
Author pov
"Jadi gimana"jawab seorang pria dengan nada dingin
Suasana di dalam ruangan itu terasa mencekam,orang-orang yang mendengar suara itu pun terlihat bergidik takut
"Der" panggil Axel dengan nada takut-takut
Ya pria itu tak lain ada lah Alaxander Britz
Sikap nya yang tadi lembut ketika bersama Dea sudah lenyap entah kemana,sekarang mereka hanya melihat Xander yang biasa nya,Xander yang dingin dan kejam
"Hmm" jawab Xander datar
"Mereka ngajak kita tawuran besok,kata mereka kalo kita gak dateng mereka anggap kita pengecut " jawab Axel menjelaskan dengan hati-hati
"Ok besok kita dateng ke tempat yang mereka minta,mungkin mereka belum tau bagaimana seorang Xander bertindak jika sudah di remehkan."jawab xander dengan seringai kejam nya
Dan seketika Axel meringis melihat seringai an itu,karna dia tau,seringai itu pertanda akan ada orang yang sengsara nanti nya
"Jangan sampai Dea tau,kalau sampai dia tau habis kalian sama gue." Kata Xander dengan mata yang tajam menatap orang-orang di ruangan itu
"Ya bos" jawab mereka serempak
*****
"Babe nanti ikut gue ya" ajak Xander dengan menatap Dea lembut
"Mau kemana emang nya."jawab Dea mengalih kan muka nya dari guru yang mengajar
Saat ini mereka sedang mengikuti pelajaran akhir sebelum pulang
" udah ikut aja,nanti gue jemput jam 7 malam." Kata Xander dengan nada lembut
"Hmm okay" jawab Dea sambil tersenyum
****
Saat ini Dea di dalam kamar yang keadaan nya sudah seperti kapal pecah atau bekas terkena angin ** beliung
Sedari sejam tadi Dea cemas mau memakai baju apa,karna dia baru ingat,dia sudah lama tak membeli baju baru karna,mau menghemat uang yang di tinggal kan orang tua nya
Jadi dia mengambil keputusan dengan memakai sweater lengan panjang berwarna krem putih,karna hanya itu baju yang menurut nya lebih bagus dari pada yang lain
__ADS_1
Dea memadupadan kan dengan sling bag berwarna hitam dan sepatu berwarna putih,lalu memoles sedikit wajah nya dengan make up natural
"perfect"gumam nya seraya tersenyum di depan cermin
"Huh kaya nya gue harus belanja deh dalam waktu dekat" Dea membatin sambil menghela nafas
"Walau nanti nya uang jajan gue harus berkurang"lanjut nya bermonolog sendiri
Tok tok tok
Lamunan Dea buyar kala ada yang mengetuk pintu rumah nya,lalu dia bergegas membuka dan seketika membeku di tempat dengan mata yang membesar dan mulut yang berbentuk O kala melihat Xander dengan tampilan yang luar biasa tampan.
baju lengan panjang hitam serta dalaman putih dan tangan yang dimasuk kan kekantung celana nya,sedang tersenyum tipis menatap kearah nya
sekarang Dea tau kenapa Xander banyak digilai perempuan,walau dia bersikap dingin dan jarang tersenyum
"Terpesona babe" kata Xander menatap Dea geli
Lamunan Dea buyar kala mendengar suara itu
Dan blush
"Kau imut babe dengan muka yang memerah seperti itu."kata Xander sambil mencubit pipi Dea gemas
Dan bukan nya berkurang pipi Dea semakin memerah
Jangan tanya kenapa sekarang Xander tau arti dari merah nya pipi Dea,dia bertanya pada Axel tadi siang
"sudah lah,ayo berangkat" kata Dea berusaha mengalihkan pembicaraan
Xander yang mengerti pun hanya mengangguk dan tersenyum geli,lalu mengapit possesive pinggang berisi Dea menuju mobil nya
"Silah kan masuk princes nya Xander " kata Xander sembari membukakan pintu untuk Dea
Dea yang di perlakukan seperti itu pun hanya bisa tersenyum dan bersyukur di dalam hati kepada tuhan, karna menghadir kan Xander di hidup nya yang menerima dia apa ada nya
***
Sedari tadi Dea sudah kesal dengan Xander karna Xander menyuruh menutup mata nya,padahal dia sudah bertanya sedari tadi mau kemana tapi selalu di jawab dengan kata yang sama yaitu
"Rahasia babe"
__ADS_1
Dan Dea hanya bisa menggerutu sebal
"Nah sekarang kita turun babe" kata Xander setelah mobil berhenti
"Gimana mau turun liat aja gak bisa" jawab Dea dengan bibir mengerucut lucu
"Hee ya udah ayo gue tuntun" kata Xander lembut seraya terkekeh geli
Lalu Xander menuntun Dea dengan sangat hati-hati,setelah di rasa posisi nya cocok Xander berhenti
Lalu membuka penutup mata Dea dengan lembut
Ps:anggap aja di Indonesia
Dan seketika Dea memandang takjub pemandangan yang ada di depan nya
pantai yang menyala biru ketika di malam hari itu sangat indah
"Indah sayang?" kata Xander sambil memeluk Dea dari belakang dan meletakkan kepala nya di bahu Dea
"Hmm indah,terima kasih telah membawa ku kesini" kata Dea menolehkan kepala nya sambil tersenyum ke arah Xander
Lalu Xander mengecup pipi Dea lembut
Lama mereka terdiam menikmati pemandangan itu hingga suara Xander memecahkan keheningan di antara mereka
"Bisa kah kau tak pernah pergi babe" kata Xander berkata lirih
Dea seketika mematung mendengar pertanyaan itu,lalu meghembuskan nafas pelan
"Gue harus pergi Der,gue juga gak mau pergi,tapi ini demi kebaikan semua nya" jawab Dea tak kalah lirih
Xander yang mendengar jawaban seperti itu pun memejam kan mata nya,menahan segala emosi nya
"Maaf" kata Dea saat tau Xander yang mencoba meredam kan amarah di belakang nya
"Gak papa babe" kata Xander dengan senyuman yang sarat akan makna
"Gue gak akan pernah lepasin lu babe,sampai kapan pun." Xander membatin Dengan seringai licik nya
Dan Dea tak menyadari seringai an licik Xander di belakang nya.
__ADS_1
jangan lupa like ya 😂