fat and possesive bad boy

fat and possesive bad boy
chapter 29


__ADS_3

Di lain tempat


"Bodoh mengurus seorang gadis saja tak becus"teriak nya marah pada sang anak buah


"Maaf nona seperti nya Alaxander britz sudah mengetahui rencana kita,jadi dia sudah mempersiapkan banyak anak buah untuk melindungi gadis itu"jawab sang anak buah sambil menunduk takut


"Hmm memang lelaki ini tak bisa di remehkan"gumam perempuan itu yang tak lain adalah Carol orlando Arsenio


Perempuan yang merupakan penyuka jenis ini sangat mencintai adik nya,apa pun akan dia lakukan asal adik nya itu bahagia,walaupun dia sendiri harus terbakar api cemburu karna melihat orang yang di cintai nya mencintai orang lain


"Rencanakan kembali untuk membunuh nya,aku mau secepat nya dia mati agar adik ku tak bersedih lagi"perintah carol disertai dengan seringai licik


"Dan ingat untuk melakukan nya dengan hati-hati agar tak di ketahui ayah"lanjut nya dengan nada mengancam


"Baik nona"jawab sang anak buah patuh


***


Mansion Xander


"Sudah pulang Babe "kata Xander ketika melihat Dea pulang di sertai dengan beberapa bodyguard


Dea tak menjawab,Dea hanya memandang lurus kearah Xander yang terlihat sedang duduk dengan posisi bak seorang raja


Dea merasa ada yang berbeda dengan Xander tapi Dea sendiri tak mengetahui itu,Xander yang di kenal Dea memang memiliki aura yang berbahaya tapi Xander yang di hadapan Dea saat ini seperti nya memiliki aura yang lebih berbahaya,Dea seperti di telanjangi hanya karna di tatap oleh nya


Sedangkan Dea tak sadar,semua anak buah Xander yang berada di belakang nya sudah menggigil ketakutan dengan kepala yang di tundukkan,berdoa agar mereka bisa segera pergi dari hadapan bos mereka ini


"Kenapa kau menatap ku seperti itu Babe,setampan itu kah aku sampai kau tak berkedip memandangi ku?"tanya Xander disertai kekehan nya yang membuat nya berkali-kali lebih tampan


"Siapa kau?"tanya Dea dengan nada dingin


"Aku kekasih mu siapa lagi"jawab Xander masih dengan senyuman manis nya


"Siapa kau"tanya Dea sekali lagi,tapi kali ini dengan nada yang teramat tenang


"Kau memang cocok dengan ku Babe,sekali lihat kau sadar bahwa aku bukan lah Xander mu"jawab Albert dengan kekehan puas nya


"Huh ternyata Xander memiliki Alter ego,ini akan semakin menyusahkan"batin Dea sambil menghela nafas lelah


Jangan sangka Dea tak terkejut,karna sebenar nya Dea sangat terkejut,pantas kadang sewaktu-waktu Dea merasa ada yang berbeda dengan Xander,ternyata ini lah penyebab nya


Pertanyaan di kepala nya kini hanya satu,apa kah kepribadian Xander yang satu ini mencintai dia juga atau tidak dan hanya suka bermain dengan nya?

__ADS_1


"Kenapa diam Babe,apa kau terkejut?tanya Albert dengan senyum memikat nya


"Sedikit"jawab Dea datar dan singkat


"Siapa nama mu?lanjut Dea bertanya dengan ketiga kali nya


"Albert "jawab nya tenang


"Di mana Xander?"tanya Dea masih dengan kesah dingin nya


"Entah lah,mungkin dibagian terdalam diri ku"jawab Albert santay sambil mengedikkan bahu nya acuh


"Kemarilah Babe "panggil Albert meyuruh Dea mendekat


Dea menurut dan begitu hendak duduk tangan Dea di tarik cukup kencang sehingga Dea terduduk di pangkuan Albert


"Haruskah aku membunuh Xander supaya kau hanya milikku Babe? "tanya Albert sambil berbisik pelan di telinga Dea


Seketika tubuh Dea menegang namun hanya sebentar karna dengan cepat tubuh Dea kembali relax


Kali ini Dea tak usah memastikan lagi apakah kepribadian lain Xander ini mencintai nya atau tidak.,karna seperti nya Albert lebih agresif dan possesive di banding Xander sendiri mungkin lebih mendekati obsesi


Dan Dea hanya bisa menghela nafas lelah kembali,mungkin sudah nasib nya harus dikelilingi orang-orang yang kurang waras,memang hanya dia sendiri yang waras disini pikir Dea terkesan tak tau diri


"Huh apa kata mu,coba katakan sekali lagi,dan ku jamin kau tak kan bisa berjalan keesokan pagi nya"jawab Albert dengan seringai mematikan nya


"Seperti nya Albert lebih berbahaya daripada Xander"batin Dea bergidik


"Babe aku kangen sekali pada mu,ini gara-gara ******** itu yang membuat ku sulit untuk keluar,dia selalu berusaha menekan ku,dan aku benci itu"keluh Albert kepada Dea


Dan satu lagi yang di ketahui Dea dari sifat Albert yaitu manja dan cerewet


"Ceritakan kapan kau ada di tubuh Xander dan kenapa"tanya Dea kini dengan nada lembut karna menurut nya baik Xander maupun Albert sama yang berbeda hanya sifat mereka saja


Mengalir lah cerita dari Albert dengan berbagai ekspresi nya ketika menceritakan semua kisah itu,ekspresi yang jarang di tampilkan oleh Xander dan menurut Dea itu lucu sekali,sontak membuat Dea tanpa sadar mencium pipi Albert gemas dan tentu saja membuat Albert mematung,karna baru kali ini Dea terlebih dahulu mencium nya


