
"Buruan kalian siap-siap! Kita sarapan di luar aja."
Dengan terpaksa Rina dan Fatur menurut, mereka jalan bersama menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar yang berbeda.
Sarah tersenyum senang, "dulu Fatur gak pernah sedeket ini sama perempuan. Semoga aja dia sadar dan suka sama perempuan bukan sama sebangsa nya."
Ratna merangkul besan nya, "kita doakan semoga anak-anak kita bisa saling menolong dan menyembuhkan serta menjaga satu sama lain."
"Amin."
Di sisi lain, Rina dan Fatur sudah selesai mandi. Namun mereka bingung hendak memakai pakaian apa. Fatur datang ke kamar Rina dengan hanya menggunakan handuk selutut dan bertelanjang dada. Dada bidang serta perut kotak-kotak nya terekspos.
"Gue ga tau mau pake baju apa."
"Tur!!! Kalo ke sini minimal pake baju anjing!!!"
"Alah, udah halal jadi gapapa."
"Kita pake baju item aja gimana?"
"Mau ngelayat?"
"Ya biarin, seakan foto prewedding nya itu bertema dark romance kayak di tv-tv itu." Rina membuka lemari melihat-lihat pakaian nya. Dia sama juga hanya menggunakan handuk mandi yang berbentuk baju. "Udah sana gue mau pake baju!!" Rina mendorong Fatur agar keluar dari kamar nya.
Fatur terkekeh melihat tingkah Rina. Dia menggeleng sebelum kembali ke kamar nya. Fatur menggeledah lemari nya mencari pakaian yang cocok dengan pakaian Rina. Untung nya dia memiliki kemeja beserta jas berwarna hitam.
Kedua pasangan di bawah umur itu turun bersama-sama dengan menggunakan pakaian hitam. Rina menggunakan dres selutut dan Fatur menggunakan kemeja berwarna hitam. Mereka berdua terlihat kece menggunakan outfit nya.
"Masya Allah!! Ini mau foto prewedding atau mau ngelayat???" Ratna berdiri. "Harusnya pakaiannya yang warna cerah!" omel Ratna.
"Mah ini tuh lagi trend! Foto dengan tema dark gini tuh keren mah."
Sarah ikut berdiri, "udah Rat biarin aja. Mereka mau foto prewedding udah sukur. Yuk."
Keempat orang tersebut keluar dari rumah. Sarah menyuruh Fatur menyupir mobil dan membiarkan supir nya pulang duluan.
"Kita sarapan dulu di restoran. Mama janjian nya sama fotografer nya itu jam sembilan. Dan ini masih jam delapan. Mendingan kita isi perut dulu."perintah Sarah yang duduk di belakang bersama Ratna. Sarah menyuruh Rina duduk di depan menemani Fatur.
"Iya mah." Fatur makin mengencangkan laju mobil nya, lalu berhenti dan berbelok di depan sebuah restoran ternama.
Mereka semua turun dari mobil. Sarah dan Ratna memimpin di depan, sementara Fatur bersama Rina mengekor di belakang.
"Mau makan apa?" tanya Ratna penuh semangat.
"Aku sup sama ayam goreng aja." Rina menjawab duluan.
__ADS_1
"Kamu Sar mau pesen apa?"
"Eum, seafood sama sushi."
"Sekarang Fatur pesen apa?"
"Samain dengan pesanan Rina.
Ratna mengangguk kemudian memanggil pelayan restoran. Setelah Ratna menyebutkan pesanan nya pelayanan tersebut pergi membuatkan pesanan mereka.
"Mah belum pesen minum!!" Rina mengingatkan.
Ratna memukul jidatnya, bagaimana dia bisa lupa. Dia kembali memanggil pelayan yang sama lalu memesan minuman yang berbeda-beda.
"Mah, konsep foto nya nanti gimana?" Rina bertanya dengan tidak bersemangat.
Fatur baru ingat dia belum mengabari wakil nya. Segera pemuda tersebut mengeluarkan ponsel lalu membuka aplikasi WhatsApp. Setelah selesai mengirim pesan, ia meletakkan kembali hp nya dan ikut dalam obrolan.
"Emm kamu mau nya gimana?"
