Fight Robot

Fight Robot
Bab 15 - Memberi Peringatan


__ADS_3

"Untuk sementara jangan dulu. Apa kalian mau kejadian malam itu terulang lagi? Kalian yang menyalakan chip itu. Meskipun sementara tapi tetap terdeteksi oleh Jack" ucap Don. Rais dan Aman akhirnya mengurungkan niat. "Untuk sementara kita jangan melakukan pergerakkan yang aneh dulu. Karena sejak mati nya Jack, mereka pasti mulai bergerak" ucap Don lagi yang melihat ke arah langit di sore menjelang malam.


"Hey. Apa ada yang melihat Jack? Dimana dia sekarang?" ucap seseorang. "Yang aku tau dia sudah pergi dua hari lalu mengambil chip kehidupan lain nya. Aku rasa sampai sekarang ia masih bertarung dengan orang itu" ucap seseorang yang lainnya. "Orang itu ya" sahut nya dengan senyum menyeringai...


***


Malam itu mereka istirahat dengan tenang, tapi tidak untuk Rais. Ia merasa selalu terganggu dengan letak chip kehidupan itu. "Apa aku harus bertanya dengan nya lagi?" gumam Rais. Rais yang saat itu masih bangun melihat Don tidur dengan posisi duduk dan posisi pedang berada di sebelah nya


"Aku seperti meminjam kekuatan dia. Tapi malah kekuatan nya yang memilih ku. Apa ini tidak apa-apa?" gumam Rais. Ia pun mencoba istirahat dan mencoba melupakan kejadian malam itu. Saat ia tertidur, Ia melihat sekelilingnya putih. "Apa? Aku kembali lagi ke sini?" ucap Rais dan di depan nya sudah ada bola. Biasa nya ia sendiri yang mengejar bola itu, tapi kali ini bola itu sudah ada di depan nya.


Bola itu pun mengeluarkan Aura nya. "Hai nak!" ucap suara dari bola itu. "Ada apa ini? Tiba-tiba saja aku sudah ada di tempat ini" di sahut oleh Rais yang merasa bingung. "Aku membawa mu kemari karena ada sesuatu yang harus ku sampaikan" ucap suara bola itu. "Apa itu?" sahut Rais tanya Rais penasaran.


"Apa teman mu masih menyimpan chip kehidupan itu?" tanya suara dari Bola itu. "Iya!" jawab Rais singkat. "Sebaiknya kau segera berhati-hati. Karena akan ada seseorang yang akan datang ke planet ini untuk mencari musuh yang telah kau kalahkan" ucap suara dari bola itu. "Apakah mereka sudah mengetahui kalau Jack telah mati?" tanya Rais.

__ADS_1


"Sepertinya belum. Tapi aku harap kau segera memberitahukan ke teman mu itu. Kalau tidak dia tidak akan selamat" ucap Suara dari bola itu. "Baiklah!" sahut Rais. "Tapi sebelum itu, aku ingin menanyakan sesuatu padamu" ucap Rais.


"Apa yang ingin kau tanyakan sebelum aku harus mengembalikan kesadaran mu?" sahut suara bola itu. "Sampai sekarang ini masih jadi pertanyaan di kepala ku. Kenapa kau memilih ku?" tanya Rais dengan wajah yang serius.


"Nanti akan aku beritahu jawaban nya. Untuk sekarang aku tidak akan menjawab pertanyaan mu" ucap Suara dari bola itu. "Kenapa kau tidak mau menjawab nya? Kenapa?" tanya Rais lagi yang membuat ia terus memikirkan pertanyaan tersebut. Tapi malah bola itu diam sementara dan berkata "Aku akan mengembalikan mu" ucap suara dari bola itu.


Rais hanya bisa pasrah dan menunggu jawab nya. "Baiklah" ucap Rais. Seketika Rais menutup mata nya. Ia pun terbangun dari tidur nya. Ia masih merasa itu bukan mimpi karena mereka telah bertemu sebelum nya. Hari itu adalah hari libur sekolah Rais dan Aman.