Dea yang sadar pun segera memalingkan muka nya yang kini semerah tomat


Albert tak menyia-nyiakan kesempatan ini,di raih nya kepala Dea untuk menghadap ke arahnya dan perlahan bibir merah nya mencium bibir Dea lembut,permainan Albert tanpa sadar membuat Dea melenguh dalam ciuman panas mereka


Setelah kehabisan nafas Dea dan Albert pun menyudahi ciuman mereka


"Ekhmm jadi sebenar nya kau ada karna diriku "tanya Dea berusaha setenang mungkin

__ADS_1


"Hmm,sebenar nya aku sudah ada saat kau pergi dari ku,ketika Xander mengurung diri di kamar nya,perlahan karakter ku terbentuk,obsesi untuk kekuasaan dan memiliki mu mendominasi dalam diriku,aku pernah mengamuk hebat sehingga kakek ku sendiri harus turun tangan menenangkan ku,maka dari itu selama ini Xander selalu berusaha menekan ku untuk tidak keluar,dia takut aku menyakiti mu,karna yang mereka semua tau aku itu kejam brutal dan licik,padahal mereka tidak tahu aku ingin sekali berjumpa dan bermesraan dengan mu seperti sekarang ini,dan mustahil bagi ku untuk menyakiti mu "jawab Albert sambil memeluk Dea erat kadang menciumi leher Dea sekekali


Dea terdiam mendengar penjelasan Albert,walaupun di tubuh yang sama Dea tau mereka berbeda maka dari itu Dea berusaha untuk mencintai Albert juga


Mungkin ini kesempatan Dea untuk menyelesaikan masalah nya,dan untuk itu Dea harus lepas terlebih dahulu dari Xander,mungkin dengan Albert akan lebih mudah untuk berbicara,Dea akan mencoba ini nanti


sebenar nya Dea enggan meninggalkan mereka,karna dengan mereka Dea merasa lebih hidup,tidak datar dan monoton seperti hidup yang selama ini Dea jalani,tapi mau bagaimana lagi,orang tua dan diri nya tak akan tenang bila tua bangka itu masih bernapas di dunia ini


"Hey Babe kenapa kau melamun "tanya Albert berusaha menyadarkan Dea


"Hmm tak apa,ada sesuatu yang ingin kukatakan pada mu "kata Dea berusaha setenang mungkin


Albert hanya mengangkat satu alis nya seperti meminta Dea melanjutkan perkataaan nya


"Aku mau bertaruh dengan mu,apa boleh?"tanya Dea dengan nada selembut mungkin


"Bertaruh apa"jawab Albert dengan nada tenang nya


"Jika aku pergi dan kau bisa menemukan ku,maka aku akan terus berada disisi mu untuk selama nya,bagaimana apa kau mau "tanya Dea dengan hati-hati


Lama Albert terdiam dan itu sukses membuat Dea berkeringat dingin menunggu jawaban Albert,nyawa nya seperti di pertaruhkan disini,karna jika Albert mau itu akan sangat menguntungkan nya,dan jika tidak sudah bisa di pastikan dengan karakter Xander dan albert mungkin Dea tak akan pernah bisa keluar lagi dari mansion ini


"Hehe kau mau meninggalkan ku Babe?"kekeh Albert namun kali ini terkesan sinis


"Bukan begitu,Xander selalu mengurung ku,jika pun di bolehkan keluar aku di kawal dengan banyak bodyguard,ingat hidup ku bukan melulu tentang kalian,aku juga berjanji jika masalah ini selesai,aku akan kembali kepada kalian lalu di mana salah nya"jawab Dea sedikit jengkel


"Oke aku akan bertaruh dengan mu,ingat jika kau tak kembali ketika masalah mu selesai,aku akan mencari mu hingga ujung dunia sekali pun,dan jika sudah ku temukan jangan harap bisa pergi dari ku walau hanya sejengkal"kata Albert dengan nada yang penuh penekanan


Dea yang mendengar pun menarik kedua sudut bibir nya keatas


"Jangan senang dulu Babe,kau tak ingat hanya aku yang bertaruh bukan Xander "kata Albert sambil menyeringai licik


"Huhh tak bisa kah aku bertaruh dengan mu saja ?"tanya Dea dengan muka polos nya


Albert yang gemas pun mencium pipi gembul Dea,dan mendapat delikan tak suka dari Dea,yang hanya di balas kekehan oleh Albert


"Tak bisa karna,karakter Xander lebih kuat dari ku,maka dari itu kau harus meminta izin pada nya,jika tidak aku tak akan pernah muncul lagi,karna selalu di tekan oleh nya,aku tak suka itu"jawab Albert dengan bibir mengerucut


"Uuh ya sudah aku akan meminta izin dari nya,dan aku yakin itu tak akan mudah" kata Dea dengan nada lesu


"Sabar Babe,dia tak lebih mengerikan dari ku saat marah"jawab Albert percaya diri


Dan mendapat tatapan tidak percaya dari Dea,karna selama berbicara dengan Albert,Dea merasa Albert tak mengerikan malah terkesan menggemaskan

__ADS_1


Dea tak tau saja,jika karakter Albert muncul,sang kakek pun akan berhati-hati dalam bertidak maupun berbicara apalagi orang lain yang bahkan tidak berani mengangkat kepala mereka,hanya dengan Dea Albert menunjukkan sifat jenaka nya,yah hanya Dea sang pawang para monster


__ADS_2