"Pokoknya Rina mau konsep nya tuh bukan yang romantis. Kalo bisa foto dengan gaya rival."
"Gak usah aneh-aneh!" Ratna menoyor kepala Rina. "Mama udah pilih tepat yang cocok dan bagus buat kalian, ya kan Sar?"
Sarah tertawa kecil lalu mengangguk mengiyakan ucapan Ratna.
---
Fatur menghentikan laju mobil nya di depan sebuah villa. Mereka semua turun dari mobil. Ternyata mereka sudah di tunggu oleh fotografer yang Sarah sewa.
"Lama ya pak nunggu nya?" tanya Sarah tak enak.
"Oh engga kok Bu,"
"Kalian buruan ganti pake seragam sekolah." Perintah Ratna.
"Gak usah aneh-aneh mah, kita gak bawa seragam sekolah."
"Tenang mama udah siapin. Ada di mobil, buruan ganti!"
Rina dan Fatur saling pandang, lagi-lagi terpaksa mereka menuruti perintah orang tuanya. Sarah senyum senang melihat Fatur, mereka sudah menyiapkan seragam sekolah baru untuk foto. Mereka sengaja memilih tema anak sekolah mengingat Fatur dan Rina masih di bawah umur.
Cukup lama mereka menunggu Fatur dah Rina selesai ganti baju. Sembari menunggu, mereka menyiapkan segala perlengkapan.
Rina keluar duluan dengan memasang wajah tak senang. Dia berjalan ke sebelah ibu nya. "Mah, pose nya jangan yang aneh-aneh!"
__ADS_1
"Iya."
Setelah Fatur dan Rina selesai ganti kostum, mereka mulai sesi foto. Villa yang mereka sewa luas dan indah, menurut Ratna tempat itu cocok untuk mereka membuat foto prewedding.
"Dek deketan dikit, jangan kaku." Arahan kang foto. "Muka nya jangan cemberut, anggap aja kalian lagi pacaran."
Fatur dan Rina menurut. "Mas kita ini sahabatan bukan pacaran!!" ucap Rina.
"Sahabatan tapi kok buat foto prewedding?"
"Eum anggap aja lagi foto studio mas, ala-ala cowok cewek yang sahabatan gitu. Kalau bisa pose nya tuh kayak kita musuhan dan berusaha saling menjatuhkan."
"Rina!! Udah mas gak usah di dengerin."
Kang foto menggeleng lalu mulai mengambil gambar setelah menemukan angel yang pas.
Sesekali Rina dan Fatur bercanda dan tertawa, momen tersebut pun turut di abadikan oleh sang fotografer. Menurut nya, terlihat natural, jadi indah jika pandai mengambil angel.
---
Rina dan Fatur melihat-lihat hasil foto mereka. "Hm.. gak buruk." bisik Rina. Foto-foto tersebut memang bagus-bagus.
"Mas, boleh kirimin fail nya?" tanya Fatur.
"Tapi itu belum di edit dek."
"Gapapa mas, begini aja udah bagus."
"Oke, nanti saya kirimi salinan nya. Terus foto nya kami cetak dulu baru di kirim ke rumah kalian."
"Terimakasih ya mas," sambung Sarah mama Fatur.
"Iya sama-sama." Tukang foto pun berpamitan lalu pulang.
Sarah, Ratna, Fatur, dan Rina berkumpul di dalam villa. Sarah dan Ratna tertawa cekikikan melihat hasil foto yang menurut mereka lucu tapi bagus.
Rina dan Fatur sendiri hanya bisa diam sambil berusaha bersabar. Mereka nampak nya sudah bosan dan ingin segera pulang padahal hari masih siang.
"Ini juga bagus, nanti kalo udah di cetak mau ku pajang di rumah." kata Ratna.
"Iya bagus, semua foto nya bagus-bagus kan? Emang langganan sih itu. Langganan keluarga nya papa nya Fatur."
"Tur jalan-jalan yuk, tuh pake sepeda yang tadi di pake foto." bisik Rina mengajak Fatur keluar.
"Mah, kita izin keluar bentar nyari angin."
__ADS_1
"Iya, jangan jauh-jauh."
"Iya." Rina berdiri dari duduk nya di ikuti oleh Fatur. Mereka jalan bersama menuju teras villa.