
Hanya satu kata yang pantas buat Xander menurut Dea yaitu
GILA
bagaimana tidak?
Sudah seminggu ini Dea berusaha kabur dari mansion megah milik Xander,tapi tak pernah berhasil,sudah berbagai cara Dea lakukan tapi ujung-ujung nya selalu gagal,entah bagaimana Xander tahu semua rencana nya
Mula nya Dea pikir kabur dari mansion Xander adalah hal yang mudah,maka nya Dea memilih untuk tetap santay dan menganggap mansion Xander seperti rumah nya sendiri,karna sejujur nya Dea pun sangat rindu dengan Xander
Dan tepat hari ke 2 Dea berada di mansion Xander,Dea pun merencanakan untuk kabur,karna rencana yang sudah di atur nya bertahun-tahun yang lalu belum selesai,awal nya rencana nya berjalan lancar dan mulus tanpa hambatan,tapi tepat ketika Dea merasa senang karna selangkah lagi berhasil kabur,tidak tau siapa yang memberi tau sudah banyak bodyguard yang menghalangi jalan nya,Dea pun mencoba melawan,tapi kali ini bodyguard Xander lebih hebat dari pada yang menangkap nya waktu itu
Jika hanya 2 atau 3 orang saja,Dea yakin bisa mengatasi nya,tapi disini yang menghadang nya lebih dari sepuluh orang,sebenar nya Dea bisa saja kabur dari sini dan menghadapi mereka semua,tapi dengan cara membunuh mereka,dan Dea tak tega untuk membunuh bodyguard yang bekerja kepada Xander
Serangan mereka semua pun bisa di bilang tidak fatal terhadap nya,maka dari itu Dea pun hanya pasrah di bawa kembali kedalam mansion
Sejak kejadian itu Dea hanya menunggu waktu yang tepat untuk kabur,karna jika tidak di rencanakan dengan matang,maka Dea tak akan pernah bisa kembali untuk membalas pak tua itu
Lama Dea melamun sampai Dea tak sadar bahwa Xander sudah masuk ke dalam kamar mereka
"Kenapa melamun sayang"tanya Xander sambil melingkarkan tangan nya untuk memeluk Dea dari belakang
"Ehhh kau sudah pulang"tanya Dea yang kaget ketika ada yang memeluk nya
"Ya dan kau terlihat sedang banyak pikiran,memang nya kau sedang memikirkan apa"tanya Xander sambil menaikkan satu alis nya yang sudah pasti menambah kadar ketampanan nya
"Memikirkan lelaki lain yang lebih tampan dan kaya dari mu"jawab Dea asal
"Jangan pernah memikirkan lelaki lain Babe,atau kau akan tau apa yang akan terjadi terhadap lelaki itu dan kau kan" jawab Xander dingin dan tak sadar pelukan nya terhadap Dea pun mengerat
Dea yang mendengar itu pun hanya memutar bola mata nya malas
Xander dan kecemburuan nya memang hal yang paling berbahaya,dan Dea tau benar akan hal itu
Xander adalah orang yang selalu memenuhi kata-kata nya,memang itu hal yang bagus tapi ada kala nya ketika Dea berharap Xander tidak menjadi orang seperti itu
"Babe "panggil Xander dingin karna merasa Dea tak menanggapi kata-kata nya
"Hahhh lo terlalu meremeh kan rasa sayang dan cinta gue pada lo Der "jawab Dea dingin dan kembali menggunakan lo gue kepada Xander
"your language sayang "kata Xander kini dengan suara melembut dan tak sadar sedikit melengkungkan kedua sudut bibir nya
Xander merasa senang,kini dia tak perlu merasa was-was jika Dea tak mencintai nya,Xander takut perasaan Dea berubah pada nya mengingat mereka sudah berpisah selama 4 tahun,sekarang Xander yakin Dea masih mencintai nya sama seperti dulu
