
Hai happy reading
Fathur duduk sendirian di depan kelas menunggu Margin yang sedang berhadapan dengan guru BK. Baru kali ini jantungnya berdegup kencang saat sedang bersama perempuan, sebelum nya di tidak pernah merasakan perasaan itu. Dia pun tidak tau apa yang tengah dia rasakan.
Margin datang dengan seragam yang berbeda, kini pakaian yang ia gunakan sedikit longgar tidak seperti sebelumnya. Margin menatap sebal ke arah Fathur, ini semua ulah Fathur. Margin di omeli habis-habisan oleh guru BK, untung nya dia tidak sampai di skors.
"Nyengir lo!" kesal Margin kemudian duduk di sebelah Fathur.
"Ya lagian salah sendiri! Kalo mau fashion bukan di sini tempatnya, ini tempatnya untuk menimba ilmu pengetahuan!"
"Diem deh bapak KETUA OSIS!" Margin sinis kepada Fathur.
Fathur hanya tertawa kecil, sudah lama Fathur dan Margin tidak akur karena Fathur taat peraturan sementara Margin suka melanggar peraturan.
Keadaan sekitar riuh dengan suara berisik murid-murid. Ya namanya tempat umum pasti terasa berisik.
"Apa enak nya sih taati aturan?"
"Enak gak enak ya namanya aturan harus di taati." nada bicara Fathur menjadi hangat kepada Margin, padahal sebelumnya nada bicaranya sedingin kulkas.
"Oh." Margin menautkan kedua kakinya.
Perasaan Fathur semakin tak karuan, jantung nya berpacu 3 kali lebih cepat dari biasanya saat sedang berada di dekat Margin. Apa benar ia jatuh cinta?
Di sisi lain.
Rina baru saja mengumpulkan tugas nya, kali ini dia membawa tas yang benar.
Bel istirahat berbunyi nyaring, Rina berniat cari muka di depan Zaki agar dia bisa berinteraksi dengan crush nya.
"Rin mau kemana?" tanya Yolanda melihat Rina bertingkat aneh dan berlari terburu-buru.
Bukan hanya Yolanda, ternyata Nora juga memperhatikan gerakan gerik Rina, dia tidak mau dan takut jika Rina lebih unggul dari nya dalam memikat hati Zaki.
Nora berlari menyulus Rina, dia tidak peduli dengan tas nya yang masih terbuka lebar. "Woi mau kemana lo?"
Rina tak menggubris pertanyaan Nora, dia terus berlari. Rina telah sampai di tempat tujuan, dia bersembunyi di balik tembok menunggu Zaki keluar kelas. Nora ikut bersembunyi di sebelah Rina. Mereka sempat terlibat adu argumen tapi hanya sebentar.
"Masya Allah," ucap Rina saat melihat Zaki jalan keluar kelas sendirian.
"Zaki punya gue!" Nora mengingat kan.
"Afah iya? Lo aja gak pernah ngobrol sama dia."
Nora menyibik seraya menyenggol lengan Rina.
"Ngapain kalian di sini?" tanya Zaki yang tiba-tiba datang membuat Rina dan Nora kaget. "Loh, lo adek nya Revan kan?" tanya Zaki lagi seraya menunjuk Rina.
"Iya kak," ~Rina menjawabnya dengan gugup.
__ADS_1
"Kalian ngintipi Revan atau Diki?"
"Ha?" Beo Rina dan Nora bersamaan.
"Ya kalian di sini, mungkin aja kalian lagi ngintip?"
"Engga, kita kebetulan lewat ya kan Nor?" keringat sudah membanjiri wajah Rina.
"Ah iya cuma lewat." Nora menimpali dengan nada gugup.
"Oke kak gue pamit dulu" Rina berniat pergi tapi Nora sengaja menjegal kaki Rina membuat perempuan 17 tahun tersebut tersungkur jatuh ke lantai.
Semua orang yang melihat kejadian itu tertawa, mereka tidak tau kalau Nora lah penyebab Rina jatuh.
"Bu ketua OSIS cinta banget sama sekolah ini sampe lantainya pun di cium?" ejek teman seangkatan Rina.
Rina yang merasa malu segera bangkit, Zaki sama sekali tidak membantu nya. Terlihat jelas dari wajahnya yang merah kalau dia sangat malu. "Ini musibah gaes, kalian malah ngetawain!" Rina pergi meninggalkan kerumunan, di kejauhan dia masih mendengar suara tawa teman-teman sekolahnya menertawai dirinya.
