Fatur & Rina

Fatur & Rina
masa NT


__ADS_3

Kini mereka sudah duduk bersama, bertiga dalam satu meja. Rina menyeruput teh dingin yang dia pesan, hal itu tidak lepas dari perhatian Zaki.


"Lo kok cuman ngeliatin gue? Di makan gih nanti keburu masuk."


Zaki tersadar mendengar teguran Rina, dia melihat mangkuk berisi bakso di depannya memang masih utuh belum tersentuh.


Zaki mulai menuangkan saos dan kecap ke mangkuk bakso nya, tak lupa dengan tambahan jeruk nipis. Lalu setelah itu di aduk hingga merata.


Terdengar di meja sebelah mereka sedang ramai membahas gosip tak jelas yang entah dari mana sumber nya.


Luna sendiri juga sibuk menghabiskan bakso nya. Hari ini Bella tidak lagi mengganggu nya, mungkin saja Bella takut dengan ancaman Rina.


Rina makan batagor, dan saus kecapnya menempel di pinggiran bibir nya. Zaki yang melihat hal itu gercep mengambil tisu lalu mengelap kecap di pinggiran bibir Rina.


Rina menatap Zaki, wajah nya memanas. Kenapa bisa nama cowok itu Zaki? Mirip dengan nama crush nya.


"Oh makasih."


Zaki hanya mengangguk mengiyakan. Setelah selesai makan mereka kembali ke kelas.


Rina duduk kembali di bangku nya. Dia tidak tau kalau di belakang sana Margin sedang menatap nya dengan sinis.


"Habis ini pelajaran nya apa?" tanya Martin kepada Fatur yang masih terdengar oleh Rina.


"Kimia."


"Mati gue, tadi otak gue panas gara-gara MTK dan di sambung dengan kimia? Bisa gila gue!" Martin mengacak rambut nya frustasi membuat Rina tertawa geli melihat nya.


"Lagian siapa suruh masuk IPA." ledek Rina, ini kali pertama nya berbicara dengan Martin.


"Biar keren aja." jawaban Martin yang membuat Rina menggeleng-gelengkan kepalanya.


Bel masuk sudah berbunyi, mereka berharap ada mukjizat sehingga guru kimia tidak masuk.


---


Rina menunggu Fatur di depan perpustakaan. Fatur sedang ada kegiatan yaitu sosialisasi yang di adakan oleh pihak sekolah. Dan Fatur yang menjadi ketua kegiatan. Sosialisasi untuk anak kelas 12.


Rina melihat anak-anak pulang sekolah, ada yang berjalan sendirian, ada juga yang jalan bersama pacar ataupun sahabat nya.


"Nunggu siapa?"


Rina menoleh ke sumber suara dan mendapati Zaki berdiri di depan nya. Rina mendongak karena Zaki tinggi dan posisi nya dia sedang duduk.


"Enggak, sengaja aja pengen balik hagak lamaan."


Zaki duduk di sebelah Rina. "Lo balik bareng siapa? Mau gue anterin?"

__ADS_1


"Enggak, gak perlu. Lagian kita gak searah."


Zaki tak beranjak, dia masih duduk di sebelah Rina. Walau bertampang berandalan, tak dapat di pungkiri kalau Zaki juga tampan.


Zaki memandangi Rina dengan pandangan penuh cinta. Di tipe orang yang akan memperjuangkan hingga mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Kenapa liatin gue kayak gitu?"


"Karena gue punya mata. Yuk gue jajanin eskrim di depan." ajak Zaki menarik pergelangan tangan Rina.


Rina mau-mau saja karena dia juga bosan menunggu Fatur yang tak jelas kapan selesainya.


"Mau rasa apa?"


"Vanilla."


"Mas, es krim Vanilla nya satu, coklat satu." ucap Zaki kepada penjual eskrim keliling. Tak lama setelah itu, penjual eskrim memberikan eskrim sesuai pesanan Zaki.


Zaki membayar es nya lalu mengajak Rina kembali ke area sekolah. "Nih, di makan es krim nya."


Rina mengambil es krim dari tangan Zaki. "Makasih," ucapnya lalu mulai memakan eskrim nya.


