Fight Robot

Fight Robot
Bab 17 - Sudah Datang


__ADS_3

Don dan Aman mulai mengangkat tubuh nya Rais secara bersama lalu di pindahkan ke tempat persembunyian sementara mereka. Setelah memindahkan nya, Don segera kembali ke kamar Rais melihat pesawat luar angkasa itu. Ia pun kaget melihat ada benda kecil yang keluar dari pesawat itu.


"Apa itu?" gumam Don yang melihat nya. Seketika Don langsung mengambil pedang nya agar was-was. "Semoga mereka belum menemukan kami. Seperti nya kami harus segera pergi dari sini sebelum kami ditemukan" gumam Don Lagi. Ia pun segera bergegas ke tempat pesembunyian mereka.


Sesampai di sana don melihat Aman berada di samping Rais yang saat ini belum sadar. "Apa dia masih belum sadar?" ucap Don. "Dia masih tidur" sahut Aman. Don pun melihat kondisi nya dan memyadari sesuatu. "Apa chip kehidupan nya masih ada di dalam tubuh nya atau kah dia sedang melatih kekuatan?" gumam Aman.


"Kenapa dia masih belum sadar?" tanya Aman kepada Don. "Kemungkinan dia sedang berlatih mengendalikan kekuatan chip kehidupan di alam sadar nya!" jawab Don. "Jadi maksud mu dia sekarang sedang berlatih?" ucap Don. "Ya!" sahut Don.


***


"Kita turun sekarang" ucap ketua tersebut. "Baik, ketua!" sahut Aker. Mereka turun menggunakan pesawat lain yang ada di dalam pesawat induk. Sesampai di daratan hutan, mereka mulai mencari kebedaraan chip kehidupan. Mereka mulai mencari dengan kekuatan radar dari chip kehidupan.


"Ketua jejak nya menghilang" ucap Aker. Ketua  menghiraukan ucapan Aker. Ketua tersenyum menyeringai dan sadar akan sesuatu dar chip kehidupan itu. "Seperti nya salah satu dari dua chip kehidupan yang kita cari adalah yang sebenarnya" gumam ketua tersebut.


Saat ketua dan Aker dalam pencarian disebabkan jejak chip kehidupan pada radar menghilang, Aman dan Don masih bersembunyi di tempat persembunyian mereka. Mereka pun mencari cara untuk menjauh dari sini, tapi bagaimana dengan Rais yang belum bangun? "Jika Rais ditemukan dan langsung membunuh nya, maka mereka akan mendapatkan chip kehidupan" gumam Don.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang" ucap Aman. Don pun mulai memikirkan cara nya. "Apa chip kehidupan nya masih ada?" sahut Aman.


Aman pun mengambil chip kehidupan yang ia sembunyikan. "Masih ada" ucap Aman dan menunjukkan nya.


"Untuk saat ini, kita tunggu di sini saja. Mereka juga belum melakukan pergerakkan" ucap Don. "Tapi jika kita terus-terusan di sini, mereka juga pasti akan menemukan kita" di sahut oleh Aman yang juga merasa panik.


Di ruangan tersebut mereka tidak berani untuk keluar. Don pun memastikan lagi untuk keluar dan memastikan pesawat luar angkasa yang ia lihat sebelum nya.

__ADS_1


"Masih di sana dan tidak bergerak. Berarti yang kecil tadi pasti pesawat yang ada di dalam nya. Berarti hanya beberapa dari mereka saja yang turun. Untuk sementara kita sembunyi di sini dulu" gumam Don.


***


"Seperti nya chip itu menyembunyikan aura nya. Sehingga tidak terdeteksi oleh kekuatan radar dari chip kehidupan yang kita miliki" ucap Ury. Ury adalah seorang anggota perempuan dari kelompok Tera. Sekaligus sebagai navigator pesawat tersebut.


"Apa chip itu takut dengan kita saat ini, sehingga dia meredup kan aura nya?" ucap salah satu orang terkuat dari kelompok Tera yaitu Mad.


