Fight Robot

Fight Robot
Bab 8 – Akhir dan Terdeteksi


__ADS_3

“Jangan sekali-kali kau membuatku marah The Robot. Kau sudah membuatku marah. Kali ini aku akan membunuhmu. Aaaaaaa….” ucap Jack yang maju lurus dengan cepat. Don yang berdiri pun kaget melihat serangan lurus tidak bergerak dan berkonsetrasi.


“Kali ini aku akan mengalahkanmu, Jack. Ini mungkin akan menjadi serangan ku yang pertama bagimu” gumam Don yang mengangkat pedangnya ke atas lalu turun ke bawah seperti menebas. Saat Don hendak menebas Jack, disaat yang sama pula chip kehidupan yang dipegang oleh Rais menyala kembali.


***


Rais dan Aman merasa kaget melihat benda tersebut menyala kembali dan kali ini tidak redup. Rais dan Aman panik dan mereka pun berlari lagi dengan membawa chip kehidupan.


“Gimana ini Aman? Chip nya tidak redup sama sekali” ucap Rais.


“Kalau begitu kenapa tidak kau buang saja chip itu. Kalau tidak kita akan jadi target musuhnya si Don” sahut Aman.


“Tapi kita disuruh untuk menyalakan chip ini kembali agar dia tidak mengganggu kita lagi” jawab Rais


Dari jauh mereka masih mendengar suara benturan senjata disertai ledakan. Aman yang merasa tidak was-was terus mengajak Rais berlari. Rais yang tidak kuat berlari pun menjatuhkan chip kehidupan yang masuk ke semak-semak.


Tiba-tiba saja chip tersebut redup ketika lepas dari kabel yang masih tersambung dengan aki motor. Rais pun memberhentikan lajunya dan mencoba mencari benda itu. Aman pun berhenti melihat Rais yang mencari sesuatu ke semak-semak.


“Apa yang kau cari Rais? Kita sudah tidak ada waktu lagi” ucap Aman.


“Aku menjatuhkan benda itu, tapi cahaya nya redup lagi ketika lepas dari ini” jawab Rais menunjukkan kabel.


“Aaarrggghhh. Baiklah kita cari sebentar. Jika tidak ketemu kita tinggalkan saja, Oke?” ucap Aman yang sudah mulai kesal.


Mereka mencari benda itu bersama-sama. Yang mereka takutkan jika Benda tersebut masih menyala dan tertangkap oleh radar dari Jack, maka dapat dipastikan mereka bakal ditemukan. Dan benar saja benda tersebut masih menyala hanya saja tidak sepenuhnya mati.


“Hadeuh. Gimana ini? Jika Don berhasil mengalahkannya dan kita kembali dengan menghilangkan benda ini, pasti dia akan..” ucapan Rais juga didengar oleh Aman dan mereka membayangkan jika mereka berdua akan dibunuh.


“Jangan pikirkan yang aneh-aneh dulu, Rais” ucap Aman menurunkan volume suaranya

__ADS_1


“Oke. Kita fokuskan mencari benda itu dulu” sahut Rais. Mereka pun mulai mencari kembali.


***


Jack dan Don saling beradu kekuatan sehingga membuat suara yang hebat. Don menahan dengan pedangnya dan sisa tenaga yang dia miliki. Jack yang mengeluarkan kekuatan dari chip kehidupan pun merasa belum cukup hingga terpaksa mengeluarkan paksa kekuatan chip kehidupan.


“Jack hentikan jika kau mengeluarkan semua kekuatan chip kehidupan, chip tersebut akan melahapmu” ucap Don yang memperingatkan Jack.


“Aaaaaaa… kau mau memperingati aku! Aku bahkan tidak peduli. Sekarang yang aku mau kau memberikan chip itu padaku. Hahahahahaha..!” ucap Jack menyeringai.


“Kau sudah gila, Jack. Aku tidak akan bertahan lebih lama dari ini. Aku mohon cepat pergi dari kota ini, Rais” gumam Don yang seketika mundur secara perlahan.


Benturan kekuatan semakin kuat hingga pohon-pohon yang berada disekelilingnya pun ada yang terbang dan ada yang tumbang. Kekuatan chip kehidupan Jack semakin lama semakin kuat, sehingga Jack yang melihat don mundur perlahan tersenyum menyeringai dan semakin cepat mendorong mundur Don.


