Fight Robot

Fight Robot
Bab 5 – Berpikir Mencari Cara


__ADS_3

Rais pun berpikir “Aku tidak percaya kalau chip kehidupan memiliki kekuatan. Kira-kira kekuatanya bakal seperti apa” gumam Rais yang semakin penasaran. Saking penasarannya ia pun kembali memegang chip tersebut dan memikirkan bagaimana cara untuk membuat chip ini menyala kembali.


Di satu sisi, Aman yang mendengar cerita dari Rais kalau orang berjubah sekarang berada dirumahnya. Ia pun langsung bertanya bagaimana keadaannya disana dan apa saja yang telah ia lakukan kepada temannya. Saat mereka menelpon, Rais menawarkan untuk datang ke rumahnya malam ini untuk membantunya menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Rais pun memiliki rencana untuk mengusir orang berjubah itu dari rumah nya. Aman pun segera bersiap-siap dan membawa beberapa pakaiannya.


“Ma, aku minta izin hari ini aku akan tidur di tempatnya Rais” ucap Aman kepada mamanya.


“Baiklah, kalau sudah sampai jangan lupa telpon mama ya “ ucap mamanya Aman seraya Aman mengecup punggung tangan mamanya.


“Aku pergi, ma” ucap Aman sambil melambaikan tangan


“Hati-hati di jalan ya, nak” ucap mamanya.


Aman pun langsung tancap gas menggunakan motornya. Diperjalanan Aman memikiran beberapa cara untuk mengusir orang berjubah itu dari rumahnya. “Mungkin ini akan menjadi cara yang bagus” gumamnya. Tak butuh berapa lama untuk sampai rumahnya Rais dan ia langsung memarkirkan motornya dideket gudang.


Ketika Rais yang sedang memikirkan sebuah cara, ia pun mendengar suara motor di depan rumah. Ia pun segera turun untuk menghampirinya.


“Hei, mau kemana? Ucap orang berjubah itu.


“Aku mau menjemput temanku. Aku sudah minta izin datang kesini untuk minta batuan bukan?” ucap Rais menatap orang berjubah.


Rais pun segera turun meninggalkan orang berjubah itu diruangannya. Rais pun membukakan garasi di rumah agar Aman memasukkan kendaraannya. Aman pun berbisik kepada Rais.


“Kenapa kau bilang orang itu sudah tidak mengikutimu” tanya Aman.


“sebaiknya kita masuk dulu. Nanti akan kuceritakan” ucap Rais serayamengajak temannya masuk menuju kamarnya.


Ketika Aman dan Rais berada dan membuka pintu kamarnya, Aman masih tidak percaya dan juga kaget bahwa apa yang diceritakan Rais ketika ia melihat seseorang itu benar-benar fakta dan juga ciri-ciri yang orang tersebut sama dengan orang yang dijelas oleh Rais. Aman pun mengusap matanya dan berpikir ini masih mimpi.


“Ayo masuk” ucap Rais mempersilahkan Aman untuk masuk.

__ADS_1


Rais memperkenalkan Aman dengan orang berjubah itu yang saat itu juga Rais tidak mengetahui nama dari orang berjubah itu.


“Oh iya, aku pun juga tidak mengetahui siapa namamu” ucap Rais.


“Bagaimana kau tidak mengetahui namanya? Apa kau tadi tidak berkenalan dengannya?” tanya Aman.


“Aku Don Pili”, ucap orang berjubah itu menyebutkan namanya dihadapan Rais dan Aman.


Setelah perkenalan itu, Rais menceritakan kepada Aman tentang chip kehidupan tersebut yang mirip dengan penyimpanan data HP tersebut. Aman pun melihat benda itu seakan tidak percaya dengan penjelasan dari Rais bahwa chip tersebut bisa menyala. Awalnya ia merasa tidak percaya kalau chip tersebut bisa menyala.


“Rais, apa kau yang sakit atau aku yang belum waras? Masa chip itu bisa menyala, padahal bentuknya seperti card memory external pada HP?” tanya Aman yang sedang melihat chip kehidupan tersebut.


“Aku saja masih tidak pecaya kalau chip itu bisa menyala. Tapi aku membawamu kesini ada maksud tujuan lain” ucap Rais yang saat itu memastikan Don si orang berjubah itu masih melihat kondisi diluar rumah Rais melalui jendela.


