Fight Robot

Fight Robot
Bab 16 - Dari Tenang menjadi Darurat


__ADS_3

"Sebenarnya kita sudah memiliki nya tapi untuk saat ini kita tidak menggunakan nya dulu. Karena kita akan ketahuan jika menyalakan nya" ucap Don. Aman dan Rais pun mengerti perkataan Don. Setelah selesai mereka pun keluar dari ruangan itu dan mengunci nya.


"Ketua kita menemukan dua chip kehidupan di satu tempat" ucap Aker kepada ketua tersebut. "Hehe.. Kita langsung pergi ke sana" ucap ketua tersebut menyuruh Aker dan pasukan nya untuk segera bergerak. Ketua tersebut langsung tersenyum menyeringai.


***


Setelah Rais, Aman, dan Don kembali ke rumah utama. "Don, aku ingin bertanya terkait chip kehidupan ini" ucap Aman dan menunjukkan chip tersebut. "Apa yang ingin kau tanyakan?" sahut Don. "Apa kekuatan dari chip ini? Aku melihat Rais dan Jack bertarung, tapi kekuatan nya berupa Aura berwarna merah saja yang ku lihat" ucap Aman penasaran.


"Aura chip kehidupan yang kau lihat itu adalah kekuatan dari luarnya, tapi kekuatan sebenarnya kita tidak tau. Contoh nya saja, Rais. Dia memiliki chip kehidupan dan Aura nya berwarna Biru, tapi kita belum tau kekuatan dari chip itu" ucap Don.


"Jadi selama ini chip kehidupan yang ada pada Rais belum kau ketahui kekuatan sebenarnya seperti apa" ucap Aman. Don menjawab dengan mengangguk. "Jadi kau menggunakan chip itu untuk apa?" tanya Aman lagi. "Aku menggunakan chip itu untuk pedang ku saja. Karena tanpa chip itu, pedang itu tidak akan bisa keluar dari sarung nya" jelas Don.


"Setiap chip kehidupan memiliki kekuatan yang berbeda-beda bisa saja itu kekuatan radar, bayangan, dan banyak yang lainnya" ucap Don. "Tapi kekuatan chip kehidupan yang baru ku ketahui hanya dua itu saja. Radar dan bayangan" sambung Don. "Sebenarnya yang ku takutkan adalah kekuatan menyalin chip kehidupan lain. Karena yang ku tau hanya dia seorang yang memiliki nya" gumam Don yang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Aman pun mencari Rais untuk menanyakan kekuatan chip yang masih di pegang nya. "Rais" panggil Aman. "Ya, ada apa Aman?" sahut Rais. "Waktu itu kau kan bertarung dengan Jack kan. Aku ingin tau, Jack memiliki kekuatan seperti apa ketika bertarung dengan mu" tanya Aman penasaran.


Rais tidak berpikir kalau Jack waktu itu memiliki kekuatan dari chip kehidupan. Karena yang ia lihat hanya Aura dan Armor pelindung yang ada di tubuh nya saat itu. "Aku tidak tahu Aman dan aku juga tidak begitu memperhatikan nya" jawab Rais. "Kenapa tidak kau tanya ke Don saja" ucap Rais lagi.


"Harus nya aku sudah tau dan tidak perlu tanya ke kau lagi, Rais" ucap Aman lalu ia pergi ke ruang tamu. Karena merasa Aman tidak menemukan jawaban dan juga merasa bosan, Ia pun bermain game yang di miliki Rais.


Tiba-tiba handphone Rais berbunyi. "Halo, ma!" ucap Rais dan mengangkat telpon nya. "Halo nak. Bagaimana kabar nya? Apa kau baik-baik saja? Mama lihat berita kemarin kalau di sana ada terjadi sesuatu" ucap mama Rais. "Aku baik-baik saja, ma. Mama kapan pulang nya?" tanya Rais. "Sepertinya mama akan pulang minggu depan, nak. Kamu baik-baik saja di sana, ya!" ucap Mama nya.


