
Hari ini Xander sedang dilema menghadapi permintaan Dea yang cukup membuat nya curiga antara mau mengiyakan atau menolak permintaan itu
Sudah beberapa jam Xander merenung mempertimbangkan untuk mengambil keputusan yang terbaik dari apa yang diminta Dea pada nya
Lama merenung Xander di kejutkan dengan Dea yang sudah ada di samping nya
"Jangan terlalu lebay Xander,aku hanya meminta izin untuk pergi ke mall,kenapa kau berpikir seperti aku meminta izin untuk berperang saja "kata Dea sambil memutar kedua bola mata nya kesal
Perku kalian tahu jika selain kejam,dingin,dan possesif Xander juga orang yang lebay jika sudah bersangkutan dengan Dea,hal sekecil apa pun akan menjadi besar jika sudah berhubungan dengan Dea
Contoh nya selama Dea di mansion Xander area dapur menjadi area terlarang bagi Dea untuk di masuki,alasan nya hanya karna Xander takut Dea tersayat pisau atau terkena benda tajam lain nya,sedang kan Xander tak tau jangan kan tersayat pisau tertusuk belati pun Dea sudah pernah,tapi Dea tak mau Xander mengetahui itu semua,karna sudah bisa di pastikan,jika Xander mengetahui itu semua,maka Dea tak tau akan selebay dan semurka apa Xander pada nya karna tak pernah bercerita,Dea hanya bergidik mengingat hukuman yang akan di berikan Xander nanti nya jika dia mengetahui kejadian itu
"Lebih baik dia tak pernah tau "gumam nya tanpa sadar
"Apa kau bilang Babe? "Tanya Xander dengan alis terangkat sebelah
"Tak apa,jadi apa aku di perbolehkan keluar?"tanya Dea berusaha mengalihkan pembicaraan
"Hmm aku sudah mengambil keputusan,kau boleh keluar asal kan kau di kawal dengan 10 bodyguard di samping mu,juga di awasi oleh 50 orang elit anak buah ku yang mengawasi mu dari jauh,dan aku juga akan menjaga keamanan mall itu dengan tingkat keamanan tertinggi"kata Xander dengan wajah serius
"Whattt "jawab Dea ternganga dengan apa yang di katakan xander
"Apa kau kira belum cukup,hmm aku juga merasa begitu jadi aku akan menambahkan lagi 5 orang bodyguard di samping mu "jawab Xander antusias
"Tidak tidak tidak "jawab Dea di sertai dengan gelengan kepala nya
"Apa nya yang tidak,kau harus mematuhi perintah ku jika ingin pergi,jika tak mau ya sudah,di sini saja,jadi aku tak perlu mencemaskan mu "jawab xander di sertai dengan nada yang menyebalkan
"Jangan berlebihan Xander,aku hanya akan pergi ke mall bukan untuk berperang "kata Dea dengan nada yang sedikit lebih lembut
"Apa nya yang berlebihan,kemarin malam Carol menyerang mu kan,jika bukan karna kau larang aku sudah akan menyerbu ke mansion David itu,biar nyawa taruhan nya,aku tak perduli karna putri nya sudah berani ingin membunuh mu "jawab Xander dengan dingin dan tampak menahan amarah nya
"Yah aku tau kau menghawatirkan ku,tapi jika aku membawa bodyguard berlebihan hanya untuk ke mall mau di taruh dimana muka ku Xander "tanya Dea sedikit kesal
__ADS_1
"Yah sudah 5 bodyguard atau tidak sama sekali "kata Xander mutlak
"Baik lah "pasrah Dea
"Ingat sweety jangan berpikir untuk macam-macam dengan ku,atau kau akan melihat siapa aku sebenar nya" kata Xander berbisik lirih di telinga Dea namun mampu membuat tubuh Dea sedikit menegang
"Ok hati-hati Babe"kata Xander memeluk dan mencium kening Dea lembut sambil tersenyum tipis
"Oke "jawab Dea sambil tersenyum
Ketika Dea sudah keluar dari ruang kerja nya,hilang lah sudah senyum yang ada di bibir Xander kembali dengan ekspresi yang sulit di arti kan
Lalu dia mengambil telpon nya yang ada di kantong saku nya
"Kawal dia dengan 200 anak buah kita,pantau apa pun yang di lakukan nya,jangan ada yang terlewat "kata Xander dengan nada datar
"Jangan macam-macam Babe "gumam nya dengan seringai menakutkan
***
Dea kini sudah berada di mall dengan 5 orang bodyguard di sebelah kanan kiri dan belakang nya sesuai dengan apa yang di kata kan Xander tadi,sebenar nya Dea sangat risih
