Fight Robot

Fight Robot
Bab 12 – Mencari


__ADS_3

Setelah pertempuran yang menyebabkan Jack tewas dalam keadaan berdiri, Rais pun berbalik arah menghampiri Aman yang sudah berada dibelakangnya. “Kerja bagus, Sobat!” ucap Aman yang mengajukan jempol ke Rais.


Waktu itu Rais mengeluarkan Armor pelindung, Aman mendengar kata-kata Jack kalau Rais telah menggunakan armor pelindung dari chip kehidupan. Aman pun menghampiri Jack dengan tubuh yang masih berdiri, dan mencari chip kehidupan yang ada padanya.


“Aku harus mencari tau tentang chip kehidupan ini” gumam Aman. “Aman apa yang kau lakukan? Ayo kita pergi dari sini” ucap Rais. “Sebentar aku mau melihat-lihat sebentar” ucap Aman. Ia pun mendapatkan chip kehidupan Jack.


Ketika ia melepaskan chip tersebut lalu menghampiri Rais dan pergi dari sana, Aman melihat ke belakang Jack sudah tidak ada. “Loh, musuhnya kemana Rais?” ucap Aman. Rais pun menoleh ke belakang dan ia juga kaget melihat Jack sudah tidak ada.


“Sebaiknya kita harus mencari Don terlebih dulu, Karena senjatanya masih ada padaku. Semoga dia masih hidup” ucap Rais. Aman pun membantu Rais berjalan karena setelah benturan Aura dan juga senjata antara Rais dan Jack membuat Rais pun mengalami luka kecil pada kulit di bagian kakinya dan lukanya tidak terlalu serius.


Rais dan Aman pun berjalan kembali menuju hutan tempat Don bertarung. Sesampai di sana mereka belum tidak menemukan Don sama sekali. “Sebaiknya kita kembali dulu untuk merawat lukamu” ucap Aman. “Tapi kita harus mencari Don dulu. Kita harus membantunya segera” ucap Rais yang mulai mencari dengan jalan terpincang-pincang.


Pada malam itu, pertarungan yang dilakukan Don dan Jack membuat beberapa pohon-pohon yang ada di hutan tersebut tumbang dan ada juga yang terpotong beberapa bagian. Aman yang melihat Rais masih mencari Don ia pun mulai membantu.


Aman yang melihat seperti jalur di antara pohon-pohon itu dan ia langsung memberitahu Rais. “Aman coba lihat ke arah sana” ucap Aman menunjukkan arah. “Sepertinya kita coba ke arah sana” ucap Rais.


Mereka pun menuju ke arah hutan yang sudah gundul hingga membuat sebuah jalan. Mereka pun hanya menggunakan Aura yang masih menyelimuti tubuh Rais sebagai penerang jalan dan juga cahaya dari pedang yang masih di pegang oleh Rais.

__ADS_1


“Sepertinya ini masih lumayan jauh, Rais. Apa sebaiknya kita mencari besok saja?” ucap Aman. “Tidak kita harus menyelamatkannya segera. Aku menyadari sesuatu saat Jack tiba-tiba menghilang” sahut Rais. “Maksudmu dia bakal mati juga” ucap Aman yang langsung mengutarakannya. “Sepertinya. Tapi setidaknya kita harus mencarinya dulu sebelum kita memutuskan Don mati atau tidak” sahut Rais lagi.


Sudah separuh jalan mereka lalui, Aman pun melihat sesuatu yang berbentuk pakaian yang terletak pada batang pohon. “Ini bukannya punya Don ya” ucap Aman. Rais yang melihat jubah berhoodie itu langsung bergegas masuk ke dalam hutan lagi.


Aman pun mengikutinya karena ia tidak memiliki lampu ataupun senter. Ia terpaksa mengikuti Rais saja sebagai penerang jalan untuknya. Ketika mereka sudah sampai di ujung jalan, mereka tidak menemukan Don yang tergeletak di sana.


Mereka mencoba pun sudah mencoba mencari keberadaan Don tapi tidak juga ditemukan. “Rais ada kemungkinan dia juga sudah tewas” ucap Aman. “Firasat Ku mengatakan kalau dia masih ada disekitar sini” sahut Rais.