Posisi Aman dan Rais dengan pintu kamar, sedangkan Don berada menghadap jendela seperti antara utara dan selatan. Rais pun menjelaskan tujuannya kepada Aman.


“Aku tidak tau kita bisa menyelesaikan malam ini dan besok juga harus ke sekolah. Sepertinya harus malam ini kita lakukan dan kalau tidak selesai, besok kita sambung gimana?” tanya Aman kepada Rais dan itu juga didengar oleh Don.


“Baiklah kalau begitu” ucap Rais.


Rias dan Aman memulai mencari beberapa cara di internet. Mereka pun mencoba untuk membuat chip itu menyala, sampai Rais mengatakan kepada Aman untuk melakukan dengan cara tersebut.


“Aman, bagaimana kalau kita melakukan dengan cara menyalurkan listrik atau aki motormu ke chip ini” ucap Rais.


“Mungkin kita harus mencobanya. Tapi kemungkinan sukses masih belum tau apakah berhasil atau tidak” ucap Aman yang merasa tidak yakin bakal berhasil.


“Setidaknya kita bisa mencobanya” ucap Rais yang dijawab dengan anggukan dari Aman. Meskipun dengan peralatan yang seadanya, tetap melakukan dengan tujuan agar Don tersebut tidak mengganggu mereka lagi.


Disaat mereka melakukan percobaan dengan menyambungkan beberapa kabel listrik. Mereka memulai uji coba untuk menghidupkan chip tersebut dan mencolokkannya ke listrik, rumah Rais langsung padam dan disaat bersamaan chip kehidupan menyala tapi setelah itu redup kembali dan mati.

__ADS_1


Rais dan Aman sepertinya butuh daya tenaga lairan listrik yang kuat untuk menghidupkannya kembali. Walaupun berhasil untuk sementara, mereka jadi semangat setelah mengetahui cara nya dan mencoba dengan menggunakan aki motor mereka.


Don yang mendengar mereka senang, ia pun ikut senang meskipun dengan cemas ketika musuhnya mengetahui lokasinya saat ini. walaupun sementara musuh Don tersebut telah mengawasi radar miliknya dan mengetahui letak dimana chip kehidupan ini aktif.


Rais dan Aman hendak mengambil aki motor pada kendaraan yang dikendarai oleh Aman untuk dijadikan sebagai aliran energi untuk chip kehidupan. Aman pun sempat berpikir untuk kabur membawa Rais ke rumahnya.


“Rais, kita harus kabur dari sini. Sekarang adalah kesempatan kita” ucap Aman.


“Aku juga sempat berpikir begitu, tapi kita harus menyelesaikannya segera. Dan kita pergi menjauh dari dia” ucap Rais dengan keyakinannya.


Seketika Aman terpaksa mengalah, karena ia pasti sudah tidak bisa melawan ketika Rais sudah merasa yakin. Mereka pun memulai memakaian Aki motor sebagai aliran listrik yang lain dan semoga ini bisa berhasil


Don pun masih melihat sekeliling rumah jendela dan juga memantau mereka yang berpindah tempat untuk mengerjakannya. Ia melihat Rais dan Aman begitu bersemangat sampai-sampai ia lupa untuk melihat keadaan diluar.


Don pun kembali kamar Rais yang berada di atas dan melihat keadaan. Ia pun di kejutkan dengan sesuatu pohon yang bergerak dari jauh dan lokasi nya juga sangat jauh dari rumahnya Rais. Ia pun melihat terus.


“Aku harap itu hanya angina yang berhembus” gumam Don yang disaat yang bersamaan angina diluar rumah sedang berhembus kencang.


Sedangkan dilantai bawah, Rais dan Aman memulai menyusun beberapa rencana untuk bisa kabur dan meninggalkan chip kehidupan. Selagi mereka berbicara mereka dikagetkan sebuah suara dari luar yang dimana suara tersebut sangat jauh.


“Apa itu?” ucap Rais. Aman pun menggelengkan kepalanya.


Don yang meihatnya pun serasa tidak percaya. Ia pun segera turun dan memperingatkan Rais dan Aman.


“Apa yang terjadi Don?” tanya Rais. Dan TIBA-TIBA..


Mohon maaf apabila ada kata atau kalimat yang kurang sesuai, dan jika ada  kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar  agar kedepannya cerita ini bisa lebih menarik dan seru. dan saya mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya.


Muhrialis

__ADS_1


__ADS_2