fat and possesive bad boy

fat and possesive bad boy
chapter 22


__ADS_3

Author pov


"Apa kah semua rencana sudah matang? "tanya Xander dengan nada dingin seperti biasa


"Sudah semua bos "jawab anak buah Xander dengan hormat


"Sudah waktu nya babe "gumam Xander di sertai dengan seringai kejam nya


***


Dea pov


"Sumpah cape gue kalau harus ngikutin tua bangka itu terus "gerutu Dea dengan nada frustasi sambil terus mengawasi paman brengsek nya


"Dimana sih dia nyimpan surat itu arghhh "teriak Dea dengan nada tertahan


Lalu Dea di kejutkan dengan orang yang berbicara di belakang badan nya


"Maaf nona silahkan ikut kami "kata lelaki berpakaian hitam itu dengan nada sopan


"Siapa lo hahh "kata Dea dengan nada ketus


Owh iya saat ini paman nya sudah pergi,maka nya sekarang Dea sudah berani berbicara dengan suara keras,tadi saat dia mau mengikuti paman nya, ehh ada orang aneh ini yang mengaget kan nya


"Ayo nona silahkan ikut kami "kata lelaki itu masih dengan nada yang sopan


"Gue gak mau,pergi sana!emang lo siapa nyuruh-nyuruh gue "kata Dea dengan nada setengah membentak dan bibir mengerucut lucu


Memang Dea masih sangat kesal akibat paman nya tadi,maka nya terbawa sampai sekarang,padahal biasa nya Dea tak pernah membentak orang yang tidak di kenal seperti itu,biasa nya Dea selalu ramah kepada siapa pun


"Silah kan nona "kata lelaki itu dengan badan setengah membungkuk dan tangan tanda mempersilahkan ke mobil hitam yang ada di dekat nya


"Orang gila "gumam Dea lalu berlalu hendak pergi


Tapi belum sempat tiga langkah Dea berjalan,Dea di kejutkan dengan pria yang ada di depan nya,tampak lelaki itu memandang Dea dengan seringai licik nya


Dea seperti melihat hantu di siang bolong,dengan mata nya yang membulat dan mulut yang berbentuk 0,setelah sadar siapa yang menghadang nya,Dea berlari secepat yang ia bisa


"Kenapa gue harus ketemu secepat ini sih arghh "gumam Dea dengan muka frustasi dan masih terus berlari secepat yang ia bisa


***

__ADS_1


"Huhh masih saja lucu "gumam Xander sambil terkekeh geli melihat Dea yang mencoba lari dari nya


"Kejar dia tapi jangan sampai melukai nya,satu goresan saja nyawa kalian taruhan nya" perintah Xander dengan nada dingin


"Baik bos"jawab anak buah Xander serentak lalu berlari mengejar Dea yang nampak sudah mulai jauh


"Kau tak kan pernah bisa lari lagi dari ku Babe "gumam Xander dengan bersandar di mobil sambil memejamkan mata


Kalau kalian tanya kenapa Xander tak ikut mengejar Dea,jawaban nya ada lah karna Xander yakin dengan kemampuan anak buah nya,semua anak buah nya yang mengejar Dea tadi ada lah pasukan elit yang sudah terlatih dalam kondisi apa pun


"XANDERRRRRRRRR "teriak Dea menggelegar dari kejauhan,terlihat tangan Dea di apit oleh anak buah nya sehingga badan mungil dan berisi Dea sedikit terangkat


Xander yang mendengar itu pun hanya terkekeh geli


Jangan tanya bagaimana nasib anak buah Xander,terlihat mereka semua babak belur,tapi tak ada satu goresan pun di badan Dea,tanpa bertanya Xander sudah tau apa yang terjadi,membayang kan kejadian itu pun Xander hanya bisa tersenyum tipis


"Dea nya memang hebat "pikir Xander bangga kepada Dea,sedang kan anak buah nya yang babak belur oleh Dea,tak di hiraukan nya sama sekali


"Apa Babe ?"tanya Xander sambil mengangkat satu alis nya di sertai dengan senyum menggoda nya


"KENAPA LO TEMUIN GUE SEBELUM PERJANJIAN KITA SELESAI? "tanya Dea berteriak sekencang mungkin di hadapan muka Xander,sambil berkacak pinggang


Tapi di posisi itu Dea terlihat semakin menggemaskan bagi Xander


"Uhh kan perjanjian nya sudah selesai Babe ?"tanya Xander dengan memandang Dea polos


"KAN PERJANJIAN NYA 5 TAHUN XANDERR "jawab Dea kembali berteriak akibat sangat kesal kepada Xander