Jika pun Dea tak mencintai nya,Xander bisa pastikan Dea tak akan pernah bisa pergi dari sisi nya lagi,jika dulu Xander tak pernah tega membiarkan Dea sedih karna harus berada disisi nya,maka sekarang berbeda karna Xander tak akan pernah mau lagi membiar kan Dea pergi barang sebentar
Bahkan mungkin Xander sanggup menyakiti Dea jika Dea bersikeras untuk jauh dari nya lagi
Katakan lah Xander egois,tapi Xander tak sanggup lagi untuk jauh dari Dea,Xander tak mau merasakan lagi bagaimana sakit nya dia ketika Dea tak berada disisi nya,rasa nya lebih baik dia di sayat-sayat seribu kali oleh pisau yang paling tajam dari pada harus merasakan sakit itu lagi
"Der"panggil Dea dan menoleh kebelakang untuk melihat Xander
Dan Dea sempat terkejut ketika melihat ekspresi Xander yang terlihat janggal bagi nya
__ADS_1
Ekspresi yang belum pernah di liat Dea dari dulu maupun sekarang
Ekspresi Xander sekarang menunjukkan seringai kejam yang lain dari biasa nya,otak cerdas Dea sudah menebak sedikit banyak hanya dari ekspresi Xander,tapi Dea tetap diam seakan tak tau apa-apa,dan Dea berjanji akan menyelidiki ini setelah Dea kembali
"Ya sayang "jawab Xander lembut kini tatapan nya kembali seperti semula
"Aku bosan,mau menemani ku keluar ?"tanya Dea dengan ekspresi yang di imut-imut kan
Xander yang melihat itu pun gemas dan mencubit kedua pipi Dea pelan
"Nih pipi sudah cabi,jangan kau buat tambah cabi "kata Dea dengan pipi menggembung dan bibir mengerucut lucu
Xander pun hanya mampu terkekeh melihat sifat Dea yang tak pernah berubah dari dulu
"Iya-iya,let's go my princes"kata Xander sambil memeluk bahu Dea
"Ayoo "jawab Dea dengan semangat
***
Saat ini Dea berada di sebuah pantai,Dea berlarian kesana kemari tanpa memperdulikan tatapan orang yang menganggap mya kekanakan atau apa pun itu
Untuk saat ini Dea hanya ingin menghilangkan beban pikiran nya barang sejenak,jujur Dea lelah dengan ini semua,Dea rindu orang tua nya,Dea juga ingin bercerita kepada ibu nya dan bersandar kepada ayah nya ketika lelah
Dea tau Xander berubah,bukan tentang rasa cinta Xander kepada nya,bukan,tapi ada satu hal yang janggal yang Dea pun masih tak tau apa itu
Lama Dea berlari dan melamun tak sadar ada yang merengkuh pinggang Dea untuk menghentikan nya
"Apa kau tak lelah,sedari tadi aku memanggil mu tapi kau tak mendengarkan ku "jawab Xander sambil memeluk Dea lebih erat
"Lelah sih tapi aku suka" jawab Dea masih dengan nada ngos-ngos an
"Sudah lah berhenti,sekarang kita cari restorant,dari tadi kau belum makan kan?"kata Xander dengan nada memerintah
"Ya ya ya,kita makan "jawab Dea sembari memutar bola mata nya malas
"Jangan memutar bola mata mu di depan ku sayang "kata Xander dengan nada dingin sarat peringatan
"Ehmm o-okay "jawab Dea dengan sedikit gugup
Sekarang Dea yakin 80% ada yang berubah dari Xander,dan itu bukan sesuatu yang kecil
"Maaf menakuti mu sayang "kata Xander mencium pipi Dea lembut
Dea yang mengerti situasi pun hanya tersenyum tanda dia tak apa
"Okay sekarang ganti baju,karna baju mu sudah sedikit kotor dan basah terkena pasir tadi "perintah Xander lembut
