
*-*-*
"Anjing gue kesiangan!" Fathur bangkit dari tempat tidur, berhubung di rumah itu hanya ada satu kamar mandi, Fathur segera berlari keluar kamar dengan membawa sehelai handuk.
"WOI GUE DULUAN!" Rina ikut berlari di sebelah Fathur.
"Enak aja lo!" Fathur mempercepat lariannya begitu pula dengan Rina.
Mereka tiba bersama-sama di depan pintu kamar mandi. "Gue duluan!"
"Enggak, gue duluan!" Meraka saling dorong di depan kamar mandi.
"Gimana kalo masuknya barengan aja?" celetuk Fathur.
"Gila lo? Gak akan!" Rina segera menyelip dan masuk ke dalam kamar mandi, tak lupa sebelum masuk dia menjulurkan lidahnya tanda mengejek kepada Fathur.
"Bangsat!" Umpat Fathur yakin dia akan terlambat hari ini. Bagaimana bisa seorang ketua OSIS yang harusnya memberikan contoh yang baik kepada teman-teman nya malah datang terlambat ke sekolah dan memberikan contoh buruk.
"Buruan woi!" Fathur menggedor-gedor pintu kamar mandi tapi tak di hiraukan oleh Rina. Setelah selesai, Rina keluar dengan hanya menggunakan handuk putih seidikit di atas lutut. "Lama lo!" Fathur segera masuk ke kamar mandi.
Karena terburu-buru, mereka tidak sempat sarapan, dan yang paling parahnya lagi, mereka salah mengambil tas sekolah (tas milik Rina di bawa oleh Fathur begitupun sebaliknya)
Rina ke sekolah dengan menaiki ojek, jarak rumah barunya ke sekolah lebih dekat ketimbang rumah orang tua nya. Sejauh ini Rina belum sadar kalau dia salah mengambil tas.
Sementara Fathur, juga sudah berangkat menggunakan motor Vario 125 kesayangan nya. Fathur mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, karena dia tau sebentar lagi bel masuk bunyi. Beruntung Fathur masih bisa datang tepat waktu.
Fathur jalan menuju kelas nya seperti biasa, dia jalan dengan gagah, cool, keren. Banyak mata yang memandang nya kemudian di susul oleh gelak tawa, Fathur belum menyadari apa yang terjadi.
"Woi bro, tumben lo datang lambat." Sapa Martin teman dekat Fathur.
"Iya nih gue ke siangan, si babu tu gak bisa bangun pagi." jawab Fathur dengan anda dingin dan terkesan kesal.
"Babu?" Martin sadar tas yang ada di gendongan Fathur berbeda dari biasanya. "Baru tau gue lo suka warna pink," ejek Martin menahan tawa.
"Pink?" Fathur mengangkat sebelah alisnya, kemudian melihat tas gendong yang ada di punggung nya. Seketika mata nya membola, Fathur memukul jidat nya karena salah ambil tas.
__ADS_1
Di sisi lain, Rina juga baru sadar kalau dia salah membawa tas, hal itu ia sadari ketika teman-teman nya mengatai nya tas baru, tas baru. Rina akhirnya memeriksa tas nya, dan ternyata dia salah bawa tas.
"Anjing! Gue salah bawa tas." Pekik Fathur dan Rina secara bersamaan di tempat yang berbeda.
Setelah upacara selesai, Fathur kembali ke kelas nya, dia ingat betul memasukkan ponselnya di dalam tas, tas yang saat ini ada pada Rina begitupun sebaliknya Rina juga menyimpan ponsel nya di dalam tas miliknya yang ada pada Fathur. Ponsel keduanya sama-sama di beri kata sandi.
"Tur," panggil Martin.
Fathur menoleh dengan muka-muka kesal, "apaan?"
"Gue liat pr lo ya? Pr yang waktu itu lo kerjain di sekolah sebelum pulang."