"kan perjanjian nya cuma sampai aku sukses,nah sekarang aku udah sukses,tanya semua orang siapa yang gak kenal sama ALEXANDER BRITZ,bukti nya aku udah sukses kan?"jawab Xander dengan nada kalem


Bukan nya Xander tak ingat akan perjanjian itu,tapi Xander sudah tak sabar untuk bertemu dengan Dea,maka nya Xander pura-pura tak tau saja


"Ihhhhh Xander reseee,au ah mau pulang aja "kata Dea dengan nada yang imut


Ketika Dea hendak berlalu,Xander bergegas menahan tangan Dea


"Eitss mau kabur kemana lagi,sudah cukup 4 tahun kamu hilang dari aku,sekarang jangan pernah mimpi aku bakal lepasin kamu lagi "kali ini Xander berkata dengan nada serius dan mata menatap Dea tajam tak ada lagi nada bercanda dalam perkataan nya


Dea hanya bisa meringis melihat Xander berkata seperti itu


"Hahhh gagal sudah rencana yang di susun nya bertahun-tahun hanya karna lelaki pemaksa yang sial nya tampan ini "batin Dea sambil menghela napas lelah

__ADS_1


"Lebih baik sekarang Dea menurut saja,masalah kabur bisa di pikirkan nanti,karna kalau singa sudah bangun habis lah Dea "pikir Dea terkekeh geli memikirkan Xander yang jadi singa


Xander yang melihat Dea terkekeh pun hanya menatap Dea bingung,tapi Xander terlalu malas untuk bertanya sekarang,mungkin nanti


"Ayo pergi "perintah Xander dingin dengan masih menggenggam tangan Dea erat kepada anak buah nya


"Y-ya bos "jawab anak buah Xander sedikir tergagap


Jangan tanya kenapa anak buah Xander tergagap seperti itu,mereka syok melihat bos mereka bersikap lembut kepada seorang perempuan,biasa nya jangan kan untuk bersikap lembut,hanya sekedar tersenyum pun bos mereka tak pernah,bahkan mereka tak pernah melihat bos mereka tersenyum pada dua sahabat nya ,mereka kira bos mereka tak bisa tersenyum,maka nya ketika mereka melihat bos berintraksi dengan perempuan itu mereka semua terdiam bahkan ada dari mereka yang membuka sedikit mulut nya


"Pergi "kata Xander penuh penekanan,dan hanya satu kalimat itu,membuat semua anak buah Xander kembali ke alam sadar mereka


"Baik bos "jawab mereka serempak


"Kaya paduan suara "gerutu Dea mencemooh para anak buah Xander


Xander yang mendengar itu pun bukan nya marah, namun malah terkekeh geli mendengar cemoohan Dea


***


Saat ini di mansion Xander terlihat pemandangan yang membuat semua orang yang berada di dalam nya terdiam, bahkan ada dari mereka yang memandang pemandangan di depan tak berkedip untuk waktu yang lama


Bagaimana tidak?


Saat ini terlihat bos mereka menggendong perempuan seperti mengangkut karung beras,bukan hanya itu saja perempuan yang di bawa bos mereka nampak heboh untuk minta di lepaskan,yang di tanggapi dengan cuek oleh bos mereka seakan tidak ada apa-apa


"XANDERR LEPASIN GAK,NGAPAIN LO NGANGKUT GUE KAYA NGANGKUT KARUNG BERAS HAHH"teriak Dea menggelegar dengan kaki nya yang menendang-nendang Xander tapi tak pernah kena


"Diam babe bentar lagi kita sampai ke kamar kita,dan kamu akan dapat hukuman karna udah menghilang dari aku selama 4 tahun ini "kata Xander pelan tapi terselip nada kemarahan di sana


Bukan nya diam Dea yang mendengar itu pun malah semakin memberontak,karna Dea merasakan firasat buruk ketika mendengar perkataan Xander tadi


"Xander sumpah turunin gue,ini gak lucu sama sekali,mau ngapain lo bawa gue ke kamar?"tanya Dea panik dan terus menerus memberontak


Xander yang geram akan tingkah bar bar Dea pun menepuk pantat Dea keras,agar Dea diam,tapi bukan nya malah diam Dea justru berteriak lebih keras dari yang tadi


"XANDERRRR NGAPAIN NEPUK PANTAT GUE,PANTAT GUE UDAH GAK SUCI LAGII HUWAAA"teriak Dea frustasi


Dan hanya di balas dengan kekehan Xander


"Hahh Xander kangen dengan situasi ini,hidup nya kembali berwarna dengan kembali nya Dea "batin Xander senang dengan terus menggendong Dea di bahu nya tanpa merasa berat sedikit pun

__ADS_1


__ADS_2