"Woi Rin ayo balik."


Rina dan Zaki menoleh bersama ke sumber suara. Ekspresi Zaki berubah sangar melihat kedatangan Fatur, begitu pula dengan Fatur mimik wajah nya berubah saat melihat Zaki. Rina menyadari kedua cowok itu saling bermusuhan.


"Eum Zaki gue balik dulu." Rina segera berdiri, dia menarik Fatur agar tidak berkelahi lagi dengan Zaki.


Dari jauh Zaki melihat kepergian Rina bersama Fatur. Tangan nya mengepal, bagaimana pun dia harus mendapatkan Rina.


Bukannya membawa Rina pulang ke rumah, Fatur malah mengajak Rina ke mall. Rina heran kenapa Fatur membawa nya ke sana.


"Besok gue mau nembak cewek. Lo saranin apa-apa aja yang di sukain sama cewek."


"Selera orang beda-beda kali. Coba kasi tau gue cewek yang lo suka itu kayak gimana?"


"Dia ini cinta pertama gue. Bisa di bilang penampilan nya berantakan kayak bad girl gitu. Tapi dia gak senakal itu kok."


"Waduh, kalo gitu gue gak tau dia sukanya apa. Kalo di kasi boneka mah pasti dia gak suka." Rina memikirkan ide benda apa yang bagus di berikan untuk mengajak perempuan berpacaran.


"Gak guna lo!"


"Eum Tur, ini termasuk perselingkuhan gak sih?"


Fatur menghentikan aktivitas nya. "Selingkuh itu di belakang pasangan, sedangkan gue terang-terangan di depan lo."


"Bener juga."

__ADS_1


"Udah sekarang tugas lo pikirin gimana caranya gue bisa jadian sama cewek yang gue taksir."


Mereka mencari-cari lagi, Rina tertarik pada sebuah liontin emas yang menurutnya cukup menawan. "Tur gimana kalo ngasih ini aja." tunjuk Rina, liontin itu benar-benar indah dan yang pasti nya mahal.


"Mbak saya mau lihat liontin yang ini."


...


...


"Dua bebek ini ibarat lo sama dia yang lagi kasmaran."


"Lo nyamain gue sama bebek?"


"Ya kan cuman perumpamaan."


Fatur memandangi lama kalung pilihan Rina. Dia juga suka dengan kalung itu. "Mbak saya ambil ini berapa harga nya?"


"500 ribu dek."


"Iya, di bungkus ya mbak."


Sembari menunggu, Rina kembali melihat-lihat. Dia bisa merasakan kalau Fatur akan sangat berefort jika sudah sayang kepada satu perempuan.


"Yuk Rin,"


Setelah mendapatkan apa yang di cari, Fatur mengantar Rina pulang. Kemudian dia pergi untuk latihan. Fatur sudah bilang kepada Martin kalau dia akan datang terlambat, Fatur juga sudah menjelaskan alasan nya.


---


Brum.. Fatur tiba di tempat biasanya dia latihan. Di sana Martin sudah lama menunggu nya.


"Lama amat si bro." Martin menghampiri Fatur yang sedang memarkir motor.


Fatur melepaskan baju seragam nya menyisakan dirinya bertelanjang dada dengan lengan berotot dan perut kotak-kotak.


"Gue liat makin hari gerakan lo makin bagus, makin lincah juga." puji Martin.


Fatur hanya tersenyum menanggapi pujian Martin. Berhubung ayah Martin sedang pergi, Fatur dan Martin di suruh melatih otot dengan bermain tinju. Fatur mulai duluan, dia mulai memukuli samsak menggunakan tangan nya. Samsak itu keras tapi Fatur tidak perduli.


Fatur terlihat seperti atlet tinju sungguhan. Dia sudah sangat mahir walau baru 2 Minggu latihan.


Bugh..


Bugh..


Bugh..

__ADS_1


"Tur, udah tur. Istirahat aja." Martin datang menghampiri Fatur. Keringat sudah membanjiri tubuh Fatur.


"Demi cewek lo rela ngorbanin diri lo?"


__ADS_2