Fight Robot

Fight Robot
Bab 9 – Mencoba Kabur


__ADS_3

Ketika Jack mengayunkan pedangnya, seseorang melemparnya dengan batu dan mengenai tubuhnya Jack. Ia pun langsung menoleh kea rah lemparan tersebut tapi tidak melihat siapapun. Jack pun menurunkan pedangnya dan berjalan ke arah batu tersebut dilempar. Tetapi Jack tidak menemukan siapapun.


“Siapapun itu keluarlah” teriak Jack.


Tidak ada respon sama sekali. Jack pun kembali ke tempat Rais masih tergeletak dan sekali lagi ia menodongkan pedang itu ke ke wajahnya.


“Dimana chip itu berada?” tanya Jack.


Rais menjawab dengan menggelengkan kepalanya yang mengatakan bahwa ia juga tidak tau. “Ck.. Apa-apaan ini? Radar ini menunjukkan kalau benda itu ada disini” ucap Jack menurunkan pedangnya. Rais langsung mengambil napas lega, tapi hanya sesaat pedang itu kembali ke depan wajahnya lagi


“Kau berbohong padaku” ucap Jack dengan senyum menyeringai.


Aman pun melempar batu kembali ke arah Jack dan langsung merangkak cepat ke arah yang berlainan. Kali ini Jack dibuat geram dan menggetarkan giginya. Saking kesalnya, Jack mengayunkan pedangnya ke kiri dan ke kanan sehingga semak-semak yang berada di belakang nya terpotong dan tidak ada tempat bersembunyi.


“Baiklah. Jika itu yang kau tidak menunjukkan wujud mu, aku akan membunuh anak ini” ucap Jack yang garang dan menodongkan pedangnya ke wajah Rais.


Rais yang saat itu tidak bisa menggerakkan kakinya setelah tersandung batu. Ia pun mencoba bergerak perlahan dengan menggunakan tangan nya.


“Aku harus mencari cara agar Rais bisa kabur darinya” gumam Aman. Melihat tingkah Rais yang mengesot di tanah untuk mundur, akhirnya Aman memiliki ide untuk membantunya.


Aman segera mengumpulkan beberapa batu-batu yang ada di sekitarnya lalu ia beranjak ke arah lainnya. Rais yang di todongkan sebuah pedang ke wajahnya, merasa tidak asing. Ia mencoba mengingatnya.


“Bukankah waktu bertarung melawan Don, ia menggunakan senjata seperti perisai. Lalu ini pedang siapa?” gumam Rais yang mencoba mengingatnya.


“Kalau kau tidak keluar dalam hitungan ketiga, aku akan membunuhnya” teriak Jack kepada Aman yang sedang bersembunyi.


“3.” Tidak ada sahutan dan aman masih menunggu momen yang tepat untuk keluar.


“2.” Rais mencoba mundur dengan menarik tubuhnya dengan rumput.


Jack menghentikan hitungannya. Aman yang hendak bersiap-siap tiba-tiba mendengar sesuatu dari Jack. Ia menyadari ada sesuatu yang aneh dari suatu tersebut. Dan benar saja Jack melihat radar nya berbunyi cepat menandakan kalau chip kehidupan sangat dekat dengan lokasinya saat ini.

__ADS_1


“Ha. Ternyata bener ada di sekitar sini ya” gumam Jack.


“Sepertinya aku harus menghancurkan sedikit tempat ini” ucap nya sontak membuat Rais segera bergerak cepat.


Aman yang masih bersembunyi pun merasa dalam bahaya, sehingga ia pun lari dari sekitar semak-semak dan menjauh. Jack pun melancarkan sebuah pukulan ke tanah sehingga membuat getaran yang hebat. Rais pun terseungkur begitu juga Aman yang terjatuh akibat getaran tanah.


Jack pun melihat radar nya sekali lagi dan ternyata chip tersebut berada sangat dekat dengannya. Ia melihat ke arah Rais dimana posisi chip tersebut berada di dekat dia.


Rais yang merasa berada aneh dengan tatap Jack langsung menjauh dengan darinya. Ketika menjauh dari tidak terlalu jauh ia merasakan benda yang ia cari dari tadi.


“Apakah ini chip kehidupan? Sebelum aku ketahuan olehnya, sebaiknya aku simpan dulu” gumam Rais mengambilnya sekaligus tanah yang ia genggam dan dimasukkan nya ke dalam saku celananya.


