
Fatur tidak perduli, dia terus melayangkan tinjunya pada samsak keras. Fatur merasa harus lebih kuat dari Zaki.
Martin memperhatikan tubuh atletis Fatur. Tubuh bugar yang di penuhi keringat terlihat sangat menawan.
"Gue penasaran, siapa cewek yang buat lo jadi gini tur." ucapan Martin berhasil menghentikan aktivitas Fatur.
Fatur berhenti meninju samsak dan duduk di sebelah Martin. "Rencananya besok gue mau nembak dia jadi pacar gue."
"Bagus, siapa sih?"
"Kepo!"
Martin menyodorkan air aqua kepada Fatur. Fatur mengambil nya lalu gleg.. gleg.. gleg.. dia meneguk habis air tersebut.
"Good luck bro. Gue yakin bakal di terima! Cewek mana coba yang gak mau sama cowok se-sempurna lo."
---
Ke-esokan hari nya.
Seperti biasa Fatur berangkat bersama Rina, dan menurunkan Rina di tempat biasa.
Rina berjalan kaki masuk ke area sekolah nya. Dia di sambut ramah oleh pak Jaja si satpam sekolah.
"Rina."
Mendengar itu Rina menghentikan langkahnya dan berbalik ke belakang. Ternyata yang memanggilnya adalah Zaki.
Zaki jalan di sebelah Rina, Rina tampak pendek di sebelah Zaki. Mereka jalan beriringan hingga tiba di kelas dan berpisah ke bangku masing-masing.
"Tur tugas halaman 38 udah lo kerjain?" tanya Martin.
"Udah, liat aja, bukunya ada di tas warna biru."
Martin mengambil buku tugas Fatur lalu menyalin tugas nya. Sementara Rina hanya diam dan tak sadar sedang di perhatikan dari jauh oleh Zaki.
"Gaes, hari ini kita jam kos. Guru-guru pada rapat bahas masalah event yang bakal di adain lusa."
"Alhamdulillah."
"Tapi jangan seneng dulu, ingat jam kos bukan berarti gak ada tugas."
"Anjir.."
Fatur selaku ketua kelas mengambil buku paket di lemari. "Kata Bu Beti kita di suruh nyatet dari halaman 36 sampe halaman 41."
__ADS_1
"Anjir sialan pembunuhan!"
"Banyak banget gilaaa!!"
Fatur kembali membagikan buku paket nya. "Berhubung buku nya kurang satu, jadi ada yang berdua." ucap Fatur seraya meletakkan buku Fatur di tempat Cilla.
"Biar gue berdua sama Rina." Zaki menawarkan diri kemudian beranjak membawa kursinya ke meja Rina.
Margin nampak tak senang, kenapa Zaki lebih memilih Rina? Padahal dia ada di sebelah nya dan memiliki sebuah buku.
Zaki menunjukkan bukunya yang masih kosong di hadapan Rina membuat perempuan itu membelalak syok.
"Rin pinjem pulpen dong." Zaki sengaja meninggalkan pulpennya agar bisa meminjam pulpen dari Rina.
Rina membuka tempat pensil nya dan mengeluarkan sebuah pulpen bertinta hitam. "Nih tapi nanti di balikin!"
"Asikk." Zaki mengambilnya dengan gembira.
Zaki mulai menulis dengan tulisan yang amburadul. "Heh, orang nulis dari awal bab satu! Ini langsung bab tiga." omel Rina.
"Suka-suka gue lah, buku-buku gue." Zaki tetap menulis.
Rina menggeleng lalu ikut menulis, dia satu buku berdua dengan Zaki. Hal itu tidak lepas dari perhatian Margin dan Fatur.
Jam istirahat, Fatur menarik Rina ke rooftop sekolah. Fatur ingin latihan menembak cewek dengan Rina.
"Iya-iya bawel."
Fatur mengeluarkan kotak berisi kalung, dia berjongkok dengan keren di depan Rina. "Udah lama gue suka sama lo, mau gak mau lo harus jadi pacar gue!"
"Anjir pemaksaan banget." omel Rina. "Kesan nya maksa kalo gitu."
"Terus gue harus gimana?"
