kebetulan sekali hari ini Xander sedang berada di luar kota,jika Xander ada maka tak mungkin Dea bisa berada di dapur


Kalian pasti tau kan alasan nya tanpa harus Dea jelaskan?


"Udah gue bilang gue gak kemana-mana "jawab Dea santay


"Gak kemana-mana apa nya,Xander dan kita udah cari lo kemana-mana tapi gak pernah nemuin informasi tentang lo barang secuil,walau dengan semua informan atau detektif yang kita miliki"sungut Axel tak terima akan jawaban Dea


"Yah itu sih resiko kalian karna memiliki jaringan informasi yang kurang luas "jawab Dea masih dengan nada santay


"Kalau bukan pacar Xander udah gue bejek-bejek nih orang "gumam Axel sepelan mungkin tapi tetap tak luput dari pendengaran tajam Dea dan Marvel


"Emang berani? " tanya Marvel yang sedari tadi hanya dengan tenang mendengarkan Axel dan Dea bicara


"Gak "jawab Axel ketus


Dea yang melihat Axel seperti itu pun hanya menaikkan sebelah alis nya


"Jadi ngapain kalian kesini,Xander lagi gak ada di rumah "tanya Dea memandang Axel dan Marvel bergantian


"Kita tau Xander gak ada di rumah maka nya kita kesini "jawab Marvel tenang


"Ngapain ?"tanya Dea lagi penasaran dengan jawaban Marvel


"Kita curiga kenapa selama seminggu ini Xander lebih susah di ajak nongkrong atau pun hanya sekedar makan siang bareng,dan kenapa dia selalu pulang dengan tepat waktu kerumah padahal biasa nya Xander jarang pulang , malah sampai menginap di kantor karna kerjaan yang gak bisa dia tinggal,dan sekarang semua pertanyaan gue terjawab ternyata pawang nya udah balik "jawab Marvel tenang sambil sekekali menyesap kopi nya


"Lo kira Xander binatang punya pawang segala"jawab Axel dengan nada ketus

__ADS_1


***


Sementara di tempat lain


"Hebat kan cucu gue bisa nemuin cucu lo itu walau udah lo sembunyiin semua data tentang dia "tanya lelaki yang terlihat sudah berumur itu dengan nada bangga


"Hebat apa an itu mah cuma kebetulan doang "jawab teman nya itu yang terlihat juga seumuran dengan lelaki tua itu


"Ck,tapi kan tetap aja "jawab lelaki tua itu ngotot


"Ya udah lah gak penting banget debat masalah gituan,sekarang ada masalah yang lebih penting dari itu,kenapa lo nemuin gue setelah sekian tahun lama nya kita gak berhubungan"tanya lelaki tua yang biasa di panggil Dea dengan sebutan master itu


"Gue kesini mau nanya,kenapa lo gak bisa ngatasin tikus itu setelah sekian tahun lama nya,sampai buat cucu gue menderita "kata kakek Xander dengan muka serius


"Sebenar nya urusan sama tikus itu udah selesai kalau gak ada orang di belakang tikus itu yang berkuasa,emang nya lo pikir gue gak bisa berurusan sama tikus kecil itu apa,ck lo ngeremehin gue banget "kata Master dengan nada kesal


"Yah kan bisa aja,pengaruh lo udah hilang di telan zaman "lalu terdengar tawa kakek Xander setelah mengucapkan kalimat itu


"Emang nya siapa orang di belakang tikus itu "tanya sang kakek setelah tawa nya usai


"Beneran lo geng di belakang tikus itu cosa nostra,kok bisa orang kaya dia berhubungan dengan geng mafia yang terkenal kejam gitu ?"tanya sang kakek dengan muka yang sangat serius


"Sebenar nya peran si tikus itu gak terlalu penting di dalam geng itu,cuma lo tau sendiri kan geng cosa nostra memiliki harga diri yang tinggi,jika mereka tau ada orang yang membunuh anggota mereka,mereka gak akan pernah biarin pergi orang itu dengan mudah "jawab master dengan nada yang terdengar berat