“Gimana keadaan Rais sekarang?” gumam Aman yang mencoba berdiri dan melihat keadaan sekitarnya


Ia pun kaget ketika pijakan disekitarnya sudah tidak rata, apalagi ia masih melihat Jack masih berdiri dan menoleh ke arah Rais. “Rais, apa yang kau lakukan cepat lari” gumam Aman mencoba bergerak merangkak kea rah Rais.


“Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dariku” ucap Jack


Seperti tertampar langsung. Rais yang menyadarinya langsung mempercepat laju ngesotnya. Jack pun berjalan mengikuti Rais Begitupun Aman yang mengikuti dari arah yang berbeda.


“Ayolah, nak. Jika kau sudah menemukan benda itu cepat berikan saja padaku” ucap Jack sambil berjalan santai.


Rais mendengar suara yang langkah yang begitu dekat. Ia pun mencoba mempercepatnya tapi tidak bisa. Sehingga ia disusul oleh Jack dan kembali menodongkan pedangnya.


“Sepertinya aku tidak akan main-main lagi. Serahkan benda yang kau simpan tadi” ucap Jack


“Aku ketahuan kah?” gumam Rais. Tapi saat yang bersamaan Rais mengingat pedang yang di pegang oleh Jack.


“Apakah pedang ini adalah punya Don?” ucap Rais kepada Jack.


“Hahaha” Jack tertawa bahwa Rais memiliki hubungan dengan Don.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan, Rais? Jika kau bertanya seperti itu kau akan tidak akan selamat” gumam Aman yang mendengarnya.


Mendengar Rais bertanya seperti itu membuat Aman membuat pergerakan cepat untuk membantu Rais melarikan diri.


“Jadi kau tau The Robot ya?”  ucap Jack sambil tersenyum.


“Astaga kenapa aku bertanya kepadanya. Habislah” gumam Rais.


“Setidaknya aku semakin yakin untuk membunuhmu. Tapi sebelum itu” ucapan Jack berhenti sejenak. “Lebih baik kau panggilkan temanmu yang sedang bersembunyi dibalik semak-semak di sana” ucap Jack lagi dengan menunjuk ke arah Aman bersembunyi.


“Kenapa dia bisa tau kalau aku bersembunyi disini? Sial” gumam Aman yang masih berusaha bersembunyi dan Rais melihat ke semak-semak tersebut.


“Jika kau mau menyelamatkan teman mu, maka keluarlah dari sana” teriak Jack yang memegang Rais dan menodongkan pedang tersebut ke lehernya


Aman pun bergerak ke arah yang lain dan mencari cara untuk menipunya. Ketika Jack melihat ke arah dimana Aman bersembunyi sebelumnya, ia mendapat lemparan dari arah belakang. Jack pun balik kanan, dan tidak ada siapa-siapa di sana.


Selanjutnya ia mendapat lemparan lagi dari kiri. Kali ini kesabaran Jack telah habis. “Baiklah jika itu yang kau mau. Aku akan membunuhnya. Haaaa” teriak Jack yang mencoba menebas tapi sayang sekali dia mendapat lemparan tanah dari belakang. Karena Jack semakin kesal ia melepaskan Rais dan mengejar Aman dengan cepat.


“Dapat kau” ucap Jack menangkap dan mencekik lehernya.


“Aman” ucap Rais yang merasa kaki sudah bisa digerakkan. Ia pun segera menyusul dimasa Aman ditemukan oleh Jack


“Cepat lari dari sini Rais” ucap Aman yang menahan tangan Jack agar tidak terlalu tercekik. Rais yang melihatnya langsung membantu Aman dengan melempar batu yang ada di sekitarnya.


“Nampaknya kalian berdua harus mati, karena telah membuat ku kesal. Dan aku tidak ingin bermain-main dengan kalian” seketika Jack mengayunkan pedangnya sehingga membuat anging yang begitu kuat. Rais dan Aman terhempas membuat mereka tidak bisa bergerak karena kesakitan.


“Baiklah anak-anak. Kelihatannya waktu bermain sudah habis” ucap Jack yang mengayunkan pedangnya ke arah Rais. Tiba-tiba saja…


Mohon maaf apabila ada kata atau kalimat yang kurang sesuai, dan jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar agar kedepannya cerita ini bisa lebih menarik dan seru. dan saya mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya.


Muhrialis

__ADS_1


__ADS_2