"Yang lebih romantis!"
"Gue gak bisa romantis!"
"Hadeh goblok banget. Pinternya di pelajaran doang."
"Ajari makanya!"
"Belum ada cowok yang nyatain perasaan nya ke gue. Tapi gue udah nonton di dalam drama, banyak versi nembak cewek. Simpel nya gini aja. 'Gue udah lama merhatiin lo dari jauh, gak usah pdkt an. Mau gak jadi pacar gue?"
"Oh gitu, oke paham gue. Ayok."
__ADS_1
"Sekarang?"
"Iya."
Rina dan Fatur jalan bersama turun dari atap gedung. "Inget! Tatapannya harus penuh cinta." perintah Rina.
Mereka tiba di kerumunan, Rina dan Fatur heran kenapa teman-teman nya pada berkerumun.
"GUE SUKA SAMA LO!"
Deg! Perkataan itu mematahkan hati Fatur. Margin baru saja confes kepada Zaki di depan semua teman kelas.
Zaki sendiri masih diam mematung di depan Margin di tengah-tengah kerumunan. Dia melihat Rina berdiri di sebelah Fatur. Zaki jalan ke arah Rina, menarik pergelangan gadis itu lalu membawanya ke tengah-tengah kerumunan.
"Maaf tapi gue suka nya sama Rina."
Semuanya tercengang melihat drama cinta segitiga ini. Sementara Rina melongo nampak bingung dan belum konek dengan yang terjadi. Rina belum tau kalau orang yang mau di ajak pacaran oleh Fatur adalah Margin.
Berhubung Fatur bermusuhan dengan Zaki, dia tentu tidak rela jika Zaki mendapatkan apa yang dia mau dengan mudah. Fatur melirik Margin, wajah margin nampak kecewa.
Fatur membelah kerumunan, dia memegang pergelangan tangan Margin lalu membawanya pergi dari sana.
Fatur membawa Margin ke tempat yang sepi, dia membiarkan gadis itu menangis di bahunya. Padahal hatinya juga sakit dan butuh bahu untuk bersandar.
Fatur mengurungkan niatnya untuk menembak Margin. Seperti nya dia tidak akan melakukan hal itu dalam waktu dekat.
Sementara Rina masih bengong di tengah-tengah kerumunan bersama Zaki. Teman-teman nya juga kaget dan tidak menyangka kalau Zaki suka kepada Rina.
"Maafin gue, tapi gue gak bisa nyembunyiin perasaan gue."
Rina senyum pasrah dengan mimik wajah sulit di artikan. Para raders juga tau kan siapa yang Rina suka? Ya namanya memang Zaki, tapi bukan Zaki yang ini.
---
Sepulang sekolah seperti biasa Rina pulang bersama Fatur. Hari ini Fatur memutuskan untuk tidak latihan dulu, hati nya patah. Pertama kali jatuh cinta langsung NT.
Rina heran melihat wajah murung Fatur. Setibanya di dalam rumah, Rina berinisiatif memeluk Fatur. Rina mengelus punggung lebar Fatur. "Gapapa, gak semua hal harus terbalaskan begitu juga sama perasaan."
Fatur yang dari tadi berpura-pura biasa saja akhirnya menangis juga di pelukan Rina. "Dulu gue benci banget sama Margin, tapi sekarang gue cinta sama dia."
Mata Rina membola, dia tidak menyangka kalau perempuan yang di sukai oleh Fatur adalah Margin. Sangat rumit kisah percintaan ini, seakan berantai yang tiada habis nya.
"Em Margin kan cintanya bertepuk sebelah tangan juga nih. Kenapa lo gak coba ambil hati dia?" ucapan Rina membuat pelukan Fatur mengendur.
Apa yang di katakan Rina ada benarnya. Zaki laki-laki yang di sukai oleh Margin, terang-terangan mengatakan suka kepada Rina. Jadi masih ada kesempatan baginya merebut hati Margin.
__ADS_1
"Jangan jadi orang lain! Walau suka, lo harus tetep jadi diri sendiri! Semangat merjuangin cinta nyaa!!!!! Anggap aja kita gak pernah nikah!!"