Aman memiliki sebuah ide. "Aku ingin kita membuat sebuah ruangan seperti markas kita" ucap nya. "Apa kau masih menganggap ini permainan setelah apa yang terjadi, Aman?" ucap Rais sedikit keras. "Bukan seperti itu, Rais. Hanya saja kita juga harus butuh tempat agar kita bertiga bisa berdiskusi. Kita juga tidak boleh terlalu lama di kamar mu dan juga tidak boleh ketahuan oleh orang tua mu juga" ucap Aman memberikan solusi.


Rais yang berada di ruang tamu bersama Don dan Aman, membuka pembicaraan. "Aman, apa kau menyimpan chip itu dengan baik?" tanya Rais. "Iya, Masih ada pada ku" jawab Aman sekaligus menunjukkan nya. "Tadi malam aku berbicara lagi dengan nya" ucap Rais.


"Siapa maksud mu, Rais?" tanya Aman. Don yang mendengar nya ikut bertanya. "Apa yang dia katakan?" tanya Don. Rais pun diam dan ragu-ragu memberitahukan nya. "Maksud nya dengan siapa dia berbicara, Don? tanya Aman yang tidak paham. "Dia berbicara pada aura di dalam chip kehidupan" ucap Don.

__ADS_1


"Tadi malam aku kira itu hanya mimpi biasa. Tapi ia memanggil ku ingin memberi peringatan bahwa akan ada seseorang yang datang ke planet ini" ucap Aman. "Siapa yang datang? Alien atau Makhluk luar angkasa atau.." ucapan Aman terpotong oleh Rais. "Bukan itu tapi mereka mencari keberadaan Jack" ucap Rais lagi.


Aman yang tadi nya ingin membuat suatu candaan, mendengar kalau peringatan itu membuat nya sedikit cemas. "Apa dia mengincar benda ini?" ucap Aman menunjukkan chip kehidupan yang dia pegang. "Kemungkinan mereka tidak akan mencari chip kehidupan milik Jack. Tapi seperti nya mereka mencari Jack karena kehilangan kontak dengan nya" ucap Don.


"Tapi bagaimana yang terjadi malah sebaliknya? atau kedua nya sekaligus" ucap Aman. Don sedikit panik mendengar perkataan Aman. "Ada kemungkinan mereka tau dimana keberadaan ku sekarang" gumam Don. "Baiklah. Sepertinya kita membutuhkan sebuah ruangan untuk kita berdiskusi" ucap Don.


Rais pun menunjukkan sebuah ruangan yang letak nya berada tidak jauh dari rumah nya, tapi memiliki ruangan bawah tanah. "Sepertinya kita akan sibuk hari ini" ucap Rais. Aman pun kelihatan semangat. Mereka membersihkan ruangan tersebut dan merapikan nya. "Ini seperti di film-film yang pernah aku lihat. Tapi sayang nya kita tidak punya layar untuk mengecek musuh" ucap Aman.


"Sebenarnya kita sudah memiliki nya tapi untuk saat ini kita tidak menggunakan nya dulu. Karena kita akan ketahuan jika menyalakan nya" ucap Don. Aman dan Rais pun mengerti perkataan Don. Setelah selesai mereka pun keluar dari ruangan itu dan mengunci nya.


Saat itu Aman tidak menyadari kalau chip kehidupan yang di simpan di dalam saku nya menyala sangat redup. Sehingga membuatnya terdeteksi oleh kapal luar angkasa yang sedang menuju ke planet bumi.


"Hey, Aker. Aku menemukan sesuatu" ucap seseorang yang memantau radar dari kapal luar angkasa tersebut. Aker pun datang dan melihat kalau ada dua chip kehidupan di tempat yang sama. "Aku akan memberitahukan dulu kepada ketua" ucap Aker menuju ke ruangan ketua.

__ADS_1


"Ketua kita menemukan dua chip kehidupan di satu tempat" ucap Aker kepada ketua tersebut. "Hehe.. Kita langsung pergi ke sana" ucap ketua tersebut menyuruh Aker dan pasukan nya untuk segera bergerak. Ketua tersebut langsung tersenyum menyeringai.


"HEHEHEHE......"


__ADS_2