"Okay "jawab Dea sambil tersenyum cerah
***
Keesokan hari nya pagi-pagi sekali Dea di kejutkan dengan kedatangan dua makhluk asing ke mansion Xander
__ADS_1
Siapa lagi kalau buka Axel dan Marvel
Ya Axel dan Marvel curiga,mungkin lebih tepat nya Axel, kenapa sekarang Xander lebih sering pulang ke rumah dan jarang berkumpul bersama mereka lagi
Sedang kan mereka tau,Xander manusia yang gila kerja,bahkan Xander bisa tidak pulang selama seminggu kerumah nya dan hanya bermalam di kantor
"Hallo every bady babang Axel yang tampan datang "teriak Axel menggelegar di seluruh mansion
Yang hanya ditanggapi Marvel yang berada di samping nya dengan memutar bola mata nya malas
Sudah menjadi hal lumrah bagi penghuni mansion jika Axel sedang berkunjung yang sudah pasti menyebabkan keributan yang benar-benar tak penting
Tapi berbeda hal dengan Dea yang di buat terkejut oleh nya,saat Dea sedang berada di dapur dan langsung bergegas menuju pintu utama untuk melihat siapa yang membuat keributan di pagi ini di mansion Xander yang di jaga ketat oleh para bodyguard
"Hey kenapa ribut-ribut "tanya Dea kepada salah satu pelayan yang terlihat sedang membersihkan vas bunga itu
Pelayan yang di tanya pun menjawab dengan sopan
"Tuan muda Axel dan tuan muda Marvel sedang berkunjung nona,dan sudah kebiasaan tuan muda Axel untuk membuat keributan seperti tadi "jawab maid itu dengan kepala yang sedikit di turun kan
"Cihh Axel masih sama seperti dulu "gumam Dea sedikit menggerutu
"Maaf nonya ada apa? "Tanya maid itu yang tidak jelas mendengar gumaman Dea
"Owh tidak papa,kau kembalilah bekerja "jawab dea ramah seperti biasa nya
"Baik nyonya,saya permisi"jawab maid itu sopan dengan sedikit membungkukkan badan nya
"Berhentilah berteriak seakan kau sedang berada di hutan Xel "kata Dea menghentikan teriakan unpaedah Axel
"Siapa yang ber "belum sempat Axel memyelesaikan kalimat untuk memarahi orang yang menegur nya,Axel sudah di kejutkan terlebih dahulu dengan sosok Dea yang berada di depan nya
Bukan hanya Axel yang di buat terkejut,Marvel yang biasa nya tenang pun kini menunjukkan wajah shock nya yang jarang terlihat
"D-dea" kata Axel sambil menunjuk Dea dengan wajah shock nya
"Hmm ini gue kenapa" jawab Dea menaikkan sebelah alis nya bingung melihat reaksi Axel dan Marvel yang menurut nya terlalu berlebihan
"YA AMPUN INI BENERAN LO,LO KAMANA AJA SELAMA INI,XANDER DAN SEMUA NYA CARI LO KEMANA-MANA TAPI GAK KETEMU"teriak Axel heboh setelah sadar dari keterkejutan nya
Marvel pun saat ini sudah sadar dari keterkejutan nya ketika mendengar teriakan heboh Axel dan kembali memasang wajah tenang nya
"Gak kemana-mana "jawab Dea acuh kemudian berlalu meninggalkan Axel dan di ikuti Marvel di belakang nya
"Hah "Axel cengo mendengar jawaban singkat Dea
Dan ketika sadar Axel sudah sendirian diruangan ini
"Gak ngerti gue,dari dulu sampai sekarang dinistain mulu "gumam Axel pada diri sendiri dengan nada di buat sealay mungkin
Lalu berlari menyusul Dea dan Marvel yang sudah masuk kedalam mansion
Para maid yang mendengar gumaman Axel pun hanya mampu cekikian lalu kembali melanjutkan pekerjaan mereka
__ADS_1