"Dan gue udah terlalu tua buat menghadapi geng sebesar itu "lanjut sang master


"Susah sih kalau begitu,sekarang apa rencana lo buat mengatasi tikus itu?"tanya kakek Xander


"Hanya dengan satu cara,yaitu membunuh tikus itu tanpa ketahuan oleh cosa nostra "jawab sang master


"Lah terus kenapa lo gak lakuin dari kemaren-kemaren "tanya kakek Xander bingung

__ADS_1


"Kalau gue bisa udah gue lakuin dari dulu,masalah nya tikus itu selalu rutin untuk berhubungan dengan anggota cosa nostra yang lain,dan lo tau sendiri kalau sampai gue bunuh tu tikus mereka akan sangat cepat menyadari akan hal itu "jawab master dengan emosi


"Ya udah deh,nanti kita bicarain lagi,pusing gue kalau berhubungan sama geng itu "jawab kakek Xander dengan nada berat


"Gue pergi dulu "lanjut sang kakek lalu melangkah hendak pergi


"Eh tunggu dulu,suruh dulu cucu lo itu buat ngelepasin cucu gue,enak aja cucu gue di kurung-kurung di kira cucu gue burung kali "sungut sang master dengan nada kesal


"Yah tunggu aja sampai cucu lo sendiri yang bisa kabur dari cucu gue "jawab kakek sambil terkekeh


"Huh kakek sama cucu gak ada beda nya "gumam sang master pelan


"Iya dong kan gue kakek nya " kata sang kakek dengan nada bangga,lalu pergi dari ruangan itu dengan senyum lebar di bibir nya


***


Pov Dea


Bingung gue sama Xander,baru sehari pergi udah berkali-kali nelpon cuma untuk mantau keadaan gue,gak bosen apa


Masalah nya,dia nelpon itu cuma buat nanya gue lagi ngapain,siapa aja yang dateng ke mansion,udah makan apa belom,dan banyak lagi pertanyaan dia yang menurut gue gak bermanfaat sama sekali


Gue kalau mau kabur lagi juga mikir-mikir kali,mata-mata dia itu banyak bukan cuma bodyguard sama pelayan doang tapi gue yakin masih ada yang mengawasi gue dalam gelap


Dan gue juga baru tau,seluruh mansion Xander di lengkapi dengan cctv yang sangat kecil,kalau aja gue gak sengaja liat gak mungkin gue tau sampai sekarang,setau gue itu cctv tercanggih keluaran terbaru dari Amerika,dan hanya tersedia 500 buah untuk seluruh dunia,di produksi pun hanya beberapa tahun sekali,dan harga satu buah nya ada lah 600 $ Amerika jadi bisa kalian bayang kan bukan seberapa kaya nya Xander


Pantas saja selama ini gue mau kabur selalu aja ketahuan,pergerakan gue selalu di awasi ternyata,dan yang bikin gue jengkel Xander masih saja menelpon gue padahal setiap pergerakan gue selalu di pantau baik melalui cctv ataupun orang-orang nya


Jadi sebenar nya apa guna nya dia rutin nelpon,tapi gue mah maklum orang kaya Xander gak pernah takut pulsa habis beda sama gue,yang walau pun gak pernah kekurangan tapi tetap aja pengiritan


"Ck gak nyangka gue Xander sekaya itu "gumam Dea tak sadar ketika mengingat bnyak nya cctv yang di liat nya kemaren

__ADS_1


"Harga cctv aja bisa buat orang makan sekampung kali ya "gumam Dea ketika menghitung banyak nya nol di belakang angka ketika membeli cctv tersebut


"Hah ngaco pikiran gue jadi nya,apa jangan-jangan karna habis ketemu Axel ya,otak gue rada bermasalah sedikit,lain kali kaya nya gue lebih baik hindarin dia deh,bahaya buat otak "gumam nya lagi sambil bergidik ngeri


__ADS_2