fat and possesive bad boy

fat and possesive bad boy
chapter 31


__ADS_3

Sekarang Dea tau jika mempercayai Xander adalah kesalahan yang sangat fatal,bagaimana tidak?


Xander betul-betul memanfaatkan ketidakberdayaan nya sekarang,surat perjanjian yang di buat Xander sama sekali tidak menguntungkan baginya,mau


memaksa Xander untuk mengubah pun rasa nya mustahil


karna sedari awal permintaan nya ini ada pun Xander sudah enggan untuk setuju,harus nya ia bersyukur Xander masih setuju untuk membiarkan nya pergi dari pengawasan lelaki itu,karna mengingat dulu bagaimana frustasi nya Xander ketika diri nya pergi


sebenar nya Dea tak masalah dengan ada nya surat perjanjian ini karna ia paham tujuan surat perjanjian itu ada untuk menenangkan Xander maupun kepribadian nya yg lain(Albert)


isi surat perjanjian yang di tulis Xander itu pun tak banyak,inti nya Dea harus kembali setelah urusan nya selesai dan jika tidak..akan ada hukuman yang akan menanti Dea


untuk poin itu Dea tak begitu mempermasalahkan nya karna Dea juga tak berniat untuk pergi terlalu lama dari Xander


yang jadi masalah nya disini ada lah poin terakhir dari surat perjanjian itu


disitu tertulis jelas jika Dea sudah menyelesaikan semua urusan nya dia dan Xander akan langsung menikah pada hari itu juga


GILA


ya itu mungkin satu kata yang pantas untuk seorang Alaxander Britz


Xander benar-benar tak memberikan nya waktu barang sehari pun untuk menyiapkan diri berubah dari seorang gadis menjadi nyonya Alaxander Britz


memang Dea sangat mencintai Xander tapi jika Dea didesak begini Dea juga akan berontak,tapi lagi-lagi rasa nya sia-sia saja karna memang Xander orang yang keras kepala,Xander tipe orang yang akan melakukan apa pun untuk supaya semua keinginan nya terpenuhi termasuk membuat Dea cepat menjadi milik nya seutuh nya


Dea tau sifat arogan dan semua sifat buruk lain nya dari Xander tapi mungkin memang benar kata orang cinta itu buta dan sekarang Dea benar-benar merasakan itu karna,bagaimana pun buruk nya Xander Dea tak pernah meminta Xander untuk berubah karna memang ketika dulu Dea mau melibatkan Xander dalam hidup nya Dea sudah bertekad untuk menerima baik dan buruk nya Xander


dan disini lah Dea sekarang di hadapan pengacara Xander dan surat perjanjian yang menunggu tanda tangan nya


"apa kah poin terakhir tak bisa di ubah,aku hanya minta mundur satu hari kenapa kau tak mengabulkan nya?" tanya Dea dengan wajar cemberut nya


"tak bisa Babe itu sudah keputusan ku,jika kau tak mau tanda tangan yah tak usah pergi saja,aku akan lebih senang jika seperti itu " jawab Xander acuh sambil mengangkat kedua bahu nya


"kenapa kau menjadi menyebalkan semenjak berdamai dengan Albert " tanya Dea dengan mata memicing curiga


"kan yang menyuruh ku untuk berdamai dengan nya kau sendiri Babe " jawab Xander sambil tersenyum menggoda

__ADS_1


"aku menyuruh kalian berdamai bukan untuk menindas ku" jawab Dea sambil menggerutu yang sayang nya terdengar oleh telinga tajam Xander


"kami tidak menindas mu Babe,kami sangat mencintaimu" jawab Albert yang tiba-tiba muncul


"huh kau sama saja menyebalkannya seperti Xander" jawab Dea sambil menatap tajam Albert


yang hanya di balas kekehan merdu dari Albert


"ahh gadis nya sedari dulu memang selalu menggemaskan" pikir Albert sambil menatap Dea lembut