Don merasa tidak kuat dan melihat pedangnya masih bertahan dengan cahayanya yang tidak redup. Don yang sudah tidak kuat mengeluarkan darah dari mulutnya dan tubuhnya tidak mampu untuk bertahan lagi.


Hingga akhirnya pedangnya terlempar dan tubuhnya pun terdorong sangat jauh. “Huft huft huft!” Jack sesak napas.


“Tapi aku cukup puas kali ini, hingga aku mengetahui sampai mana kemampuan chip kehidupan yang ku miliki. Aku akan menjadi sangat kuat jika mencapai level terkuatnya. Hahaha..” ucap Jack lagi.


Don akhirnya tumbang dan tergeletak tak berdaya. Setelah pertarungannya dengan Jack yang kedua akhirnya dia pun kalah. Padahal sebelumnya ia mengalahkan beberapa pasukan dari Jack bisa dibilang cukup kuat.


“Aku tidak percaya, kalau chip kehidupan yang dia berikan ternyata palsu. Tapi kenapa bentuknya sangat mirip dengan chip kehidupan yang dia miliki” gumam Jack.


Setelah itu ia mengingat bahwa ada chip kehidupan lain yang ada di sekitarnya. Ia pun melihat radarnya dan benar saja jaraknya tidak terlalu jauh dari posisinya saat ini. “Hemm. Jika aku tidak dapat memiliki chip kehidupanmu maka aku akan mendapatkan chip kehidupan lain yang ada disekitar sini. Setidaknya aku akan membawa pedang ini sebagai bukti kalau aku telah mengalahkan mu” ucap Jack kepada Don yang sudah tidak berdaya.


Jack pun terbang dengan armor pelindungnya menuju titik chip kehidupan yang berada di radarnya.


***

__ADS_1


Setelah pertarungan Jack dan Don berakhir, Rais dan Aman masih mencari benda tersebut. “Aduh. Sepertinya kita tidak akan menemukannya lagi Rais” Ucap Aman yang sudah menyerah. Tapi Rais masih terus mencari benda tersebut.


“Hey, Rais. Apakah kau tidak mendengarkan ku? Sudah kita biarkan saja benda itu. Kenapa kau sangat peduli dengannya?” ucap Aman lagi.


“Aman, aku mencarinya agar dia bisa bertarung melindungi apa yang dia miliki” jawab Rais.


“Ha. Aku tidak mengerti apa yang kau maksud” ucap Aman yang merasa bingung.


“Don itu sedang melindungi chip ini dari kejaran musuh yang ingin mengambilnya” ucap Rais.


“Dan apa hubungannya denganmu, dan kenapa kita harus membantunya?” tanya Aman


“Aku membantu karena kita ada kaitannya dengan dia. Di situasi sekarang, kita dalam bahaya” ucap Rais sambil mencari benda tersebut.


“Aku semakin tidak paham apa maksudmu, Rais” ucap Aman.


Aman merasa capek sampai duduk di atas rerumputan, tiba-tiba mendengar suara seperti pesawat yang semakin lama semakin dekat. Aman berpikir kalau itu adalah musuhnya Don. Ia pun memanggil Rais dan mengajaknya untuk bersembunyi di balik semak-semak tapi Rais tidak mendengar panggilan Aman.


Aman terpaksa bersembunyi sendirian. Dan yang terjadi adalah kenyataan bahwa musuhnya Don yang datang ke lokasinya Rais dan Aman. Jack melihat Rais yang sepertinya mencari sesuatu dan langsung menghampirinya sekaligus ia menyembunyikan armor Nya ke dalam chip kehidupan.


Ketika Jack menghampirinya, Rais menghadap ke belakang. Dia kaget bahwa yang menghampirinya bukan Aman melainkan Jack. “Sedang mencari apa kau nak?” ucap Jack menyeringai.


“Haaaaaa..” teriak Rais lari menjauh dari Jack dan ia merasa senang sekali melihat orang lain ketakutan.


Seketika Jack membuat Rais tersungkur ke tanah akibat batu. Jack pun menghampirinya lagi tapi kali ini ia memegang pedang Don untuk membunuh Rais dan menodongkan nya ke lehernya.


“Sepertinya kau mencari chip kehidupan juga. Aku tidak akan berlama-lama kali ini” ucap Jack yang mulai mengayunkan pedangnya


Mohon maaf apabila ada kata atau kalimat yang kurang sesuai, dan jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar agar kedepannya cerita ini bisa lebih menarik dan seru. dan saya mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya.

__ADS_1


Muhrialis


__ADS_2