Fight Robot

Fight Robot
Bab 6 – Terjadi Pertarungan


__ADS_3

Sedangkan dilantai bawah, Rais dan Aman memulai menyusun beberapa rencana untuk bisa kabur dan meninggalkan chip kehidupan. Selagi mereka berbicara mereka dikagetkan sebuah suara dari luar yang dimana suara tersebut sangat jauh.


“Apa itu?” ucap Rais. Aman pun menggelengkan kepalanya.


Don yang meihatnya pun serasa tidak percaya. Ia pun segera turun ke bawah dan memperingatkan Rais dan Aman agar segera pergi dari rumahnya.


“Apa yang terjadi Don?” tanya Rais. Dan tiba-tiba muncul sebuah robot di depan rumahnya Rais yang dilihat oleh Rais melalui jendela di ruang tamu. Yang membuat Rais dan Aman lebih tidak percaya adalah saat robot tersebut hilang dan didalamnya ada seseorang.


“Siapa itu Don?” tanya Rais disela ketakutan dan ia bersembunyi dengan Aman dengan membawa peralatannya.


“Dia adalah Jack dan juga adalah musuhku. Salah satu orang yang telah merebut kekuatan chip kehidupan dan menghancurkan planetku” ucap Don kepada Rais dan Aman.


“Dia juga memiliki armor seperti robot yang diselimuti ditubuh mereka. Dan mereka juga yang sudah mengambil chip kehidupan untuk dijual kepada pasar gelap. Mereka menggunakannya untuk berbuat yang salah. Dan ini adalah salah satu dari mereka. Sepertinya saat kalian berhasil menyalakan chip tersebut, kemungkinan besar kita langsung terdeteksi olehnya.


Sepertinya Aman tidak mengetahui apa yang terjadi, tapi Rais mengetahuinya. Don segera memberitahu mereka untuk kabur dari rumah. Rais pun mengajak Aman melalui pintu belakang yang terletak dari garasi menuju dapur. Jack masih mendengar bunyi dari radarnya, jika chip kehidupan ada di sekitar rumah ini.


Ia pun tak segan-segan untuk masuk ke rumah itu secara paksa dengan mendobrak pintu tersebut. Jack pun masuk ke dalam rumah tersebut. Don yang masih berada digarasi mencoba untuk melihat posisi jack sebelum ia memasuki ruangan dapur yang dijadikan jalur kabur untuk Rais dan Aman.


Dengan santai Jack melihat situasi dirumah itu sembari dengan tersenyum pula. Don yang melihat Jack tersenyum merasa aneh. “Kenapa ia tersenyum? Apa mungkin dia sudah mengetahuinya?” gumam Don. Sitasi ini sangat menegangkan dimana Rais dan Aman pun mencoba merangkak perlahan-lahan.


Saat hendak melangkah lebih jauh, Aman yang berada di belakang Rais menggang kakinya untuk berhenti bergerak. Saat itu Rais dan Aman yang sudah berada di dapur mendengar langkah kaki mendekati mereka. Jack melangkah ke dapur sontak membuat Don yang memperhatikannya kaget dan langsung keluar dari persembunyiannya dan mengeluarkan pedang yang masih terbalut sarung lalu menyerangnya.


Jack pun tersenyum lalu membuat perisai dari armor nya. Seketika Don pun diserang balik menggunakan perisai tesebut dan terpental keluar rumah.


“Akhirnya aku menemukanmu The Robot” ucap Jack kepada Don yang dijuluki sebagai The Robot.


“Ku kira kau terpental jauh saat kita bertarung di sana. Jadi aku bisa beristirahat sementara sampai aku tidak ditemukan” ucap Don yang mencoba berdiri.

__ADS_1


“Aku tidak akan pernah kalah darimu, Don. Sebaiknya kau menyerahkan chip itu dengan damai” ucap Jack sambil mengulurkan tangan nya.


“Aku tidak akan pernah memberikan chip itu kepadamu” ucap Don sambil memasang kuda-kuda dengan pedang yang masih terbungkus sarungnya.


Jack yang melihat pedang itu tidak keluar dari sarungnya langsung tertawa. “Hahahahahaha ……..Ada apa denganmu, Don? Kenapa kau menggunakan pedang yang masih terbungkus sarungnya? Gunakan saja chip kehidupan itu dan biar aku yang akan mengambilnya” ucap Jack yang tertawa melihat tingkah Don.


