fat and possesive bad boy

fat and possesive bad boy
chapter 3


__ADS_3

Pov Dea


Setelah pelajaran yang melelahkan aku memasukkan buku yang ada di meja ke tas ku.


"Dea kita ke kantin yuk"kata Yuri dengan senyuman nya


Owh ya Yuri itu teman ku satu-satu nya orang yang mengajakku bicara tanpa jijik walau aku gendut dia orang yang periang dan mudah bergaul dengan orang lain sangat berbeda dengan ku yang tak pandai bersoialisasi dengan orang lain.


"Owh ok yuk"jawab Dea dengan senyum tak kalah manis nya


Kantin


Sesampai nya di kantin aku membagi tugas dengan Yuri,aku mencari tempat duduk dan Yuri yang memesan kan ku makanan


"Kamu mau pesan apa De"?


"Ihhh kenapa aku di panggil De sih nanti di kira orang aku itu adik kamu"kata ku dengan cemberut


"Hahaha kamu lucu banget sih De kalo cemberut pipi kamu tambah cabi"kata Yuri sambil mencubit pipi cabi ku


"Ok-ok sekarang kamu jadi nya mau pesan apa"sambil berusaha menahan tawa nya


"Bakso sama jus jeruk"kata ku dengan cemberut masih sedikit kesal karna di panggil De"

__ADS_1


Sebenar nya bukan apa-apa aku di panggil seperti itu, nama panggilan ku tu sudah singkat masa masih mau di kurangi lagi


Sesudah memesan makanan Yuri duduk di sebelah ku sembari mengatakan hal-hal konyol yang mampu membuat ku tertawa.


Tak lama makanan kami datang dan memakan makanan kami dengan hikmat tanpa ada yang berbicara karna aku selalu di ajarkan dulu oleh orang tua ku jangan makan sambil bicara


Tapi kenapa yaa aku merasa seperti ada orang yang menatap ku intens ahhh tapi mungkin itu hanya perasaan ku saja dan aku kembali makan dengan lahap tanpa memperdulikan perasaan ku tadi


Pov Xander


Setelah pelajaran tak terasa bel sekolah untuk istirahat berbunyi,tak seperti biasa nya aku betah di kelas paling separuh pelajaran aku keluar kelas untuk ke roftop guru pun sudah biasa dengan kelakuan ku,mereka tak bisa menegur karna kekuasaan orang tua ku.


"Bro tumben gak keluar?"tanya Axel dengan muka bingung nya


Marvel saja yang biasa nya hanya acuh dengan keadaan sekitar karna buku itu penasaran dengan ku


"Menemani gadis ku"jawab ku singkat seperti biasa


"Haa"jawab Axel dengan muka cengo nya,mungkin dia tak mengerti arti perkataan ku tapi aku malas untuk menjelaskan lebih


Sedangkan Marvel hanya terdiam mencerna jawaban ku,ya Marvel memang lebih pintar dari pada Axel yang hanya tau cara membuat wanita patah hati


Tanpa memperdulikan mereka berdua yang masih mencerna perkataan ku,aku keluar dari kelas kekantin untuk menyusul gadis ku,ahh gadis ku mengatakan nya saja sudah membuat jantung ku berdetak dengan keras

__ADS_1


Di Kantin


Aku duduk sambil terus menatap gadis ku yang tertawa bersama seorang siswi ,tawa nya mampu membuat aku tersenyum tipis


Sedangkan Axel dan marvel yang sudah menyusul ku ke kantin pun kembali di buat cengo karna melihat ku sedang tersenyum tipis bukan tanpa sebab mereka memandangi ku seperti itu karna aku jarang bahkan hampir tidak pernah tersenyum jika bukan dengan mereka


Aku yang di pandangi mereka seperti itu pun tak perduli karna masih memperhati kan bagaimana gadis ku tertawa bahagia di sana,mereka yang menyadari arah pandangan ku pun menoleh untuk mengikuti pandangan ku terkejut lah mereka aku memandangi seorang perempuan di sana


"Gendut tapi manis sih"celetuk Axel yang langsung mendapat kan tatapan tajam dari ku


"Mine"tegas ku pada Axel yang dibalas langsung ✌ tanda perdamaian,karna dia tau kalau aku sudah marah bagaimana jadi nya,yaa aku orang yang tidak mudah marah tapi sekali ku marah tak ada yang bisa menenangkan ku


"Elo sih udah tau Xander gimana orang nya masih aja suka buat dia kesal"kata marvel memperingati Axel


"Habis nya kalau dia tak di buat kesal muka nya akan tetap datar seperti tembok maka nya gue bikin muka dia lebih banyak ekpresi nya"kata Axel sambil cengengesan tanpa rasa bersalah


"Tapi kalau dapat tatapan tajam dari Xander juga ciut nyali lo"kata Marvel dengan nada mengejek nya


"Yaa biarin"jawab Axel dengan bibir mengerucut


Mungkin kalau perempuan yang melihat akan berteriak kalau Axel imut tapi bagi Marvel itu sangat menjijikan


Tak ku demgar lagi percakapan kedua sahabat ku itu fokus ku masih menatap gadis ku yang sedang makan dengan lahap, imut sekali pipi yang sudah cabi bertambah cabi kala dia memasukkan makanan kemulut nya dan keringat mulai membasahi dahi nya menambah kesan seksi pada nya karna kepedasan dan eitssss tungu dulu,,kepedesan?gadis ku tak boleh terlalu banyak makan pedas,langsung saja aku berdiri dari kursi ku dan berjalan kemeja gadis ku seraya memasukkan sebelah tangan ku ke kantung celana ku dan itu berhasil membuat pekikan tertahan dari para siswi-siswi.

__ADS_1


happy reading 😉😉😉


__ADS_2