fat and possesive bad boy

fat and possesive bad boy
chapter 23


__ADS_3

"Sayangg"panggil wanita yang masih terlihat cantik itu di usia nya yang sudah tak muda lagi kepada anak perempuan nya yang terlihat sedang bermain dengan ayah nya dengan gembira


"Ya ma "jawab anak perempuan dengan rambut dikuncir 2 itu dengan nada nya yang imut


"Sekarang sudah sore waktu nya mandi"perintah sang mama lembut dengan senyuman kepada anak nya tak lupa sambil mengelus kepala anak nya sayang


"Aye aye captain "jawab anak perempuan tersebut dengan nada semangat dan juga senyum lucu nya


"Bibi sekarang bantu Dea mandi ya "perintah sang mama kepada baby syter nya Dea


"Baik bu" jawab baby syter itu hormat


Dea kecil pergi dengan semangat tak lupa beserta senyum nya,terkadang sekekali menyanyikan lagu dengan gembira,tanpa tau sang mama menatap nya dengan pandangan yang sulit di artikan


"Hahhh "tanpa sadar perempuan yang ternyata mama nya Dea itu menghela nafas


"Kenapa ma "tanya ayah Dea sambil memeluk sang istri tercinta dari belakang


"Aku masih memikirkan masalah itu pa,aku takut kita tak sempat melihat Dea tumbuh menjadi gadis dewasa "kata mama Dea dengan nada lirih di sertai air mata yang mengalir tanpa bisa di cegah


"Mau apa di kata ma,kita pun sudah tau,mau mencegah pun kita tak mampu,aku hanya bisa berharap Dea nanti menjadi sosok gadis yang kuat,mampu hidup sendiri walau dengan tidak ada kita di samping nya untuk menemani nya "jawab sang kepala keluarga itu dengan nada yang sama lirih nya dengan sang istri


"Dea harus kuat pa ,untuk kita supaya Dea bisa bertahan di dunia yang keras ini,aku tak mau Dea sama seperti kita,walau pun sudah tau hendak di bunuh tapi kita tak pernah bisa melakukan apa-apa "jawab mama nya dengan nada tegas dan mata penuh tekad


"Yah memang kita harus merencanakan Dea bertemu orang itu,siapa tau orang itu bisa membantu kita untuk menjaga Dea nanti "kata ayah Dea sambil terus mengeratkan pelukan nya terhadap sang istri


"Semoga ini menjadi jalan yang terbaik "jawab sang istri dengan nada yang lemah


"Semoga"jawab ayah Dea dengan suara yang sangat lirih sambil menenggelamkan kepala nya di ceruk leher sang istri


"Mamaaaaa "teriak Dea tiba-tiba saat terbangun dari tidur nya,membuat Xander yang berada di samping Dea pun terkejut di buat nya


"Hey hey sayang tenang,ada apa? "Tanya Xander sambil memeluk Dea sambil tangan nya mengelus punggung Dea pelan untuk menenangkan nya


"Mamaa hiks papa hiks aku mimpi mereka hiks hiks "jawab Dea sambil menangis tergugu


"Ssttt tenang ada aku disini,tenang yaa sayang "kata Xander lembut sambil sekekali mencium pucuk kepala Dea


Lama Dea menangis di pelukan Xander,sampai tak sadar Dea pun tertidur karna terlalu lelah menangis untuk waktu yang lumayan lama,sampai membuat baju yang di kenakan Xander basah di buat nya


Xander yang melihat kelakuan Deapun hanya mampu terkekeh geli


"good night baby, have a nice dream, remember I am always beside you don't be afraid "bisik Xander di telinga Dea lalu mengecup kening Dea dengan penuh kasih sayang

__ADS_1


Tak lama kantuk Xander pun datang,Xander tidur dengan memeluk Dea erat


***


"Engghh"lenguh Dea ketika terbangun dari tidur nya,baru saja Dea ingin duduk tapi badan nya tertahan dengan tangan seseorang yang memeluk nya erat yang di yakini nya milik seorang lelaki


"Aaaaaaa" teriak nya di kala sadar dia tak berada di dalam kamar nya


"Enghh ada apa babe kenapa berteriak sepagi ini "tanya Xander sambil terus mengeratkan pelukan nya pada Dea


"Kenapa lo tidur di samping gue dan kenapa gue disini ?"tanya Dea masih tak ingat kejadian semalam


"Aku-kamu babe "tekan Xander sambil menatap Dea tajam


"Ok ok aku-kamu"pasrah Dea karna tak ingin berdebat dengan Xander


"Kamu tak ingat kejadian semalam babe?"tanya Xander dengan mengulum senyum nya melihat muka Dea yang terlihat sedang berpikir keras


"Blushh"pipi Dea memerah di kala ingat kejadian semalam,kejadian sebelum tidur dan kejadian dimana dia menangis karna mimpi bertemu papa dan mama nya sampai kembali tertidur di pelukan Xander


Flashback


"XANDERRRR TURUNIN GUE GAK,AWAS LO KALAU GUE UDAH TURUN,GUE TENDANG PANTAT LO"teriak Dea frustasi sambil terus menendang-nendang kan kaki nya


Setelah sampai kekamar,Xander menghempaskan lembut badan Dea kekasur dan langsung mngurung badan Dea dengan kedua tangan nya untuk mencegah Dea bangun dan berakhir dengan kejadian kabur nanti nya


