Fight Robot

Fight Robot
Bab 1 - Pertemuan


__ADS_3

Terletak pada kota kecil seorang remaja melakukan kegiatan pagi nya yaitu pergi ke sekolah seperti biasa dan hari-hari nya selalu tenang dan damai, remaja itu bernama Rais yang masih duduk di bangku sekolah dan biasanya ia selalu pergi bersama dengan 3 teman lainnya yaitu Deni, Aman, dan Nora.


Di pagi hari mereka bertiga berangkat bersama untuk pergi ke sekolah. Saat mereka berjalan Aman bertanya sesuatu kepada Deni yang membuat ia takut jika mendengar nama dari Guru nya tersebut. “Deni, apaka kau sudah menyelesaikan tugas dari guru yang menakutkan itu?”. “Astaga aku lupa mengerjakannya”, ucap Deni yang langsung berteriak dan juga keringat dingin.


Hal itu juga yang membuat Aman, Rais, dan Nora tertawa melihat kelakuan Deni. Aman pun memberikan jabatan tangan. “Semoga kamu aman saat berada di kelas nanti saat pelajaran pertama. Dan ku harap kamu bias sabar dalam menghadapi guru tersebut”, ucap Aman seperti memberikan kekuatan dan juga menakuti Deni. Saat itu pula Deni melihat Rais yang kala itu tertawa besama dengan Nora dan ia langsung menatap nya dengan iba.


Rais pun berusaha untuk tidak ikut campur kepada Deni. Karena yang Rais tau, guru itu pasti akan tau jika yang mengerjakan tugas adalah orang lain. “Tolonglah temanmu ini Rais. Aku tidak mau menerima hukuman yang berbeda lagi dengan hari yang kemarin”, ucap Deni yang mengatakan kalau kemarin ia juga kena hukuman karena tidak mengerjakan tugas.


Tiba-tiba nora merasa kasihan dan mau menawarkan diri untuk membantu Deni. “Nanti sebelum sampai disekolah, kita mampir di kantin di luar sekolah dulu. Biar disana kita kerjakan tugas nya”. Rais dan Aman pun tidak bias berkata-kata lagi jika Nora mengajak mereka untuk ikut terlibat jika mereka tidak mau Deni terkena hukuman lagi. “Terima kasih Nora. Kamu memang teman terbaik yang aku miliki”, ucap Deni yang tiba-tiba langsung memeluk Nora dan ia mengusap membalas dengan mengusap kepala nya. Perlu di ketahui kalau Deni ini adalah adik kelas dari mereka beriga.

__ADS_1


Aman yang merasa tidak senang langsung memisahkan Deni dari pelukan Nora. “Tidak perlu sampai pelukan selaga. Ini karena permintaan dari Nora maka aku akan mengikuti nya”. Nora pun tersenyum kepada Rais yang menandakan kalau ia harus ikut juga. Rais pun terpaksa ikut dengan membalas senyum nya dan menghela nafas..


Mereka pun kembali berjalan dan saat perjalanan mereka Rais menemukan sesuatu seperti card memory HP. Rais pun menyimpan nya. “Mungkin nanti bias berguna”, gumam Rais. Sampai di kantin yang ltak nya berada di luar sekolah, merekan pun mengerjakan tugas Deni. Rais hendak keluar sebentar untuk melihat keadaan di luar sekolah dan sekaligus melihat jam tangan yang menunjukkan waktu masih sekitar 30 menit lagi sebelum bel pelajaran pertama berbunyi.


Saat itu, Rais melihat sosok orang yang mengenakan jubah berdiri di samping pintu masuk gerbang sekolah. Ia pun mengucek matanya lagi dan orang tersebut hilang. “Apa aku salah lihat?. Barusan aku melihat seseorang, tapi kemana perginya”, gumam Rais yang saat itu juga di kagetkan dengan Aman yang telah keluar dan selesai membantu Deni mengerjakan tugas sekolah nya. Di saat Aman melihat Rais yang berada di depan nya, ia pun menepuk punggung nya. “Kenapa kau kaget seperti itu, Rais?”, tanya Aman. “Tadi akun melihat orang yang memakai jubah disana, dan tiba-tiba menghilang begitu saja”, ucap Rais menjawab pertanyaan dari Aman. “Mungkin kamu berhalusinasi kali, Rais. Apakah tadi malam kamu tidur dan bermimpi hingga terbawa ke dunia nyata?”, ucap aman dengan wajah yang sumringah kepada teman nya ini. “Tapi tadi beneran loh. Aku melhat seseorang disana. Apa kamu tidak percaya padaku Aman?”, ucap Rais yang mengatakan yang sebenarnya ia lihat.


“Mereka sedang apa Nora? Kenapa kelihatan nya serius banget”, tanya Deni penasaran. Nora yang melihat pun berkata “Aku tidak tau, coba kita tanyakan ke mereka”. Nora dan Deni pun menghampiri Rais dan Aman yang kelihatan serius.


“Apa yang kalian perbincangkan? Kenapa serius sekali.” tanya Nora kepada Rais dan Aman. “Tadi aku melihat orang berjubah berdiri di sebelah pintu masuk sekolah dan tiba-tiba saja orang itu menghilang begitu saja”, ucap Rais yang membuat Deni merasa takut. “Masa dipagi hari udah ada hantu. Kamu pasti berkahayal Rais”, ucap Deni yang tiba-tiba langsung keringat dingin.

__ADS_1


“Tidak perlu pikirkan. Sekarang kita masuk ke sekolah dulu, sebentar lagi kelas akan dimulai” ucap Nora yang langsung menunjukkan jam nya. Mereka pun menyudahi perbincangan tadi. Bel pun berbunyi yang menandakan pelajaran pertama dimulai. Di saat baru dimulai nya pelajaran Rais yang melihat keluar jendela, tak sengaja melihat orang berjubah itu lagi dan kali ini terlihat jelas.


Orang tersebut membawa pedang dan memakai hoodie berdiri di pintu gerbang sekolah. Rais yang merasa takut seperti di terror, mengalihkan pandangan nya dan memperhatikan pelajaran nya kembali. Sekali lagi pun Rais melihat lagi ke pintu gerbang dan orang tersebut tidak menghilang , tapi masih berdiri di sebelah pintu gerbang sekolah. “Sepertinya orang ini mengikutiku”, gumam Rais dan seolah-olah orang berjubah itu memandangi Rais dan ia pun tidak berkonsentrasi selama jam pelajaran pertaman dan kedua usai.


Di saat jam istirahat, Rais langsung pergi menemui ketiga temannya di kantin sekolah untuk memberitahu kalau orang berjubah itu datang dan berdiri di sebelah pintu gerbang sekolah lagi. Aman, Nora, dan Deni berpikir merasa ada yang aneh setelah kita dari kantin depan. “Mungkin orang itu  sedang menunggu seseorang di sekolah ini”, ucap Nora untuk meyakinkan teman-temannya termasuk Deni yang sudah sangat ketakutan akibat cerita ini. “Nanti kita bicarakan setelah istirahat kedua, aku harap ini benar apa yang dikatakan Nora”, ucap Rais untuk lebih meyakinkan.


Mohon maaf apabila ada kata atau kalimat yang kurang sesuai, dan apabila ada kritik dan saran silahkan di ketik di kolom komentar agar kedepan nya cerita ini bisa lebih menarik dan seru. dan saya mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya.


Muhrialis

__ADS_1


__ADS_2