"Jadi kita masih akan di sini terus sampai ketua berhasil membawa chip kehidupan" di sahut oleh pilot pesawat tersebut yaitu Kuro.


"Huahh" Ury menghela napasnya. "Aku berharap itu bukan chip kehidupan yang sudah pernah ia.." ucapan Ury di potong oleh Kuro. "Kurasa kali ini kapten menyadari sesuatu saat radar chip kehidupan itu bersamaan terdeteksi dan di saat bersamaan tiba-tiba menghilang".


"Kurasa ada benar nya juga" ucap Mad. "Kalau di pikir-pikir kapten turun pasti mengetahui kalau salah satu dari chip itu, ada kekuatan nya yang besar. Sehingga hanya Aker saja yang di tunjuk untuk ikut dengan nya.


Mad yang terkuat di pesawat itu pun semakin tidak bisa mengendalikan diri nya untuk ikut turun mendengar ada orang lain yang lebih kuat dari nya.


" Aku akan tunggu waktu nya. Jika kapten tidak menemukan nya maka aku yang akan turun untuk merebut nya" gumam Mad.


***


Ketika Don kembali ke persembunyian, ia sempat berpikir untuk kabur. Tapi ketika melihat tubuh Rais yang masih tertidur, ia melihat Aura Biru itu mengelilingi tubuh nya.


"Don, apa yang terjadi dengan tubuh nya? Tiba-tiba mengeluarkan aura biru dan menyelimuti tubuh nya lagi"

__ADS_1


"Aku sempat berpikir untuk lari dan menyelamatkan mu dan juga Aman. Tapi seperti nya aku tidak perlu takut. Ternyata chip kehidupan itu sudah berada di tempat yang sesuai dengan nya" gumam Don dan tersenyum


"Kenapa kau tersenyum Don, apa yang terjadi?" ucap Aman. "Sepertinya sejak tadi berlatih mengendalikan aura. Dan akhirnya berhasil. Tinggal bagaimana caranya dia menggunakan nya saja" ucap Don.


***


Radar yang di bawa oleh Aker tiba-tiba berbunyi lagi dan melihat posisi chip kehidupan tidak bergerak dari tempat nya. "Seperti nya mereka sedang menunggu kedatangan kita" ucap Aker.


"Hah!" kaget Aker. "Kenapa?" sahut Ketua. Aker merasa tidak percaya kalau ia hanya melihat satu titik saja. "Hanya satu" ucap Aker lalu ketua pun tersenyum.


"Bagus. Kalau begitu aku tidak perlu menebak nya lagi dan hanya perlu ke sana secara langsung kan. Hehe.." ucap ketua dan memiliki keinginan kuat untuk segera memiliki nya.


Dengan kemauan ketua yang tinggi ia pun dan mengajak Aker untuk segera naik. Dan bergegas ke sana sebelum titik pada radar tersebut bergerak atau menghilang.


"Aku tidak akan menyerah begitu saja. Setelah mendapatkan mu akan ku ganda kan kekuatan itu pada kelompok ku dan akan menguasai galaksi ini termasuk planet ini" gumam Ketua.


***


Rais yang dari tadi terus berlatih menggunakan aura yang ada di sekeliling nya, agar bisa mengendalikan nya. "Jika kau mengendalikan nya dengan baik, maka kau bisa menggunakan kekuatan itu tanpa bantuan ku dan teman-teman mu" Rais yang mengingat ucapan suara bola itu.


"Kelihatan nya dia sudah menggunakan nya dengan baik, setelah ini mungkin aku akan melatih nya dengan menggunakan itu" gumam suara bola itu.


Meskipun kekuatan yang di lakukan oleh Rais belum seluruh nya tapi ini juga sudah cukup untuk melawan ketua dari kelompok lemah. "Seperti nya sudah cukup untuk saat ini. Saat nya kau bangun dari tidur panjang mu putra tidur" ucap suara bola itu.

__ADS_1


Mendengar ucapan nya, Rais pun menghentikan nya. "Apa kau sudah siap untuk unjuk gigi, Rais?" ucap suara bola itu.


__ADS_2