"Baik, ma" sahut Rais lalu menutup telpon nya. Tiba-tiba telpon Rais berbunyi lagi, kali ini sahabat nya Deni. "Apa kalian ada waktu untuk bermain? Aku merasa bosan dengan hari libur ini." ucap Deni. Mereka pun berbincang-bincang bersama dengan Aman juga.


"Hehehe... Aku tidak sabar lagi. Kita harus segera cepat sebelum yang lain datang dan merebut nya" ucap ketua.


Kembali lagi ke planet bumi, dimana Rais, Aman dan Don sedang beristirahat dan sangat lelah setelah membersihkan ruangan yang akan jadi markas mereka. Saat mereka semua tiba-tiba tertidur, Rais kembali ke ruangan tersebut.

__ADS_1


"Hey, nak! Seperti nya mereka semakin cepat datang ke sini" ucap suara dari bola itu. "Apa kau bilang? Kenapa kau tidak bilang dari awal" ucap Rais yang sedikit kaget dan berteriak. "Aku tidak bisa memberitahu mu secara langsung karena kau masih belum bisa mengendalikan kekuatan ini. Jadi terpaksa ketika kau dalam keadaan tertidur, barulah aku bisa berkomunikasi dengan mu" ucap suara bola itu.


Seketika Rais yang belum bisa mengendalikan kekuatan nya merasa panik. "Kekuatan ini keluar apabila dalam keadaan genting saja seperti saat bertarung dengan Jack" gumam Rais. "Jadi bagaimana cara aku mengendalikan nya?" ucap Rais. "Kau hanya perlu berkosentrasi saja di ruangan ini dalam baik dalam keadaan tidur atau saat kau mengeluarkan sedikit Aura saat kau sadar" jelas suara dari bola itu.


Rais segera duduk bersila dan berkonsentrasi mengendalikan kekuatan dari chip kehidupan ini. Karena hanya dia satu-satu nya yang memiliki kekuatan dari chip kehidupan dan chip ini juga tidak bisa di cabut dari pemilik nya kecuali dalam keadaan mati.


Rais hanya merasakan sedikit aura yang mengelilingi tubuh nya. "Seperti nya, anak ini berkembang lebih cepat" gumam suara itu.


Don pun bangun dari tidur siang nya. Ketika ia berjalan ke ruang tamu melihat Rais dan Aman tertidur juga. Dan hal yang tidak terduga terjadi. Chip kehidupan yang di ambil oleh Aman diletakkan di atas meja menyala tiba-tiba. Don pun kaget dan langsung lari ke kamar Rais untuk mengambil pedang nya dan ia pun bersiap-siap.


Don pun membangunkan Rais dan Aman. Aman pun terbangun sedangkan Rais tidak bangun. "Apa yang terjadi, Don?" tanya Aman. "Chip kehidupan itu menyala" ucap Don dan menunjuk chip tersebut. Aman pun panik dan segera menyimpan chip itu. "Hey, mau kemana kau dengan chip itu?" ucap Don.


"Aku harus menyembunyikan chip ini" ucap Aman ia pun langsung menuju markas mereka dan meletakkan nya di dalam sebuah kotak. Don pun berlari ke kamar Rais dan melihat keadaan melalui jendela. Ia belum menemukan siapa pun di luar sana.

__ADS_1


Tapi saat ia melihat, ada sesuatu berbentuk bola seperti pesawat luar angkasa dan berwarna hitam. "Ini tidak mungkin, bagaimana bisa ia tau lokasi nya? Bukan nya chip kehidupan radar ada di tangan kami" gumam Don. Aman pun kembali dan menemui Don. "Hey Aman. Sebaiknya kita pindahkan Rais ke tempat persembunyian" ucap Don dan Aman pu mengangguk.


"Hahahaha.. Akhirnya Sampai juga. Kita hanya perlu pergi ke sana tanpa harus mendarat. Baiklah! Aker kau ikut dengan ku" ucap ketua tersebut yang menunjuk Aker. "Seperti nya akan menarik jika itu adalah seseorang" ucap ketua denan tersenyum menyeringai.


__ADS_2