
Sejenak orang berjubah itu merasa lega jika saat ini dirinya tidak di ketahui orang lain selain Rais. Jika saat itu sampai terjadi, maka ia akan langsung mati begitu saja. “Kukira orang ini adalah pembunuh atau ******* semacamnya yang datang untuk mengancam atau membunuh orang lain. Tapi sepertinya tidak dan ia menghadapi masalah yang serius”, gumam Rais.
Orang berjubah tersebut duduk di tempat tidur untuk memikirkan rencana kedepan. Rais pun berdiri untuk menutupi jendela kamarnya. Kini ruangan tersebut hening tanpa suara. Rais pun bertanya kepada orang tersebut.
“Aku ingin bertanya kepadamu” tanya Rais.
“Apa yang mau kau tanyakan?” jawab orang berjubah yang tengah merenung.
“Kenapa kau kembali lagi kepadaku? Padahal aku telah memberikan benda yang kau minta” tanya Rais yang penasaran.
“Aku ingin bertanya kepadamu. Sebelum kau memberikannya kepadaku, apakah benda itu berwarna hitam ketika kau pungut?” tanya orang berjubah itu untuk meyakinkan dirinya
“Ya. Dan aku memungutnya ada kemungkinan benda itu bisa dipergunakan lagi” jawab Rais yang seketika orang berjubah itu menghela nafasnya.
Orang berjubah itu pun langsung berpikir untuk bersembunyi agar ia merasa tidak akan ketahuan oleh siapapun. Rais yang hendak mau menanyakan sesuatu, tiba-tiba saja orang berjubah itu menutup pintu kamarnya.
“Kenapa kau menutup pintu kamarku? Apa yang terjadi dan kenapa apa yang terjadi jika benda tersebut berwarna hitam”. Pertanyaan dari Rais membuat orang berjubah itu menghela nafas.
“Pertama, aku menutup pintu agar tidak diketahui oleh orang lain termasuk teman-temanmu dan musuh-musuhku yang berada diluar”.
“Kedua, jika aku ditemukan maka aku akan disiksa dan mati”.
“Ketiga, jika benda yang kau berikan kepadaku berwarna hitam, maka benda itu sudah mati atau tidak ada kehidupan lagi”.
Seketika Rais yang mendengar kalau benda itu adalah sebuah kehidupan, merasa aneh.
“Bagaimana mungkin benda itu kau bilang sebuah kehidupan padahal yang aku lihat adalah seperti tempat penyimpanan data” ucap Rais yang masih merasa penasaran.
__ADS_1
“Itu adalah chip kehidupan. Jika chip itu menyala, maka disana ada kehidupan tapi jika tidak maka kehidupan didalam chip tersebut telah mati” ungkap orang berjubah itu dengan mengatakan yang sebenarnya.
“Aku masih tidak percaya akan hal itu” ucap Rais yang masih tidak percaya.
“Mungkin sekarang kau tidak percaya karena chip ini sudah tidak menyala. Jika chip ini menyala, akan kutunjukkan padamu kehidupan didalam chip ini” ucap orang berjubah itu sambil menunjukkan chip tersebut kepada Rais.
“Bolehkah aku melihat chip itu?” ucap Rais yang ingin melihat chip itu.
“Ambillah. Mungkin aku akan beristirahat sebentar disini sampai kondisi diluar dalam keadaan tenang” ucap orang berjubah itu memberikan chip kepada Rais.
Rais pun melihat bentuk chip tersebut. Dan ternyata chip tersebut bentuknya bukan seperti tempat penyimpanan data yang ada di HP tapi berbentuk lain seperti bagian depan rumah. “Mungkin chip ini tidak memiliki motherboard seperti didalam CPU komputer” gumam Rais.
Tapi ia masih penasaran bagaimana cara membuat chip ini menyala. Seketika itu Rais memiliki ide untuk memanggil Aman, tapi ia harus meminta izin dulu kepada orang berjubah itu.
“Aku memiliki ide, tapi aku harus meminta bantuan orang lain. Apakah aku boleh mengajak nya kemari? Dan aku janji akan menolongmu.” Ucap Rais yang saat itu membuat orang berjubah itu berdiri dan mengeluarkan pedangnya yang masih berada didalam sarung.