“Tapi kita sudah mencarinya. Kita tidak menemukan satu jejak dan hanya menemukan petunjuk baju berjubah ini” ucap Aman yang memegang baju berjubah itu. Rais pun melihat sekelilingnya, hanya ada reruntuhan batang pohon. Ia pun baru mengingat sesuatu. “Jika aku meminta bantuan dari orang yang memberikan aku kekuatan tadi, apakah ia akan menolongnya?” gumam Rais.


Aman yang melihat Rais melakukan sesuatu merasa aneh.


Tiba-tiba ia kepikiran pada film yang pernah ia tonton kalau ia bisa menemukan sesuatu dengan energi Ki nya. “Rais, apa kau bisa menggunakan cahaya yang di tubuhmu itu?” ucap Aman. "Maksudmu menggunakan kekuatan ini untuk mengetahui dimana Don berada kah?" sahut Rais. "Iya. Sepertinya kekuatanmu itu bisa digunakan untuk hal seperti itu" ucap Aman lagi


Karena Rais bagaimana sifatnya Aman yang sering menonton film-film aksi dan fantasi, ia pun mencoba nya. Rais pun berkonsentrasi untuk mengendalikan cahaya yang menyelimuti tubuh nya. "Aku bisa merasa kan sesuatu di sekitar sini dan juga bisa merasakan tubuh nya Don" gumam Rais.


Ia pun membuka mata dan mengetahui posisi tubuh Don. "Di Sana" ucap Rais dan Aman mengikuti nya dari belakang. Mereka pun menuju tumpuk kan batang pohon. Rais pun mengayunkan pedang nya sehingga batang pohon yang menumpuk itu bertebaran ke depan.

__ADS_1


"Akhirnya kita menemukan nya, tapi seperti nya dia sudah tidak sadar" ucap Aman. "Sebaiknya kita bantu mengangkat nya dan bawa pulang ke rumah" ucap Rais.


Aman dan Rais pun membawa nya pulang untuk di rawat.


"Aman. Sepertinya kita harus merahasiakan ini dari Deni dan Nora. Aku tidak ingin mereka terlibat dengan kejadian ini" ucap Rais. "Baiklah, aku berjanji. Tapi bagaimana caranya kau akan melepaskan armor ini?"


ucap Aman dan menunjuk Armor yang masih di pakai oleh Rais.


Rais yang masih mengendong Don itu pun bingung cara melepaskan nya. Di saat itu, Don tiba-tiba siuman meskipun belum sepenuhnya. "Ah. Aku dimana sekarang?" ucap Don.


"Kau sudah sadar, Don?" ucap Rais. "Dimana sekarang?" sahut Don. "Kita akan pulang ke rumah nya Rais" di jawab oleh Aman. "Bagaimana dengan Jack, musuhku?" Don bertanya. "Rais sudah mengalahkan nya" sahut Aman yang sontak membuat mata Don membulat dan langsung mendorong Rais untuk berdiri.


Don pun melihat Rais yang masih menggunakan Armor Pelindung tapi tidak mengeluarkan Aura Biru nya. "Jadi, dia memilih mu" ucap Don yang merasa heran. "Maksudnya gimana, Don? Siapa memilih siapa?" sahut Rais. "Ah. Maksudku bagaimana dengan chip kehidupan yang kalian bawa?" Don bertanya lagi.


"Saat kami berlari, aku tidak sengaja menjatuhkan benda itu. Saat kami sedang mencari nya, Jack tiba-tiba datang dan aku di sandera oleh nya, tidak dengan Aman" ucap Rais. "Tapi aku bersembunyi dan mencari cara untuk menyelamatkan nya" disambung oleh Aman.


"Disaat Rais dalam bahaya, tiba-tiba saja ia tubuh nya bercahaya warna biru. Pada saat itu juga Rais mengalahkan Jack" ucap Aman membuat mata Don membulat melihat Rais. Rais pun merasa bersalah karena sudah menghilangkan benda tersebut. "Sudah tidak apa-apa. Karena benda tersebut sudah memilihmu" ucap Don. "Maksudnya" sahut Rais yang merasa bingung.

__ADS_1


__ADS_2