Bayang kan saja
Dea di kelilingi lelaki berbadan kekar dengan raut wajah yang teramat datar,dan benar tebakan Dea kini Dea menjadi pusat perhatian orang-orang dan sudah banyak sumpah serapah yang di keluarkan nya sedari tadi untuk Xander
Lama melamun insting Dea merasakan ada bahaya yang mengintay nya,Dea yang tau siapa yang mengincar nya pun hanya tersenyum miring,aura nya berubah yang tadi nya sedikit kekanak-kanak an dengan menggerutu sepanjang jalan kini menjadi dingin yang menyebabkan para bodyguard Xander sedikit merinding di buat nya
Mereka kira wanita bos mereka ini hanya wanita manja yang hobby berbelanja ini dan itu padahal tidak membutuh kan nya seperti wanita kebanyakan,tapi seperti nya mereka salah besar,karna hanya dari aura Dea saja mereka sudah di buat merinding,mereka seperti berhadapan dengan boss Xander karna aura Dea yang menyeramkan persis seperti boss jika sedang marah
"Menunduk jika kau tak mau mati tanpa tau sebab nya "perintah Dea dingin kepada bodyguard di samping nya
Refleks bodyguard itu pun menuruti perintah Dea dan benar saja tak lama bodyguard itu menunduk sudah ada orang yang jatuh di belakang nya terkena peluru yang seperti nya berasal dari depan tanpa dia sadari
__ADS_1
Tak sadar bodyguard itu pun sedikit bersyukur tentang peringat Dea,jika tak di peringatkan sudah pasti peluru itu akan bersarang di kepala nya
Jangan salahkan anak buah Xander yang tidak teliti tapi salah kan sang penembak yang terlalu berhati-hati membidik mangsa nya,jika insting Dea tak di latih sedari kecil maka Dea pun tak mungkin menyadari peluru datang dari depan nya karna seperti nya orang yang berusaha menembak bodyguard nya ada lah ahli
"Heh ternyata dia memang ingin bermain-main dengan ku"gumam Dea dengan seringai nya
"Maka akan kutemani permainan nya "lanjut Dea dengan senyum yang terkesan main-main
Lalu Dea mengambil pistol kesayangan nya di balik celana nya dan membidik penembak yang ingin membunuh bodyguard Xander tadi
Sedang kan sang bodyguard juga bersikap waspada karna mereka tak tau di mana musuh mereka berada
Orang-orang di mall sudah panik dan berlarian keluar sedari ada yang tertembak tadi,hanya Dea dan para bodyguard nya yang sedari tadi diam memperhatikan situasi yang ada,mereka tau tak ada guna nya panik lebih baik tenang dan tetap waspada
Selagi berjaga para bodyguard dikejutkan dengan Dea yang menembak kearah selatan
"Nona kenapa anda menembak sembarangan "kata bodyguard mencoba menegur Dea
"Bodoh,liat itu "jawab Dea sembari menunjuk tubuh tak bernyawa yang tergeletak di lantai
"Lain kali latih insting kalian,agar kalian tau di mana musuh berada "kata Dea dengan nada datar nya
"Sekarang kalian berpencar cari para tikus itu,mereka berada di utara dan barat,dan jangan lupa kabari xander suruh 100 anak buah yang mengikuti kita sejak tadi untuk kearah timur karna menurut perkiraan ku ada yang sudah menunggu kita disana sekitar 80 orang "perintah Dea dingin dan tegas
Para bodyguard yang mendengar perintah Dea pun hanya terdiam takjub,tak di sangka wanita bos mereka ini memang sangat hebat,karna hanya beberapa kali lihat sudah tau kemana dan berapa jumlah musuh
"Buat apa kalian masih disini cepat bergerak sebelum bala bantuan mereka datang"teriak Dea murka
"Baik nona "jawab mereka serentak
"Huhh tak ku sangka Xander sangat berhati-hati sehingga memerintahkan banyak anak buah yang terlatih hanya untuk menjaga ku,keberadaan mereka semua seperti tidak ada sehingga insting ku yang biasa bekerja kini tak berfungsi,jika tak ada penyerangan aku yakin tak akan pernah tau di awasi oleh orang sebanyak itu"gumam Dea sambil menghela napas
"Xander memang monster "gumam Dea sambil bergidik ngeri
__ADS_1