“Iya, dan aku harus mencari tau dulu cara benda ini menyala. Tapi aku harus meminta bantuan temanku. Aku mohon” ucap Rais menepuk kedua tangannya agar mendapat izin.
Meskipun ini ide konyol membuat benda itu bisa menyala lagi, tapi setidaknya ia harus bisa membuat orang berjubah ini pergi dari rumahku. Orang berjubah itu pun berpikir sejenak dan akhirnya mengangguk.
“Benarkah? Terima kasih. Aku akan mengizinkanmu tapi aku ingin temanmu juga juga harus tau keadaanku sekarang” ucap orang berjubah itu yang merasa senang ketika dibantu.
Rais pun pura-pura tersenyum saat orang berjubah itu merasa senang.
Pada malam harinya, ada seseorang yang baru saja keluar dari hutan dan mencari orang yang memakai jubah. Sejak pertarungan mereka di luar angkasa yang mengakibatkan salah satu dari pedang mereka mengeluarkan ledakan yang membuat keduanya terpisah sangat jauh dan jatuh ke Bumi.
Ia melihat radar pada jamnya untuk mendeteksi chip kehidupan. Namun ia tidak menemukan tanda adanya chip kehidupan. Orang itu pun melanjutkan perjalanannya menuju kota terdekat untuk menemukan pemilik chip kehidupan dan mengumpulkannya.
__ADS_1
Masih di malam hari, Rais menelpon Aman dan yang saat itu juga di dengar oleh orang berjubah itu. Rais pun menjelaskan kepada temannya terhadap kejadian hari ini, meskipun ia masih terlihat takut terhadap orang berjubah itu yang masih berdiri di depan jendela. Ia masih memastikan keadaan di luar rumah Rais.
“Apakah orang itu masih di rumahmu?” ucap Aman.
“Iya, dan sekarang aku minta tolong padamu untuk membantuku besok. Gimana?” ucap Rais yang meminta bantuan Aman.
“Baiklah. Tapi dia beneran nggak akan membunuhku kan?” tanya Aman lagi.
“Iya, aku tunggu di rumah” ucap Rais
Aman pun langsung menutup telponnya. Orang berjubah itu masih melihat keadaan dan kondisi keluar di luar. Rais yang melihat nya pun mencoba untuk mengajak nya bicara.
“Sebelumnya aku mau tanya sesuatu. Apa yang membuat mu datang ke planet ini?” tanya Rais yang ingin mencairkan suasanya yang hening di ruangan nya
“Aku bertarung dengan seseorang diluar sana dan ia mau merebut chip kehidupan bisa dibilang merampas untuk dijual di pasar gelap. Sampai saat ini aku tidak tau sudah berapa banyak chip kehidupan yang telah dia ambil termasuk salah satu temanku di luar sana yang dibunuh akibat ulah mereka” ucap orang berjubah itu
“Chip kehidupan adalah sebuah senjata tempur yang terdapat di planet tempat tinggalku yang kini sudah lenyap di karenakan perang besar yang memperebutkan chip kehidupan. Aku kabur dari planet itu dengan membawa chip itu” ucap nya lagi sambil menunjuk chip yang di pegang Rais.
“Dan aku berhadap dia tidak terjatuh di planet yang sama. Jika yang terjadi sebaliknya, chip itu akan direbut dan aku pasti akan dibunuh. Aku berharap di saat aku bertemu dengannya kau dan temanmu harus menjauh dariku agar tidak ada korban yang lain” ucap orang berjubah itu lagi
“Tapi kenapa tidak kau berikan saja chip itu. Bukankah chip itu sudah tidak menyala lagi”, ucap Rais
“Meskipun chip itu tidak menyala, tapi masih menyimpan kekuatannya. Dan kekuatan itu lah yang akan dipergunakan untuk perang selanjutnya” ucap orang berjubah itu.
Mohon maaf apabila ada kata atau kalimat yang kurang sesuai, dan jika ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar agar kedepannya cerita ini bisa lebih menarik dan seru. dan saya mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya.
Muhrialis
__ADS_1