Setibanya di kelas, Rina duduk di bangkunya. Wajah nya masih merah menahan malu, Nora! Anak itu benar-benar keterlaluan kepada Rina. Rina menyembunyikan wajahnya pada lipatan tangan nya. Sungguh kejadian yang sangat memalukan.
Teman-teman kelas Rina memperhatikan Rina yang bertingkah aneh. Mereka belum tau kalau Rina habis jatuh di depan Zaki.
"Rin salah makan?" tanya Rifky teman satu kelas Rina.
"Diem lo berisik!" Rina enggan mengangkat kepalanya.
Rifky memandangi Rina dan semuanya terlihat normal-normal saja. Yolanda datang menghampiri Rifky, mereka sudah sebulan berpacaran.
"Gue malu banget Yol," Rina memberanikan diri menunjukkan wajah lusuhnya.
"Malu kenapa?"
"Ki, lo pergi sana gue mau cerita sama cewek lo!" usir Rina.
"Huu.." Rifky pergi dengan sebal.
"Jadi gini Yol..." Rina mulai menceritakan kejadian yang baru dia alami, sialnya Yolanda malah tertawa di akhir cerita. "Kok ketawa sih?"
"Abis nya lucu, andai aja gue ada di sana, gue bakal jadi orang yang ketawa nya paling kenceng."
"Yee, jahat lo!"
"Abisnya, bisa-bisa nya lo jatuh di depan Zaki?"
"Gara-gara Nora si mak lampir! Dia sengaja tuh jegal kaki gue."
"BHAHAHAHAHA," Tawa pecah, ternyata sedari tadi teman-teman Rina menguping pembicaraan Rina dengan Yolanda.
"Ahhh shiball!!!" Rina mengacak rambutnya frustasi, kini rasa malunya berlipat ganda.
__ADS_1
Rina sedang fokus memperhatikan gurunya menjelaskan, rencananya setelah ini dia akan mengadakan rapat OSIS memikirkan mengenai kegiatan yang akan di adakan besok lusa.
"Rina coba kamu kerjakan soal di papan." perintah Bu Siska selaku guru Kimia.
Tanpa ragu Rina maju dan mengerjakan soal yang dia anggap mudah. Teman-teman nya memperhatikan dari tempat duduk masing-masing.
"Begini kan ya Bu?"
"Iya, kamu boleh duduk."
Rina berjalan kembali ke bangkunya. Dia duduk dengan anteng di sebelah Yolanda.
"Sekarang giliran Gibran, coba kerjakan soal ini." Bu Siska kembali berucap.
"Sialan, gue gak tau apa-apa." lirih Gibran, wajahnya sudah di penuhi keringat dingin.
"Gibran ayo maju." ~bu Siska
"Bu, saya mau ke toilet." Gibran ngibrit lari keluar kelas. Hal tersebut memicu gelak tawa dari teman-teman nya.
Bu Siska hanya bisa menghela nafas pasrah. "Sekarang Jena coba gantiin Gibran kerjakan soal ini."
"Siap Bu."
Setelah selesai rapat OSIS, Rina pulang dengan menaiki ojek, tapi hari ini dia pulang agak sorean karena rapat yang di adakan berlangsung lama. Setibanya di rumah, dia melihat motor Fathur sudah terparkir rapi di depan rumah begitu pun dengan mobil orang tua nya.
"Hah? Mama papa ada di sini?" Rina segera turun dari ojek, tak lupa dia membayar ongkos ojek.
Rina ngibrit lari masuk ke dalam rumah, terlihat Fathur yang sedang berbincang dengan orang tua nya.
"Eh Rina udah pulang nak? Kenapa pulang nya lambat sayang?" tanya Ratna saat Rina menyalimi tangannya.
"Iya mah, tadi ada kegiatan." Rina duduk di sebelah Fathur, dia ingin pura-pura akrab dengan Fathur.
"Wah sudah akrab kalian ya?" tanya Banyu ayah Rina.
"Ehehe iya pah," Rina merangkul Fathur. Fathur terlonjak kaget saat tangan Rina sudah ada di punggung nya.
"Apaan sih!" bisik Fathur di telinga Rina.
"Bantu gue, kita pura-pura deket!"
"Ogah!" Fathur melepas tangan Rina dari punggung nya, Rina pura-pura tertawa agar orang tuanya tidak curiga.
"Pegel mah," hal ini dia lakukan agar mama dan papanya tidak kepikiran mengenai dirinya.
__ADS_1
"Rina, mulai besok kamu sudah sekolah di sekolah Fathur. Mama sama papa sudah urus surat pindah kamu."
"APA?" Rina dan Fathur kaget bersamaan, mereka saling tatap.