Dea yang tengah kesal pun tak memperdulikan tatapan Albert,Dea memandang surat itu bagai menatap musih terbesar nya lalu dengan terpaksa Dea mengambil dan menandatangani surat tersebut


"sudah kan " sungut Dea kesal


"hmm" dehem Albert disertai seringai kemenangan nya


"tersenyum lebih lebar lagi akan ku robek mulut mu" kata Dea sambil menatap tajam Albert


"uhh aku takut Babe "jawab Abert dengan nada takut yang di buat-buat


"aku kesal dengan mu"kata Dea dengan cemberut


"gadis ku menggemaskan bukan " tanya Albert dengan mata masih melihat arah pergi nya Dea


"i-iya " jawab sang pengacara itu takut dengan kepala menunduk kebawah


"sekarang pergi dan urus semua nya" perintah Albert dingin


lalu berjalan pergi ke kamar nya dan Dea untuk membujuk gadis nya yang sedang merajuk


"uhh membayangkan wajah nya yang imut saja aku sudah tak rela untuk membiyarkan nya pergi"batin Albert tak rela


kamar


"Babe " panggil Albert lembut sambil memeluk Dea erat


" hmm "jawab Dea yang masih kelihatan kesal

__ADS_1


"kau paham kan kenapa aku dan Xander sepakat membuat poin terakhir itu" tanya Albert dengan suara yang dibuat selembut mungkin


"sangat paham " jawab Dea sambil menatap wajah Xander yang sekarang diambil alih Albert itu dengan wajah seriusnya


"hmm kenapa?"tanya Albert sambil menaikkan alis nya sebelah


"karna kau dan Xander sama-sama mesum" jawab Dea dengan wajah penuh keyakinan


Albert yang mendengar itu pun terdiam sebentar lalu tertawa dengan begitu merdu nya


"kenapa "tanya Dea bingung karna melihat Albert yang tertawa begitu lepas


"aku benar kan "tanya Dea lagi dengan penasaran


"uhh kau lucu sekali Babe,kalau begini rasa nya aku tidak rela kau pergi dari ku "kata Albert sambil menciumi pipi cabi Dea gemas


"tidak boleh seperti itu,ingat kita sudah membuat surat perjanjian" kata Dea memandang Albert dengan tajam tapi terkesan menggemaskan bagi Albert


"ya aku hanya bercanda"kata Albert sambil terus menciumi pipi cabi Dea


"hentikan geli "kata Dea sambil tertawa


"mau tau kenapa Xander dan aku ingin menikahi mu secepat mungkin?" tanya Albert setelah berhenti menciumi pipi Dea


Dea hanya menganggukkan kepala nya dengan ekspresi yang menurut Albert sangat imut


"karna kami tak ingin merusak mu Babe,kami ingin menjaga mu,kami sangat mencintaimu kami takut menyakiti mu walau nanti nya kau pun mengizinkan kami untuk menyentuh mu sebelum janji suci pernikahan terucap "jawab Albert sambil menatap mata Dea lembut


Dea yang mendengar itu pun memiliki mata yang berkaca-kaca lalu memeluk Albert sambil menangis terisak


"heyy jangan mengeluarkan air mata karna mata ini hanya boleh menyipit karna senyum bahagia bukan mengeluarkan air mata yang bahkan untuk air mata bahagia sekalipun " kata Albert menghapus lembut air mata yang keluar dari mata indah Dea


Dea yang mendengar kata-kata itu pun lalu mengangguk kecil dan terus membenamkan kepala nya di dada bidang Albert


Dea bahagia karna memilih percaya pada Xander,Xander sekalipun tak pernah menyerah kepada nya baik mendapatkan hati atau pun berjuang untuk nya


Dea bersyukur tuhan mengirimkan sosok Xander kepada nya walau seorang Xander tak sempurna tapi Xander mampu membahagiakan dan menutupi segala kekurangan nya

__ADS_1


dan Dea tak tau akan jadi apa diri nya jika tidak bertemu dengan seorang Alaxander Britz


__ADS_2