"Pr?" Fathur memukul jidat nya, "sial gue salah bawa tas dan buku gue ada di tas gue yang biasa gue pake."
"Hadeh siap-siap aja pak ketua OSIS, turun image lo di mata anak-anak. Ketua OSIS SMA 17 di jemur di tiang bendera karena tidak mengerjakan tugas."
Fathur menghela nafas pasrah, sungguh sial hidupnya semenjak memasuki usia ke 17 tahun.
Guru yang mengajar biologi hari ini sudah masuk di dalam kelas. "Kumpulkan tugas yang saya berikan munggu lalu."
"Anjing, sialan." umpat Rina, gadis itu sudah keringat dingin.
"Rin ayo kumpulin, lo udah kan? Kita waktu itu kerja sama-sama." ucap Ella teman dekat Rina.
"El, gue salah bawa buku."
"Siapa lagi yang belum kumpul?" tanya Bu Rafika selaku guru biologi.
Ella dengan panik segera mengantarkan bukunya, karena rencananya mereka akan memeriksa soal itu sama-sama, maksud nya dengan menukar buku masing-masing (sistem acak)
"Sesuai yang saya bilang minggu lalu, kalo ada yang tidak mengumpulkan tugas maka hukumnya akan di jemur selama jam pelajaran saya."
__ADS_1
Rina mengangkat tangan nya, "Bu, saya salah bawa buku." ucapnya dengan kaku.
"Alasan, kamu ini ketua OSIS! Seharusnya bisa memberikan contoh yang baik! Sekarang berdiri di depan tiang bendera sampe jam pelajaran saya habis!"
Rina memejamkan matanya sejenak, sebelum akhirnya berjalan keluar kelas. "Fathur sialan!"
Dan nyatanya kedua pengantin baru itu sama-sama di jemur di lapangan karena tidak mengumpulkan tugas.
...•••...
Setibanya di rumah, Rina marah-marah kepada Fathur, gadis itu melimpahkan semua kesalahan kepada suaminya. Dan Fathur tentu tak terima, mereka berdebat singkat sebelum akhirnya Fathur mengalah. "Iya deh perempuan selalu benar." ucap Fathur mengalah.
Rina masih sinis kepada Fathur, padahal dia juga salah karena tidak memperhatikan tas nya. Hari ini Rina tidak bertemu dengan Zaki, untung nya crush Rina itu tidak masuk sekolah, karena kalau Zaki ada pasti dia akan malu berat di hukum berdiri di depan tiang bendera. Begitu pun dengan Fathur, beruntung Margin tidak membuat onar hari ini, jika iya, maka tanduknya akan naik menjadi 4.
Fathur duduk di sofa dengan tangan terlentang, dia lelah seharian di hukum karena tidak membawa buku yang benar.
"Pokoknya mulai hari ini, tempat barang-barang kita harus pisah! Gue gak mau hal ini kejadian lagi."
Rina ikut duduk di sofa, "gue pengen pulang."
"Pulang aja," ucap Fathur enteng.
Rina melirik sinis Fathur, "enteng banget mulut lo bicara."
Fathur tak menggubris, dia memejamkan mata nya berniat untuk tidur. Rina penasaran di sekolah mana Fathur bersekolah karena ada beberapa SMA di sana.
"Woi, lo sekolah di mana?"
"Kepo."
"Anjing." umat Rina, "suami gak guna."
Lagi-lagi ocehan Rina tidak di perdulikan oleh Fathur. Lelaki itu masih berfikir betapa anehnya orang tua mereka memilih jalan pernikahan agar menjauhkan anaknya dari perbuatan zina.
Rina kembali memandangi Fathur, dia baru sadar adanya logo di seragam putih suami nya. "Gila, lo sekolah di SMA 17? Wah debak, setau gue anak SMA 17 sama 18 itu gak akur ya? Wah kenapa gue harus dapet suami lo sih? Anak SMA 17?"
__ADS_1
"Bisa diem gak? Cerewet banget!"