“Aku tidak perlu menggunakannya. Tanpa chip kehidupan aku bisa mengalahkan mu” Don merasa yakin dengan ucapannya.


Mendengar ucapan dari Don membuat Jack merasa kesal. “Baiklah jika itu yang kau inginkan. Aku akan melawan mu” ucap Jack yang memasang kuda-kuda dengan perisainya tersebut. Jack dan Don pun bersiap untuk memulai pertarungan. Rais dan Aman melihat keadaan diluar dan sungguh mengejutkan. Bagian pintu depan rumah Rais sudah hancur. Aman pun segera kabur menuju pintu belakang, tapi Rais tidak bergerak namun ia ingin melihatnya.


“Rais, ayo. Kita harus keluar dari sini” ucap Aman membujuknya.


“Aku ingin melihat mereka” sahut Rais.


“Lebih baik melihat dari diluar saja. Kita tidak akan tau kalau mereka nanti akan menghancurkan rumah ini” ucap Aman membujuknya lagi. Rais pun setuju mengikuti arahan Aman.


“Bagaimana? Apakah kau masih belum menyerah? Aku masih belum merasa puas untuk hari ini” ucap Jack menyombongkan diri.


“Sial…” gumam Rais.


Jack pun maju kembali diikuti oleh Don.


Rais dan Aman sudah keluar dari Rumah tersebut dan Rais segera ke samping rumah untuk melihat kondisi di depan. Aman pun menangkap tangan Rais dan berencana kabur melalui semak-semak.


“Rais, apa yang kau lakukan? Bukannya kau tadi ingin kabur” ucap Aman berbisik kepada Rais.


“Aku sebenarnya tidak tega dengannya. Tapi saat ini di dijadikan target selanjutnya” sahut Rais yang membuat Aman menjadi cemas dan bingung.

__ADS_1


“Apa maksudmu, Rais? Bukankah dia menyuruh kita untuk tidak ikut dalam pertarungannya. Dan dia juga ingin kita tidak terlibat” sahut Aman.


“Sebenarnya orang yang bertarung dengan Don saat ini ingin merebut chip kehidupan dari tangan Don” ucap Rais yang menunjukkan chip kehidupan yang ada di tangannya.


“Alasan kenapa aku tidak pergi dari sini, karena jika kita lari dan saat ini Don pasti akan kewalahan mengejar musuhnya. Dan kita akan dijadikan target selanjutnya” ucap Rais yang memberitahukan situasinya.


Jack dan Don masih bertarung. Dan sampai saat ini Jack mengikuti keinginan Don dengan tidak memakai chip kehidupan. “Kenapa The Robot? Apa kau emang selemah ini tanpa chip kehidupan?” ucap Jack yang masih beradu senjata dengannya.


“Apa kau masih meremehkan ku, Jack?” sahut Don.


“Hehehe…. Kau akan tau akibatnya jika melawan kami The Robot” ucap Jack.


Dengan sekuat tenaga Jack menghempaskan Don sejauh mungkin kearah hutan. Don pun tidak sanggup untuk berdiri lagi hanya bisa tergeletak dan Jack pun menghampirinya. “Cepat serahkan chip kehidupan tersebut agar aku bisa memberikan hadiah yang bagus untuknya” ucap Jack.


Rais pun tersenyum. “Aku rasa kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan” sahut Don.


“Hahahaha…. Apa maksudnya kau sudah kalah atau kalau ingin mati secepat mungkin? Kami masih bisa menyelamatkan chip kehidupan jika pengguna sebelumnya telah mati” ucap Aman.


Rais dan Aman melihat dan mendengar mereka dari jauh. Rais pun menggeggam tangannya. “Sepertinya dia akan kalah. Kita harus bagaimana sekarang?” ucap Aman.


“Kita tetap membawa chip ini. Sepertinya dia memberikan kode untuk kita untuk segera menjauh dan membawa chip kehidupan ini” ucap Rais sambil menunjukkan benda tersebut.


Tanpa disangka radar yang dimiliki Jack berbunyi dan ia melihat tanda chip kehidupan lain. Tapi ia menyadari dari radar sesuatu tersebut.


Mohon maaf apabila ada kata atau kalimat yang kurang sesuai, dan jika ada  kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar  agar kedepannya cerita ini bisa lebih menarik dan seru. dan saya mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya.


Muhrialis

__ADS_1


__ADS_2