"Ma-u ngapain lo lepasin gak "jawab Dea gugup karna muka tampan Xander yang terlalu dekat dengan nya sampai Dea bisa melihat alis nya yang tebal,bulu mata nya yang lentik,mata nya yang tajam,pipi nya yang lebih mulus dari pada milik nya,dan jangan lupakan bibir merah alami yang seperti menggoda nya untuk melumat nya


"Ck "tak sadar Dea berdecak karna terlalu iri dengan muka Xander yang mulus tanpa ada satu jerawat pun


"Mengagumi ku babe "tanya Xander dengan senyum menggoda nya


"Hahh gak ko "jawab Dea berteriak sambil memalingkan muka nya ke samping karna ia yakin pipi cabi nya sekarang sudah semerah tomat


"Sekarang liat aku babe "kata Xander kini nada suara nya terdengar serius


Dea yang mendengar nada suara Xander berubah pun langsung kembali menghadapkan muka nya kepada Xander,karna Dea sudah terlalu hapal di luar kepala dengan segala sifat Xander,Dea tau kapan Xander bercanda,menggoda,marah atau serius seperti sekarang,walau terkadang ekspresi muka Xander tidak berubah sama sekali,datar


Sebenar nya Xander hanya menunjukkan bnyak ekspresi nya kepada Dea seorang dan Dea tau betul itu


"Aku sudah tau semua masalah kamu,maaf aku terlambat mencari tau,karna dulu aku tak semampu sekarang,informasi tentang kamu terlalu sulit untuk aku dapat kan "kata Xander berbicara dengan menatap Dea lembut dan terlihat jelas tersirat rasa bersalah di netra nya yang berwarna hitam pekat itu


Dea yang memahami maksud Xander pun hanya tersenyum lembut dan membelai muka Xander mulai dari mata hidung pipi sampai bibir merah menggoda nya

__ADS_1


Xander yang merasakan Dea menyentuh nya pun memejamkan mata nya menikmati sentuhan lembut Dea


"Aku gak pernah mau kamu untuk tau semua masalah ku,aku cuma nyuruh kamu untuk menjadi Xander yang kuat,Xander yang bisa melindungi Dea di kala Dea sudah tak mampu untuk menghadapi keras nya dunia,aku mau kamu jadi orang yang hebat supaya aku gak pernah kehilangan kamu,karna kamu tau?kehilangan kamu sama saja membuat dunia ku hancur berkeping-keping"kata Dea menjelaskan dengan nada yang sangat lembut kepada Xander,karna Dea tak pernah mau melihat Xander merasa bersalah seperti sekarang


Xander yang mendengar penjelasan Dea pun langsung mencium bibir Dea lembut,ciuman itu seperti menjelaskan apa yang selama ini Xander rasakan


Rindu,amarah,kecewa,dan cinta semua nya bisa Dea rasakan dalam ciuman Xander kali ini


Dea hanya memejamkan mata menikmati apa yang Xander lakukan pada nya,sekekali membalas ciuman Xander dan itu semakin membuat Xander bersemangat untuk mencium gadis nya Dea nya


Ketika nafas mereka di rasa sudah mulai habis,Xander dengan amat terpaksa melepaskan bibir nya dari bibir manis Dea


"Jangan pernah pergi lagi"kata Xander dengan lirih tersirat nada permohonan dalam kata-kata nya


"Hm tidak janji,urusan ku belum selesai "jawab Dea jengah akan sifat xander


"Biar aku yang mengurus nya,tugas mu hanya harus berada di samping ku selama nya "jawab Xander dengan nada arogan seperti biasa nya


"Hahh"Dea hanya bisa menghela nafas


"Xander nya yang arogan dan pemaksa telah kembali "Dea mbatin dan hanya bisa memutar bola mata nya


"Itu tergantung pada kamu yang bisa menahan ku atau tidak" jawab Dea dengan nada mengejek nya


"Dan kita lihat saja nanti apa kah kamu bisa keluar dari kamar ini atau tidak "jawab Xander dengan seringai licik nya


Dea yang melihat seringai itu pun langsung memiliki fiarasat buruk


Dan benar saja ketika Xander sudah keluar karna ada urusan yang sangat penting Dea sibuk mencari jalan keluar dan tidak menemukan nya,sebenar nya ada balkon tapi hey ini lantai 5 Dea tak mau mati konyol hanya untuk keluar dari sini


Dan karna kelelahan Dea pun tertidur dengan Xander yang memeluk nya erat ketika ia bangun


Flashback of


"Sudah ingat babe "tanya Xander ketika melihat muka Dea sudah memerah semerah tomat


"Tau "jawab Dea ketus lalu berbaring membelakangi Xander dan kembali kedalam selimut menenggelamkan seluruh badan nya


Xander yang melihat itu pun hanya terkekeh geli


Lalu Xander menyingkir kan selimut itu dari kepala Dea supaya Dea bisa bernapas,ketika sudah selesai Xander memeluk Dea dari belakang dengan erat dan kembali melanjutkan tidur nya,karna sekarang masih terlalu pagi untuk bangun


Dea yang merasa Xander memeluk nya erat pun hanya bisa tersenyum senang dan tak sadar juga ikut terlelap kembali

__ADS_1


__ADS_2